Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Armuzna Tuntas

Kompas.com, 30 Mei 2026, 20:39 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna telah selesai.

Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Hal itu disampaikan Dahnil saat meninjau langsung proses akhir pergerakan jemaah haji Indonesia di Mina, Sabtu (30/5/2026).

Tanggal tersebut bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H atau hari Tasyrik ketiga.

Baca juga: Jemaah Nafar Tsani Mulai Tinggalkan Mina, Kemenhaj Pastikan Armuzna Terkendali

Seluruh jemaah sudah tinggalkan Mina

Dahnil mengatakan, jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani menjadi rombongan terakhir yang diberangkatkan dari Mina.

Sebelumnya, jemaah yang mengambil Nafar Awal telah lebih dahulu meninggalkan Mina setelah menyelesaikan lontar jumrah.

“Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang melakukan Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jemaah Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah tuntas,” ujar Wamenhaj.

Dahnil menegaskan, per pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina.

Ia memastikan tenda jemaah haji Indonesia di Mina sudah kosong dan tidak ada lagi jemaah yang tertinggal.

“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” katanya.

Baca juga: Dulu Padat, Kompleks Jamarat Mina Kini Bisa Tampung 300 Ribu Jemaah per Jam

Fase Armuzna dinilai berjalan baik

Menurut Dahnil, fase Armuzna tahun ini secara umum telah dilalui dengan baik.

Ia menyebut terdapat sejumlah kemajuan layanan dan perubahan tata kelola dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Meski demikian, Dahnil mengakui masih ada sejumlah catatan penting yang perlu dievaluasi Kementerian Haji dan Umrah.

Evaluasi tersebut terutama berkaitan dengan pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.

“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” jelasnya.

Kemenhaj minta maaf atas kekurangan layanan

Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, Dahnil menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia.

Permohonan maaf itu disampaikan apabila selama fase puncak Armuzna masih terdapat kekurangan, kekhilafan, atau pelayanan yang belum sepenuhnya sesuai harapan.

“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” tuturnya.

Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan petugas dengan tertib selama berada di Mina.

Ia turut berterima kasih kepada seluruh petugas yang telah melayani jemaah selama fase Armuzna.

“Sekali lagi, terima kasih untuk jemaah-jemaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT,” ujarnya.

Baca juga: Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah

Petugas diminta tetap fokus pada fase pemulangan

Dahnil mengatakan, setelah fase Armuzna selesai, penyelenggaraan ibadah haji akan memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Ia meminta seluruh petugas tetap bekerja dengan dedikasi penuh selama fase tersebut.

Petugas juga diminta menjaga pelayanan di hotel-hotel jemaah, serta tetap mengedepankan sikap simpatik dan empatik.

“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jemaah,” ujarnya.

Jemaah diimbau jaga kesehatan sebelum pulang

Dahnil juga mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta seluruh jemaah haji Indonesia untuk tetap tertib selama menunggu jadwal kepulangan.

Jemaah diminta menjaga kondisi kesehatan dan tidak berlebihan melakukan aktivitas di luar hotel.

Menurut Dahnil, kondisi fisik jemaah perlu dijaga agar mereka tetap sehat hingga kembali ke Indonesia.

“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkasnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar