Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arkeolog Temukan Harta Karun Emas Berusia 1.200 Tahun di Jalur Haji Kuno Arab Saudi

Kompas.com, 4 Juni 2026, 15:14 WIB
Khairina

Penulis


KOMPAS.com — Tim arkeolog di Arab Saudi berhasil menemukan timbunan harta karun luar biasa berupa emas, perak, dan batu permata berusia 1.200 tahun.

Uniknya, benda-benda berharga ini ditemukan terkubur di sepanjang jalur ziarah (haji) abad pertengahan yang menghubungkan Irak dan Makkah.

Harta karun ini ditemukan tersimpan rapi di dalam sebuah guci tanah liat kuno di situs purbakala Dhariyah, wilayah Al-Qassim, Arab Saudi.

Para peneliti menduga, perhiasan mewah ini sengaja dikubur oleh seorang jemaah haji kaya yang sedang melakukan perjalanan suci lebih dari seribu tahun yang lalu.

Karena nilai sejarahnya yang sangat tinggi, tim arkeolog dari Komisi Warisan Budaya Arab Saudi menjuluki temuan ini sebagai "Harta Karun Dhariyah" (Dhariyah Treasure).

Baca juga: Disulam Benang Emas, Ini Proses Pembuatan Kiswah Kabah

Hasil Penggalian Panjang Selama Enam Tahun

Penemuan spektakuler yang baru saja diumumkan ke publik ini bukanlah hasil dari kerja semalam. Tim arkeolog dari Komisi Warisan Budaya Arab Saudi diketahui telah melakukan ekskavasi dan meneliti situs Dhariyah secara intensif selama enam tahun terakhir.

Puncaknya terjadi pada musim penggalian terbaru ini. Setelah melalui proses analisis laboratorium yang panjang—termasuk penanggalan radiokarbon terhadap sisa-sisa organik di lokasi—para ahli menyimpulkan bahwa permukiman utama di situs Dhariyah ini aktif pada periode tahun 743 hingga 753 Masehi.

Artinya, harta karun ini kemungkinan besar dikubur pada tahun-tahun awal berdirinya Kekhalifahan Abbasiyah (berkuasa 750–1258 M). Ini adalah era yang kelak menjadi cikal bakal lahirnya Zaman Keemasan Islam (Islamic Golden Age), sebuah masa di mana ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan berkembang pesat dari Afrika Utara hingga Iran.

"Salah satu penemuan paling penting dari musim keenam penggalian ini adalah terungkapnya 'Harta Karun Dhariyah', yang terdiri dari koleksi kepingan emas, batu permata, dan fragmen tembaga yang teroksidasi," ujar salah satu pakar laboratorium Komisi Warisan Budaya Arab Saudi dalam keterangan resminya.

Baca juga: MUI Masih Kaji Nisab Zakat 2026 Berbasis Emas 14 Karat Versi Baznas

Kejutan di Balik Dinding Rumah Kuno

Sebelum menemukan guci berisi emas tersebut, tim arkeolog yang telah meneliti situs Dhariyah selama enam tahun sebenarnya sedang berfokus memetakan sisa-sisa arsitektur permukiman kuno.

Di lokasi tersebut, mereka menemukan bak air yang terbuat dari gips, dinding-dinding bangunan tempat tinggal, serta pecahan tembikar dan kaca sehari-hari.

Namun, penemuan guci keramik berisi lebih dari 100 buah perhiasan emas dan perak di dalam salah satu struktur bangunan benar-benar di luar ekspektasi tim.

Sebagai informasi, pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, Dhariyah merupakan wilayah strategis yang menjadi stasiun persinggahan utama bagi para jemaah haji yang berjalan kaki atau berkuda dari Basra (kota pelabuhan di Irak selatan) menuju kota suci Makkah di barat Arab Saudi.

Baca juga: Investasi Emas Makin Tren, Ini Batas Syariat yang Wajib Dipahami

Mahakarya Pengrajin Logam Abad Pertengahan

Meskipun ditemukan di jalur haji, para ahli belum bisa memastikan 100 persen alasan mengapa perhiasan-perhiasan mewah tersebut dikubur di sana, atau apakah pemiliknya adalah seorang jemaah yang terpaksa menyembunyikannya karena faktor keamanan.

Namun, satu hal yang pasti: perhiasan tersebut memiliki kualitas keindahan yang luar biasa.

Laporan dari Gulf News menyebutkan bahwa perhiasan-perhiasan tersebut dihiasi dengan motif tumbuhan (flora) dan geometris yang rumit.

Teknik pembuatannya pun sangat maju pada zamannya. Para pengrajin logam abad pertengahan membentuk lembaran-lembaran emas tipis, membuat ukiran timbul atau embossing dan menatahnya dengan batu-batu permata berharga atau semiprecious gems.

Hingga saat ini, situs Dhariyah masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Pihak otoritas warisan budaya Arab Saudi pun telah merencanakan penggalian lanjutan di masa mendatang untuk mengungkap lebih banyak tabir sejarah Islam di jalur sutra jiarah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar