Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji

Kompas.com, 25 Mei 2026, 19:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Jamaah haji reguler asal Indonesia mulai menempati tenda di Mina menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.

Salah satunya jamaah Kloter 40 UPG yang di dalamnya terdapat jamaah asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Mina menjadi lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji karena menjadi tempat mabit dan pelaksanaan lontar jumrah.

Baca juga: Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi

Kawasan Mina berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur Kota Makkah d dikenal sebagai “Kota Tenda Terbesar di Dunia” karena menjadi tempat bermukim sementara jutaan jamaah haji dari berbagai negara selama musim haji berlangsung.

Petugas haji pun memperketat pengaturan pergerakan jamaah demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama berada di kawasan suci tersebut.

Baca juga: Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna

Kloter 40 UPG Tempati Maktab 60 Mina

Kloter 40 UPG menempati Maktab 60 Mina yang dibagi menjadi tiga bagian dengan total 393 jamaah.

Rinciannya, tenda pertama diisi 185 jamaah, tenda kedua sebanyak 128 jamaah, dan tenda ketiga ditempati 80 jamaah.

Tenda-tenda tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari toilet, dapur umum, tempat sampah, klinik kesehatan, hingga layanan pemandu bus menuju Arafah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Abdul Karim Ashri, mengatakan penempatan tenda di Mina telah diatur berdasarkan kloter demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jamaah Indonesia.

“Jadi, kami sudah mengatur sedemikian rupa agar jamaah haji Indonesia mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang layak. Posisi tenda juga disesuaikan berdasarkan aturan kloter,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Jamaah Bersiap Jalani Wukuf dan Lempar Jumrah

Puncak ibadah haji akan berlangsung di Arafah pada 9 Zulhijah melalui rangkaian wukuf yang dimulai sejak azan Zuhur hingga matahari terbenam.

Setelah menjalani wukuf di Padang Arafah, jamaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sekaligus mengumpulkan batu kerikil yang digunakan untuk melontar jumrah di Mina.

Jarak dari Maktab 60 Kloter 40 UPG menuju lokasi pelemparan jumrah diperkirakan sekitar 2 kilometer untuk perjalanan pergi dan sekitar 3 kilometer saat kembali.

Petugas haji juga mengimbau jamaah Indonesia mematuhi pengaturan waktu lontar jumrah demi menghindari kepadatan di kawasan Mina.

“Mulai pukul 09.30 hingga 15.50 WAS, jamaah Indonesia dilarang keluar untuk melempar jumrah karena waktu tersebut digunakan jamaah dari negara lain,” kata Karim.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi risiko penumpukan jamaah di terowongan Mina yang menjadi jalur utama menuju lokasi jamarat.

Jamaah Diminta Waspadai Cuaca Panas Ekstrem

Selain menjaga ketertiban, jamaah juga diminta menyiapkan perlengkapan pribadi seperti air minum, payung, topi, dan kacamata guna menghindari dehidrasi dan paparan panas ekstrem.

Pasalnya, suhu udara di kawasan Mina dapat mencapai 45 derajat Celsius.

Khusus jamaah lanjut usia, petugas haji juga telah menyiapkan layanan badal lontar jumrah untuk membantu pelaksanaan ibadah mereka.

Di tengah lautan tenda putih Mina dan cuaca panas yang menyengat, jamaah haji Indonesia tetap menjalani rangkaian ibadah dengan penuh kesabaran dan kekhusyukan.

Perjalanan spiritual tersebut tidak hanya menjadi pelaksanaan rukun Islam, tetapi juga momentum memperkuat keikhlasan, kebersamaan, dan ketundukan kepada Allah SWT di Tanah Suci.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Jamaah Haji Sidrap Tempati Maktab 60 Mina, Suhu Capai 45 Derajat". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Aktual
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Doa Harian
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Aktual
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Aktual
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Harian
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Doa Harian
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Doa Harian
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Aktual
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Aktual
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Aktual
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Aktual
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Aktual
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar