Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 29 Mei 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah haji Indonesia mulai bersiap meninggalkan Tanah Suci untuk kembali ke Indonesia.

Momen kepulangan ini menjadi fase yang penuh haru. Setelah berminggu-minggu menjalani ibadah di Makkah dan Madinah, jutaan doa dan harapan akhirnya mengiringi langkah para jemaah menuju kampung halaman.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI telah menetapkan jadwal resmi pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Proses kepulangan dilakukan secara bertahap dalam dua gelombang dan berlangsung hingga akhir Juni 2026.

Jadwal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M.

Baca juga: Catat, Ini Doa Hari di Tasyrik 2026 untuk Rezeki dan Ampunan Dosa

Kepulangan Dimulai Setelah Hari Tasyrik

Pemulangan jemaah haji dimulai setelah seluruh rangkaian utama ibadah haji selesai dilaksanakan, termasuk lontar jumrah dan tawaf wada.

Bagi jemaah yang mengambil nafar tsani, rangkaian ibadah di Mina selesai pada 13 Zulhijah atau bertepatan dengan 30 Mei 2026. Sehari setelahnya, proses pemulangan mulai dilakukan secara bertahap.

Jemaah haji gelombang pertama akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) di Jeddah menuju Indonesia.

Sementara itu, jemaah gelombang kedua akan terlebih dahulu bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melaksanakan ibadah arbain dan ziarah sebelum dipulangkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Baca juga: Wamenag Puji Penyelenggaraan Haji 2026 yang Dinilai Alami Lompatan Layanan

Jadwal Lengkap Kepulangan Jemaah Haji 2026

Berikut jadwal resmi kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026:

1 Juni 2026 / 15 Zulhijah 1447 H

  • Awal pemulangan jemaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara KAIA Jeddah
  • Awal kedatangan jemaah haji di Tanah Air

7 Juni 2026 / 21 Zulhijah 1447 H

  • Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah menuju Madinah

15 Juni 2026 / 29 Zulhijah 1447 H

  • Akhir pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah ke Indonesia

16 Juni 2026 / 1 Muharam 1448 H

  • Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
  • Awal pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Indonesia
  • Awal kedatangan jemaah gelombang II di Tanah Air

21 Juni 2026 / 6 Muharam 1448 H

  • Akhir pemberangkatan jemaah gelombang II dari Makkah menuju Madinah

30 Juni 2026 / 15 Muharam 1448 H

  • Akhir pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Indonesia

1 Juli 2026 / 16 Muharam 1448 H

  • Akhir kedatangan jemaah haji kloter terakhir di Tanah Air

Dengan jadwal tersebut, operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026 secara resmi berakhir pada 1 Juli 2026.

Perbedaan Gelombang I dan Gelombang II

Dalam sistem penyelenggaraan haji Indonesia, jemaah dibagi menjadi dua gelombang keberangkatan dan kepulangan.

Gelombang pertama biasanya berangkat lebih awal ke Madinah sebelum menuju Makkah. Saat pulang, mereka kembali ke Indonesia melalui Jeddah.

Sementara gelombang kedua berangkat lebih dahulu ke Makkah. Setelah puncak haji selesai, mereka baru bergerak ke Madinah sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Skema ini diterapkan untuk mengatur arus pergerakan jutaan jemaah agar lebih tertib dan mengurangi kepadatan di bandara maupun kota suci.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Haji dan Umrah karya H Syamsul Ma’arif dijelaskan bahwa pengaturan gelombang menjadi bagian penting dalam sistem logistik haji modern.

Tanpa pengaturan tersebut, pergerakan jemaah dalam jumlah besar berisiko menimbulkan kepadatan ekstrem di berbagai titik layanan.

Baca juga: Puncak Haji 2026, Ambulans Udara Disiagakan untuk Kondisi Darurat

Tawaf Wada Jadi Penutup Ibadah Haji

Sebelum meninggalkan Makkah, jemaah haji diwajibkan melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram.

Tawaf wada menjadi simbol perpisahan dengan Tanah Suci setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Dalam kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa tawaf wada termasuk ibadah penting sebelum meninggalkan Makkah bagi jemaah nonpenduduk.

Oleh karena itu, suasana haru sering terasa ketika jemaah melakukan tawaf terakhir mengelilingi Ka’bah. Banyak jemaah memanjatkan doa agar suatu hari bisa kembali lagi ke Baitullah.

Tantangan Besar Pemulangan Jemaah Haji

Pemulangan jemaah haji bukan perkara sederhana. Pemerintah Indonesia harus mengatur ribuan penerbangan, distribusi koper, layanan kesehatan, hingga pengawalan jemaah lansia.

Dalam buku Haji dari Masa ke Masa karya Prof Dr M Quraish Shihab dijelaskan bahwa penyelenggaraan haji modern membutuhkan koordinasi lintas negara dan sistem pelayanan yang sangat kompleks. Apalagi Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

Karena itulah, fase pemulangan menjadi tahap krusial agar seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan nyaman.

Baca juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap dan Jam Larangan Lontar Jumrah Jemaah Haji 2026

Imbauan untuk Jemaah Menjelang Kepulangan

Petugas haji juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang kepulangan.

Cuaca panas di Arab Saudi, aktivitas ibadah yang padat, serta perjalanan panjang menuju Indonesia membuat jemaah diminta memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih.

Selain itu, jemaah diminta memperhatikan jadwal keberangkatan sesuai kloter masing-masing serta memastikan dokumen perjalanan tidak tertinggal.

Petugas juga mengimbau jemaah tidak membawa barang berlebihan agar proses pemeriksaan di bandara berjalan lancar.

Kepulangan yang Sarat Makna Spiritual

Bagi banyak jemaah, perjalanan pulang dari Tanah Suci bukan sekadar akhir dari ibadah haji.

Momen tersebut justru menjadi awal untuk menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam berbagai kajian ulama dijelaskan bahwa haji mabrur tercermin dari perubahan sikap, akhlak, dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT setelah kembali ke tanah air.

Karena itu, kepulangan jemaah haji selalu disambut penuh harapan oleh keluarga dan masyarakat.

Tidak sedikit yang berharap para tamu Allah membawa keberkahan, doa-doa baik, serta semangat spiritual baru sepulang dari Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar