Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat

Kompas.com, 24 Mei 2026, 16:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah calon haji Indonesia mulai menyiapkan stamina fisik menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Dahnil meninjau fasilitas tenda di Mina dan jalur menuju Jamarat, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026), seperti dilansir Antara.

Menurut Dahnil, jemaah akan menghadapi rute jalan kaki yang cukup panjang saat bergerak dari tenda di Mina menuju area Jamarat untuk melontar jumrah.

Pemerintah juga menyiapkan petugas operasional dan perlindungan di sepanjang jalur Jamarat agar jemaah dapat memperoleh bantuan ketika membutuhkan pertolongan.

Baca juga: Wamenhaj Dahnil Ingatkan Petugas Haji Tidak Pamer di Tanah Suci

Rute Mina-Jamarat bisa 7 kilometer per hari

Dahnil mengatakan, jarak dari tenda terjauh jemaah Indonesia di Markas 12 menuju Jamarat diperkirakan mencapai 3,5 kilometer.

Jarak tersebut membuat jemaah harus berjalan sekitar 7 kilometer per hari jika dihitung pergi dan pulang.

"Dari tenda terjauh kita di Markas 12 ke Jamarat itu kemungkinan 3,5 kilometer. Jadi kalau pulang balik perhitungannya 7 kilometer per hari," kata Wamenhaj Dahnil saat meninjau fasilitas tenda di Mina dan jalur menuju Jamarat, Arab Saudi, pada Sabtu (23/5/2026).

Dahnil menjelaskan, jemaah yang memilih Nafar Awal diperkirakan menempuh total jarak berjalan kaki sekitar 21 kilometer.

Sementara itu, jemaah yang mengambil Nafar Tsani akan menempuh total jarak sekitar 28 kilometer.

Baca juga: Cerita Dahnil soal Jamaah Haji Asal Lampung, Jual Rumah dan Hidup Menumpang demi Berhaji

Fase Mina butuh kesiapan fisik

Dahnil menyebut fase Mina menjadi salah satu tahapan ibadah haji yang paling membutuhkan kesiapan fisik.

Kondisi tersebut berbeda dengan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, saat jemaah lebih banyak berdiam diri untuk berdoa dan berzikir.

Aktivitas melontar jumrah di Jamarat menuntut jemaah berjalan lebih jauh dan tetap menjaga konsentrasi di tengah kepadatan pergerakan.

Karena itu, jemaah diminta mulai mengatur ritme kegiatan sebelum memasuki puncak ibadah haji.

Petugas bersiaga di jalur Jamarat

Dahnil memastikan petugas operasional dan perlindungan siap bersiaga untuk mendampingi jemaah calon haji Indonesia selama menjalani rangkaian ibadah di Mina.

Petugas akan ditempatkan di lima titik pos sepanjang jalur Jamarat.

Mereka dapat dikenali melalui seragam dan topi berwarna cokelat.

"Informasi penting untuk jamaah calon haji kita yang melalui jalur ini, mohon untuk tidak panik dan tetap bergerak secara rombongan. Jika membutuhkan bantuan, petugas berseragam cokelat akan tersebar, sehingga mudah dihubungi saat jamaah calon haji butuh pertolongan," ujar Wamenhaj Dahnil.

Baca juga: Wamenhaj Dahnil Yakin Presiden Prabowo Gembira jika Lihat Semangat Petugas Haji 2026

Jemaah diminta cukup istirahat

Dahnil berpesan agar jemaah calon haji memanfaatkan waktu tersisa sebelum puncak haji untuk beristirahat dengan cukup.

Jemaah juga diminta memperbanyak doa, menjaga pola kesehatan, dan tidak menghabiskan tenaga untuk aktivitas yang tidak mendesak.

Persiapan tersebut dinilai penting agar jemaah kuat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dahnil berharap jemaah tetap tenang, disiplin mengikuti arahan petugas, dan menjaga kebersamaan rombongan selama berada di jalur Mina menuju Jamarat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar