Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Lempar Jumrah di Mina: Urutan, Waktu, dan Bacaannya

Kompas.com, 22 Mei 2026, 11:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilaksanakan jemaah saat berada di Mina.

Ritual ini tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban manasik, tetapi juga menyimpan makna spiritual mendalam tentang perjuangan melawan godaan setan dan hawa nafsu.

Di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara yang berkumpul di Mina, prosesi lempar jumrah sering kali menjadi momen paling menantang dalam ibadah haji.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata cara lempar jumrah, waktu pelaksanaan, hingga bacaan doanya menjadi hal penting agar ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat.

Lalu, bagaimana tata cara lempar jumrah yang benar? Kapan waktu pelaksanaannya, dan doa apa yang dianjurkan dibaca saat melempar jumrah?

Pengertian Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji

Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, lempar jumrah adalah prosesi melempar batu kerikil ke arah tiga titik jumrah, yakni Jumrah Sugra (Ula), Wustha, dan Kubra (Aqabah), dengan niat ibadah kepada Allah SWT.

Ritual ini dilaksanakan di kawasan Mina pada 10 hingga 13 Zulhijah atau yang dikenal sebagai hari tasyrik.

Secara simbolik, lempar jumrah menggambarkan perlawanan Nabi Ibrahim AS terhadap godaan setan ketika menjalankan perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS.

Dikutip dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, melempar jumrah menjadi simbol bahwa seorang Muslim harus mampu melawan bisikan keburukan, hawa nafsu, dan godaan yang menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah SWT.

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa makna lempar jumrah tidak sekadar melempar batu, tetapi juga menjadi pengingat spiritual tentang pentingnya keteguhan iman dan keikhlasan.

Baca juga: Wamenhaj Sapa Jemaah Haji Ba’da Subuh di Makkah, Cek Hotel hingga Menu Konsumsi

Hukum Lempar Jumrah

Mayoritas ulama sepakat bahwa lempar jumrah termasuk wajib haji. Jika ditinggalkan tanpa uzur syar’i, maka jemaah dikenakan dam atau denda.

Dalam buku Ensiklopedi Fikih Haji dan Umrah karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa kewajiban lempar jumrah merupakan bagian dari syiar haji yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW saat Haji Wada.

Oleh karena itu, tata cara dan waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan secara cermat agar ibadah haji tetap sah dan sempurna.

Waktu Pelaksanaan Lempar Jumrah

1. Lempar Jumrah pada 10 Zulhijah

Pada Hari Raya Idul Adha, jemaah haji melaksanakan lempar Jumrah Aqabah atau Jumrah Kubra.

Dikutip dari Buku Pintar Muslim dan Muslimah karya Rina Ulfatul Hasanah, waktu utama pelaksanaan dimulai sejak terbit fajar hingga matahari tergelincir.

Namun, apabila kondisi sangat padat atau terdapat kendala tertentu, lempar jumrah masih diperbolehkan hingga menjelang Subuh 11 Zulhijah.

2. Lempar Jumrah pada Hari Tasyrik

Pada 11, 12, dan 13 Zulhijah, jemaah melaksanakan lempar tiga jumrah secara berurutan:

  • Jumrah Sugra
  • Jumrah Wustha
  • Jumrah Kubra

Masing-masing dilempar dengan tujuh kerikil satu per satu.

Waktu yang paling utama dimulai setelah matahari tergelincir hingga terbenam. Namun dalam kondisi tertentu, ulama memperbolehkan pelaksanaan pada malam hari hingga menjelang Subuh.

Baca juga: Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji

Tata Cara Lempar Jumrah yang Benar

Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama RI dijelaskan beberapa ketentuan penting saat melempar jumrah.

Menggunakan Tujuh Kerikil

Setiap jumrah dilempar menggunakan tujuh batu kerikil kecil.

Kerikil dilempar satu per satu. Jika tujuh kerikil dilempar sekaligus, maka hanya dihitung satu lemparan.

Kerikil Harus Masuk ke Area Marma

Kerikil harus mengenai area jumrah atau marma dan masuk ke dalam lingkaran yang telah ditentukan.

Oleh karena itu, jemaah dianjurkan tetap fokus dan tenang saat melempar.

Dilakukan Secara Berurutan

Pada hari tasyrik, urutan lempar jumrah harus dimulai dari:

  • Jumrah Sugra
  • Jumrah Wustha
  • Jumrah Kubra

Urutan tersebut tidak boleh dibalik.

Bacaan Doa Saat Melempar Jumrah

Dalam buku Doa dan Zikir Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa setiap kali melempar kerikil, jemaah dianjurkan membaca takbir.

Doa yang paling umum dibaca adalah:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ

Bismillāhi Allāhu Akbar.

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”

Selain itu, terdapat doa lain yang juga dianjurkan dibaca saat lempar jumrah:

اللهُ أَكْبَرُ عَلَى طَاعَةِ الرَّحْمَنِ، وَرَغَمِ الشَّيْطَانِ اللهم تَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَاتَّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَبًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَعَمَلاً مَشْكُورًا

Allāhu akbaru ‘alā ṭā‘atir-raḥmān, wa raghamisy-syaiṭān. Allāhumma taṣdīqan bikitābika wattibā‘an lisunnati nabiyyik. Allāhummaj‘alhu hajjam mabrūrā wa żambam maghfūrā wa ‘amalam masykūrā.

Artinya: “Allah Maha Besar atas ketaatan kepada Allah Yang Maha Pengasih dan kehinaan bagi setan. Ya Allah, sebagai bentuk pembenaran terhadap kitab-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu. Jadikanlah hajiku haji yang mabrur, dosa yang diampuni, dan amal yang diterima.”

Baca juga: Doa Melempar Jumrah saat Haji, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Doa Setelah Melempar Jumrah Sugra dan Wustha

Setelah melempar Jumrah Sugra dan Wustha, jemaah dianjurkan berhenti sejenak untuk berdoa menghadap kiblat.

Dalam berbagai kitab manasik disebutkan bahwa Rasulullah SAW memperpanjang doa setelah melempar dua jumrah tersebut.

Salah satu doa yang dianjurkan antara lain memohon ampunan, penerimaan ibadah, dan keselamatan hidup dunia akhirat.

الْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَفَضْتُ وَمِنْ عَذَابِكَ أَشْفَقْتُ وَإِلَيْكَ رَغِبْتُ وَمِنْكَ رَهِبْتُ فَاقْبَلْ نُسُكِي وَأَعْظِمْ أَجْرِي وَارْحَمْ تَضَرُّعِي وَاقْبَلْ تَوْبَتِي وَأَقِلَّ عَثْرَتِي وَاسْتَجِبْ دَعْوَتِي وَأَعْطِنِي سُؤْلِي. اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمُجْرِمِينَ، وَأَدْخِلْنَا فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Al-ḥamdu lillāhi kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh. Allāhumma lā uḥṣī ṡanā'an 'alaīka anta kamā aṡnaīta 'alā nafsik. Allāhumma ilaīka afaḍtu wa min 'ażābika asyfaqtu wa ilaīka raghibtu wa minka rahibtu, faqbal nusukī wa a'ẓim ajrī warḥam taḍarru'ī waqbal taūbatī wa aqil 'aṡratī wastajib da'watī wa a'ṭinī su'lī. Allāhumma rabbanā taqabbal minnā wa lā taj'alnā minal-mujrimīn, wa adkhilnā fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīna yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak lagi baik dan membawa berkat di dalamnya. Ya Allah, sekali-kali kami tidak mampu menghitung pujian untuk-Mu, sesuai pujian-Mu atas diri-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah diri, dari siksa-Mu aku mohon belas kasihan, dan terhadap rahmat-Mu aku berharap dan atas azab-Mu aku takut. Terimalah ibadahku, perbesarlah pahalaku, sayangilah kerendahan hatiku, terimalah taubatku, perkecilah kekeliruanku, perkenankanlah permohonanku dan berikanlah permintaanku. Ya Allah kabulkanlah doa kami, dan jangan Engkau jadikan kami orang-orang yang berdosa, tetapi masukkanlah kami dalam hamba-Mu yang saleh wahai Tuhan Yang Paling Pengasih."

Hikmah Spiritual Lempar Jumrah

Lempar jumrah bukan sekadar ritual fisik, tetapi sarat makna spiritual.

Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa lempar jumrah merupakan simbol peperangan manusia melawan sifat sombong, tamak, iri hati, dan berbagai bisikan setan.

Karena itu, setiap lemparan kerikil sejatinya menjadi pengingat agar manusia tidak tunduk pada hawa nafsu dan selalu menjaga ketakwaan kepada Allah SWT.

Di sisi lain, ritual ini juga mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap aturan syariat di tengah situasi yang padat dan penuh tantangan.

Pentingnya Menjaga Keselamatan Saat Lempar Jumrah

Pemerintah Arab Saudi setiap tahun terus melakukan pengaturan ketat di area Jamarat untuk menjaga keselamatan jemaah.

Oleh karena itu, jemaah diimbau mengikuti jadwal resmi, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri ketika area terlalu padat.

Selain menjadi ibadah spiritual, lempar jumrah juga mengajarkan pentingnya menjaga ketertiban, kepedulian, dan keselamatan bersama selama menjalankan ibadah haji.

Dengan memahami tata cara lempar jumrah beserta doa-doanya, jemaah diharapkan dapat menjalankan salah satu rukun penting dalam perjalanan haji dengan lebih khusyuk, aman, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar