Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 5 Juni 2026 tentang Pancasila, Ini Nilai Islam dalam Lima Sila

Kompas.com, 5 Juni 2026, 07:56 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Pancasila bukan hanya dasar negara yang menyatukan bangsa Indonesia dalam keberagaman, tetapi juga memuat nilai-nilai luhur yang sejalan dengan ajaran Islam.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menegakkan keadilan, menghormati kemanusiaan, serta menghidupkan semangat musyawarah sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Khutbah Jumat yang dibawakan KH Misbahul Munir SAg MM, Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang ini mengajak jamaah untuk memahami kembali bahwa sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip Islam, melainkan selaras dengan pesan Alquran tentang tauhid, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Melalui momentum khutbah ini, umat Islam diingatkan agar terus merawat kebhinnekaan, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan takwa sebagai dasar dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, adil, dan beradab.

السَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْعَظِيْمِ الْقَادِرِ، بَارِئِ الْخَلَائِقِ مِنْ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ

مَنْ زَيَّنَ الدُّنْيَا بِكُلِّ جَمَالِهَا، وَحَبَا الْبِلَادَ بِفَضْلِهِ الْمُتَكَاثِرِ

جَعَلَ الشُّعُوْبَ عَلَى التَّنَوُّعِ هَيْئَةً، كَأَزَاهِرِالرَّوْضِ الْبَهِيِّ النَّاضِرِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ عَبْدٍ مُعْتَرِفٍ بِالتَّقْصِيْرِ، رَاجٍ لِعَفْوِ رَبِّهِ الْعَفُوِّ الْغَفُوْرِ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ وَوَالَاه

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الَّذِيْ يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ. فَالتَّقْوَى حِصْنٌ مَنِيْعٌ، وَمَلْجَأٌ رَفِيْعٌ

فَقَدْقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ: أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

صدق الله العظيم

Sidang Jumat yang berbahagia

Dengan diiringi oleh rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Allah Subhanahu wata’ala saya ingin menyampaikan wasiat taqwa kepada saudara -saudara sekalian dalam arti dan dengan cara imtitsalul awamir wajtinabun nawahi.

Mari kita berusaha untuk melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya, dengan demikian insya Allah kita akan tergolong sebagai orang yang taqwa disertai dengan perilaku yang sesuai dengan petunjuk Alquran.

Hadirin rahimakumullah..

Di antara kado istimewa yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa Indonesia adalah hadirnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.. Dengan ideologi yang menjadi dasar negara, Pancasila mampu menyatukan keragaman yang ada dengan lima sila yang ada di dalamnya.

Jika dipahami secara mendalam, kelima sila yang ada dalam Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip dasar agama Islam. Bahkan sila-sila yang ada dalam Pancasila selaras dengan firman-firman Allah SWT yang termaktub dalam Alquran.

Sila pertama yakni “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ selaras dengan firman Allah yang menegaskan keesaanNya dan memuat kandungan ketauhidan atau at-tauhid. Hal ini selaras dengan Alquran Surat Al-Ikhlas ayat 1:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Artinya : Katakanlah (Muhammad) “Dialah Allah, Yang Maha Esa”

Sila pertama, ini bukan sekadar kalimat pajangan, melainkan sebuah fondasi spiritual yang sangat fundamental bagi bangsa ini.

Sila ini selaras dengan firman Allah SWT yang menegaskan keesaan-Nya secara mutlak, sebuah konsep yang dalam Islam menjadi inti dari fondasi keimanan, yaitu at-tauhid. Melalui sila ini, para pendiri bangsa—termasuk di dalamnya para ulama—ingin memastikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan, bangsa yang menolak ateisme, dan bangsa yang aktivitas dunianya selalu dipertanggungjawabkan kepada Zat Yang Mahatunggal."

Baca juga: Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat

Selanjutnya sila kedua “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab “juga termaktub dalam Alquran yang berisi kandungan kemanusiaan atau al -insaniyyah. Hal ini disebutkan dalam Alquran surat An-Nisa ayat 135:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ ۚ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَاۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ تَعْدِلُوْا ۚ وَاِنْ تَلْوٗٓا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا

Artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan."

Sila 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab', sejatinya merupakan manifestasi dari konsep Al-Insaniyyah (humanisme Islam) yang dijunjung tinggi di dalam Alquran. Islam datang bukan hanya untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya (hablum minallah), melainkan juga untuk memuliakan hubungan antar-sesama manusia (hablum minannas). Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab ini juga termaktub dengan sangat indah dalam Alquran Surat al-Maidah ayat 8:S

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

'...Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.'

Sila kedua ini menegaskan bahwa dalam pandangan Alquran, seorang manusia baru bisa dikatakan beradab apabila ia mampu menegakkan keadilan dan menghormati hak-hak kemanusiaan orang lain, tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun golongannya."

Baca juga: Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Setelah Idul Adha, Jangan Biarkan Spirit Qurban Berlalu

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Kemudian sila ketiga “ Persatuan Indonesia “ adalah sila yang memuat prinsip-prinsip integrasi dan persatuan atau al-wahdah. Allah pun telah menegaskan persatuan di tengah perbedaan ini dalam Alqyran yang termaktub dalam surat Al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya “ Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti."

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...

Adapun sila Keempat “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan” mengusung nilai-nilai kebersamaan dan musyawarah atau al-ijma Terkait dengan permusyawaratan ini, banyak disebutkan dalam ayat-ayat Alquran yang salah satunya adalah dalam Surat As-Syura ayat 38:

وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۚ

Artinya : “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka. Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Baca juga: Khutbah Jumat 22 Mei 2026: Pentingnya Shalat Lima Waktu

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...

Dan terakhir, Sila Kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” memuat misi untuk mewujudkan keadilan atau al-adalah. Prinsip keadilan ini termaktub dalam surat An-Nahl ayat 90

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantua kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Dari semua sila dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa telah menyatukan keragaman yang ada di Indonesia tersimpul dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Nilai-nilai ini harus terus kita tanamkan dan wariskan kepada generasi penerus sehingga Indonesia akan senantiasa Jaya.

Demikianlah khutbah ini kami sampaikan semoga Allah senantiasa melindungi bangsa Indonesia agar tetap damai dan selalu kompak menjaga kebersamaan dalam kebhinnekaan. Amin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا ذُرِّيَّتَنَا، وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا مَلِيئَةً بِالْمَحَبَّةِ وَالرَّحْمَةِ، وَجَنِّبْنَا الْعُنْفَ وَالظُّلْمَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar