Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna

Kompas.com, 25 Mei 2026, 21:05 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) semakin dekat dan menjadi fase paling krusial bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Menjelang tahapan tersebut, pemerintah mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan aktivitas berlebihan.

Kesiapan kesehatan dinilai menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah haji dengan lancar.

Baca juga: Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah

Imbauan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Amirulhaj Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, saat meninjau layanan kesehatan haji di Arab Saudi.

"Armuzna tinggal sedikit lagi. Tolong dijaga kesehatannya dengan istirahat yang memadai, makan yang cukup, dan ibadah secukupnya agar energi benar-benar disiapkan untuk Arafah nanti," kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca juga: PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji

Cak Imin Tinjau KKHI dan Rumah Sakit di Arab Saudi

Imbauan tersebut disampaikan Cak Imin saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Saudi German Hospital di Arab Saudi.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia menjelang fase Armuzna yang membutuhkan stamina dan mobilitas tinggi.

Menurutnya, kondisi fisik jemaah harus tetap terjaga agar mampu menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian ibadah haji berikutnya secara optimal.

Ia menilai faktor kesehatan dan daya tahan tubuh sangat menentukan kelancaran ibadah jemaah selama berada di Tanah Suci.

Karena itu, jemaah diminta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan menjelang puncak haji.

Cak Imin Apresiasi Tenaga Kesehatan Haji Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas melayani Jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Menurutnya, para tenaga medis bekerja dengan sangat tangguh di tengah regulasi Pemerintah Arab Saudi yang ketat dan terus mengalami perubahan.

Ia menegaskan pemerintah akan terus menerima masukan dari petugas kesehatan di lapangan untuk menyempurnakan pola pelayanan kesehatan haji ke depan.

"Pola dan mekanisme pelayanan harus menyesuaikan aturan yang berlaku di Arab Saudi, tetapi tetap membawa semangat efisiensi dan manfaat yang lebih besar bagi jamaah," kata Muhaimin Iskandar.

Penyelenggaraan Haji Dinilai Lebih Tertata

Cak Imin juga mengapresiasi berbagai perbaikan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah RI dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Menurutnya, seluruh perencanaan dilakukan lebih detail dan dijalankan secara disiplin sehingga proses persiapan menjelang Armuzna berjalan sesuai target.

Ia berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalani puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan lancar hingga kembali ke Tanah Air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar