Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Potret Toleransi dalam Perayaan Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo

Kompas.com, 28 Mei 2026, 19:14 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Perayaan Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghadirkan potret toleransi antarumat beragama yang hangat dan penuh makna.

Di tengah ribuan jamaah Muslim yang melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, seorang biarawati Katolik tampak diterima tanpa sekat dan berbaur bersama jamaah lainnya.

Momen itu memperlihatkan bagaimana ruang ibadah juga dapat menjadi ruang sosial yang mempererat hubungan antarmanusia di tengah perbedaan keyakinan.

Baca juga: Cerita Seorang Ibu Muslim Ajak Anak Ikut Pindapata Biksu Thudong di Solo: Ajarkan Toleransi

Kehangatan tersebut menjadi gambaran nyata wajah toleransi dan kerukunan masyarakat Yogyakarta.

Suster Joyce Disambut Hangat Jamaah Shalat Idul Adha

“Selamat Hari Raya Idul Adha ya, Ibu,” ujar Suster Joyce kepada seorang perempuan Muslim usai pelaksanaan Shalat Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo, Rabu pagi (27/5/2026).

Baca juga: Kasus Ponpes Pati, Menag: Nol Toleransi Kekerasan Seksual Musuh Bersama

Sapaan itu disambut senyum hangat dari sejumlah ibu-ibu yang duduk di dekatnya. Setelah shalat selesai, Suster Joyce tampak berbincang santai dengan jamaah perempuan yang sedang merapikan mukena dan sajadah.

Di tengah ratusan perempuan yang mengenakan mukena putih dan pastel, pakaian biarawati yang dikenakan Suster Joyce memang terlihat kontras. Namun, suasana akrab membuat perbedaan itu tidak lagi terasa mencolok.

“Perasaan sungkan atau asing menjadi cair, sehingga saya merasa menjadi bagian dari semua yang ada di lapangan,” ujar Suster Joyce.

Alasan Suster Joyce Hadir saat Shalat Idul Adha di Gumuk Pasir

Suster Joyce merupakan biarawati dari Kongregasi Puteri Reina Rosari sekaligus mahasiswa Program Magister Islam Nusantara di UIN Sunan Kalijaga.

Kedatangannya ke Gumuk Pasir Parangkusumo bertujuan melakukan riset mengenai pelaksanaan Shalat Idul Adha di kawasan tersebut.

“Saya sedang meneliti bagaimana Shalat Id di Gumuk Pasir menjadi titik pertemuan antar-iman, budaya lokal, ruang alam, dan media digital,” katanya.

Ia menilai kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan bentang alam unik di pesisir selatan yang sarat cerita dan mitos masyarakat.

Pelaksanaan Shalat Id di ruang terbuka itu menunjukkan bagaimana praktik ibadah dapat menyatu dengan lanskap alam.

Sejak pagi, kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo dipenuhi ribuan jamaah yang datang untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah. Suasana sejuk perlahan berubah hangat ketika matahari mulai terbit dan menyinari hamparan pasir.

Kumandang takbir terdengar bersahut-sahutan dari pengeras suara, berpadu dengan suara angin dan ombak dari arah pantai selatan. Jejak kaki jamaah terlihat memenuhi pasir, sementara kendaraan roda dua, mobil, hingga jip wisata terus berdatangan menuju lokasi.

Warna-warni sajadah mulai dibentangkan di atas pasir. Sebagian jamaah terlebih dahulu menggelar tikar plastik maupun tikar bambu untuk mengurangi pasir yang menembus kain sajadah.

Ketika saf mulai dirapikan dan shalat dimulai, suasana kawasan berubah hening dan khusyuk. Anak-anak tampak berdiri di samping orang tua mereka mengikuti jalannya ibadah.

Hadir Langsung, Suster Joyce Rasakan Pengalaman Berbeda

Kehadiran Suster Joyce di Gumuk Pasir bukan kali pertama. Ia mengaku sebelumnya pernah datang saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan sempat merasakan kecanggungan di tengah ribuan jamaah Muslim.

“Ada rasa segan, sungkan, merasa asing, tapi senang melihat banyak orang beribadah dan turut merasakan sukacita teman-teman Muslim,” ujarnya.

Ia mengetahui pelaksanaan Shalat Id di Gumuk Pasir setelah melihat unggahan media sosial yang sempat viral beberapa waktu lalu. Namun, menurutnya, melihat langsung suasana di lokasi memberikan pengalaman berbeda dibanding hanya menyaksikannya melalui layar.

Saat pelaksanaan shalat berlangsung, Suster Joyce memilih berdiri diam dan menghormati jalannya ibadah. Ia mengaku ikut merasakan kekhusyukan ketika Tuhan dimuliakan di hamparan pasir yang luas.

Setelah khatib selesai menyampaikan khutbah dari mimbar sederhana, sejumlah jamaah perempuan tampak mengajak Suster Joyce berbincang hingga berfoto bersama.

Gumuk Pasir Jadi Ruang Pertemuan Antarumat Beragama

Akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia, Pendeta Risang Anggoro Elliarso, menilai interaksi antarumat beragama menjadi cara efektif untuk melawan intoleransi.

Menurutnya, hubungan yang awalnya berjarak dapat berubah menjadi kedekatan melalui interaksi yang terus terjalin.

Di Indonesia, perayaan hari besar keagamaan memang sering berkembang menjadi ruang sosial tempat masyarakat saling menyapa dan hidup berdampingan. Bahkan, Kementerian Agama mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Indonesia dalam beberapa tahun terakhir konsisten berada pada kategori tinggi.

Bagi masyarakat sekitar, Gumuk Pasir Parangkusumo menjadi salah satu gambaran nyata dari kerukunan tersebut. Kawasan wisata itu tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang bersama tempat ribuan orang berkumpul untuk beribadah.

Bagi Suster Joyce, pengalaman itu meninggalkan refleksi mendalam tentang hubungan antarmanusia di tengah perbedaan keyakinan.

Menurut dia, "Orang lain" adalah Tuhan yang tampak, sekaligus bagian dari dirinya dalam rupa yang lain.

Hamparan pasir yang biasanya dipenuhi wisatawan dan kendaraan jip, pagi itu berubah menjadi ruang pertemuan yang memperlihatkan wajah toleransi di Yogyakarta.

Momen tersebut bukan hanya tentang perayaan Idul Adha, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat saling menghormati dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar