Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Haji 2026 Bebas Wabah, Arab Saudi Berikan 2,5 Juta Layanan Kesehatan

Kompas.com, 31 Mei 2026, 08:14 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan operasi kesehatan musim haji 2026 berjalan sukses.

Kementerian memastikan tidak ada wabah epidemi maupun ancaman kesehatan masyarakat yang tercatat di kalangan jemaah haji.

Layanan kesehatan diberikan sejak awal musim haji hingga 12 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 29 Mei 2026.

Secara keseluruhan, tim medis memberikan lebih dari 2,5 juta layanan kesehatan kepada para jemaah.

Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Tak Langsung Tawaf Ifadah Usai dari Mina

Lebih dari 114.000 jemaah dilayani di pusat kesehatan

Dilansir dari Saudi Gazette, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Arab Saudi, sebanyak 114.889 orang mendapatkan layanan di pusat kesehatan dan fasilitas perawatan darurat.

Sementara itu, unit gawat darurat menangani 58.462 kasus selama musim haji.

Klinik rawat jalan juga menerima 29.846 pasien.

Selain itu, sebanyak 8.342 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Ratusan prosedur bedah dilakukan

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat tim spesialis melakukan 410 prosedur bedah selama musim haji 2026.

Dari jumlah tersebut, 323 di antaranya merupakan tindakan kateterisasi jantung.

Tim medis juga melakukan 33 operasi jantung terbuka.

Layanan tersebut menjadi bagian dari dukungan medis bagi jemaah yang membutuhkan penanganan khusus selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Layanan pencegahan dan pusat panggilan diperkuat

Otoritas kesehatan Arab Saudi juga meningkatkan kampanye kesadaran dan pencegahan selama musim haji.

Lebih dari 292.585 layanan preventif diberikan kepada jemaah.

Selain layanan langsung di lapangan, pusat panggilan terpadu 937 menerima lebih dari satu juta panggilan.

Pusat panggilan tersebut memberikan dukungan medis dan konsultasi selama 24 jam dalam tujuh bahasa.

Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul

Drone hingga robot medis digunakan

Musim haji 2026 juga ditandai dengan penggunaan teknologi medis canggih.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah drone untuk mengangkut obat-obatan dan peralatan penting secara cepat.

Selain itu, dokter bedah spesialis memanfaatkan robot medis untuk menangani prosedur kompleks.

Jam tangan pintar juga digunakan untuk memantau tanda-tanda vital jemaah berisiko tinggi dari jarak jauh.

Arab Saudi sebut komitmen pada layanan kesehatan inovatif

Penggunaan teknologi dalam layanan kesehatan haji disebut sebagai bagian dari komitmen Arab Saudi untuk menghadirkan solusi medis yang inovatif.

Dengan dukungan fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan teknologi pemantauan, otoritas berupaya menjaga keselamatan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan rangkaian operasi kesehatan haji 2026 ditutup tanpa adanya wabah maupun ancaman kesehatan masyarakat di antara jemaah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur
Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur
Aktual
Jangan Ditinggalkan, Ini Keutamaan Shalat Dhuha yang Disebutkan Rasulullah SAW
Jangan Ditinggalkan, Ini Keutamaan Shalat Dhuha yang Disebutkan Rasulullah SAW
Aktual
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group
Aktual
Sholat Dhuha: Pengertian, Hukum, dan Dalil Kesunnahannya dalam Islam
Sholat Dhuha: Pengertian, Hukum, dan Dalil Kesunnahannya dalam Islam
Aktual
Haji 2026 Bebas Wabah, Arab Saudi Berikan 2,5 Juta Layanan Kesehatan
Haji 2026 Bebas Wabah, Arab Saudi Berikan 2,5 Juta Layanan Kesehatan
Aktual
Arab Saudi Bagikan 1,9 Juta Al Quran Terjemahan 80 Bahasa ke Jamaah Haji Dunia
Arab Saudi Bagikan 1,9 Juta Al Quran Terjemahan 80 Bahasa ke Jamaah Haji Dunia
Aktual
Kapan Waktu Shalat Dhuha Dimulai dan Berakhir? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kapan Waktu Shalat Dhuha Dimulai dan Berakhir? Ini Penjelasan Lengkapnya
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Tak Langsung Tawaf Ifadah Usai dari Mina
Jemaah Haji Diimbau Tak Langsung Tawaf Ifadah Usai dari Mina
Aktual
Nahdlatul Ulama dan Jalan Diplomasi Global, Urgensi LHINU
Nahdlatul Ulama dan Jalan Diplomasi Global, Urgensi LHINU
Aktual
Wamenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Armuzna Tuntas
Wamenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Armuzna Tuntas
Aktual
Jemaah Nafar Tsani Mulai Tinggalkan Mina, Kemenhaj Pastikan Armuzna Terkendali
Jemaah Nafar Tsani Mulai Tinggalkan Mina, Kemenhaj Pastikan Armuzna Terkendali
Aktual
Mengapa Air Zamzam Istimewa? Ini 6 Keutamaannya Menurut Hadis
Mengapa Air Zamzam Istimewa? Ini 6 Keutamaannya Menurut Hadis
Aktual
Benarkah Malaikat Sudah Berhaji 2.000 Tahun Sebelum Nabi Adam Diciptakan?
Benarkah Malaikat Sudah Berhaji 2.000 Tahun Sebelum Nabi Adam Diciptakan?
Aktual
Sebut 'Bangsa Tak Pernah Tidur', Wakil Emir Makkah Ungkap Kunci Sukses Haji 2026
Sebut "Bangsa Tak Pernah Tidur", Wakil Emir Makkah Ungkap Kunci Sukses Haji 2026
Aktual
Dulu Padat, Kompleks Jamarat Mina Kini Bisa Tampung 300 Ribu Jemaah per Jam
Dulu Padat, Kompleks Jamarat Mina Kini Bisa Tampung 300 Ribu Jemaah per Jam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com