Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia

Kompas.com, 7 Juni 2026, 12:10 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Ketika banyak negara masih berjuang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan, Arab Saudi justru menunjukkan langkah ambisius yang menarik perhatian dunia.

Melalui berbagai proyek penghijauan, konservasi laut, hingga pengembangan kota berkelanjutan, Kerajaan Arab Saudi menjadikan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari transformasi nasional menuju Visi 2030.

Momentum itu kembali ditunjukkan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni.

Berbagai program konservasi dan pembangunan berkelanjutan dipamerkan sebagai bukti komitmen Arab Saudi dalam menjaga alam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Peringatan yang dipimpin Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) tersebut menjadi panggung bagi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menunjukkan upaya mereka dalam menghadapi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Baca juga: Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia

Laut Merah Jadi Prioritas Perlindungan

Salah satu fokus utama Arab Saudi adalah menjaga ekosistem Laut Merah yang dikenal sebagai salah satu kawasan laut paling berharga di dunia.

Membentang lebih dari 1.800 kilometer dengan luas sekitar 186.000 kilometer persegi, Laut Merah menjadi rumah bagi sistem terumbu karang terbesar keempat di dunia. Kawasan ini bahkan menampung sekitar 6,2 persen dari total terumbu karang global.

Menariknya, Arab Saudi menerapkan pendekatan "perlindungan sebelum pembangunan". Artinya, standar konservasi lingkungan diterapkan terlebih dahulu sebelum kawasan tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata berskala besar.

Melalui Strategi Keberlanjutan Laut Merah Nasional, pemerintah menargetkan peningkatan kawasan konservasi pesisir dan laut dari 3 persen menjadi 30 persen pada tahun 2030. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi biru yang berkelanjutan.

Menanam Jutaan Pohon di Tengah Gurun

Tak hanya fokus pada laut, Arab Saudi juga melakukan rehabilitasi lingkungan dalam skala besar di wilayah gurun.

Otoritas Pengembangan Cagar Alam Kerajaan Raja Salman mengungkapkan bahwa lebih dari 750.000 hektare lahan terdegradasi telah dipulihkan.

Selain itu, lebih dari empat juta bibit pohon telah ditanam untuk mengembalikan tutupan vegetasi sekaligus menciptakan habitat aman bagi satwa liar dan tanaman asli kawasan tersebut.

Program restorasi ini menjadi salah satu proyek lingkungan terbesar di kawasan Timur Tengah dan mendukung target besar Saudi Green Initiative yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di seluruh negeri.

Asir, Surga Hijau yang Tak Banyak Diketahui

Di balik citra Arab Saudi sebagai negara gurun, terdapat kawasan pegunungan hijau yang kaya keanekaragaman hayati, yakni wilayah Asir.

Terletak di bagian barat daya negara itu, Asir memiliki iklim yang relatif sejuk dengan curah hujan musiman yang mendukung pertumbuhan hutan juniper, zaitun liar, akasia, hingga berbagai tanaman obat dan aromatik.

Kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai spesies burung lokal maupun migran, menjadikannya salah satu wilayah dengan biodiversitas terkaya di Arab Saudi.

Pemerintah setempat terus memperluas kawasan lindung dan mengembangkan ekowisata untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan pengembangan ekonomi daerah.

Makkah Makin Hijau untuk Jemaah dan Warga

Kota suci Makkah juga menjadi bagian dari transformasi lingkungan Arab Saudi.

Pemerintah kota memperluas program penghijauan melalui penanaman pohon, pembangunan taman kota, serta penambahan ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati warga dan jutaan jemaah yang datang setiap tahun.

Selain itu, sistem pengelolaan sampah dan daur ulang terus diperkuat dengan dukungan teknologi pemantauan lingkungan berbasis digital.

Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan kota yang lebih nyaman, bersih, dan berkelanjutan bagi penduduk maupun para tamu yang berkunjung ke Tanah Suci.

Kampus Jadi Pusat Inovasi Lingkungan

Peran dunia akademik juga semakin menonjol dalam agenda keberlanjutan Arab Saudi.

King Khalid University di Abha, misalnya, menjadikan isu lingkungan sebagai bagian utama strategi riset menuju 2030.

Universitas tersebut telah mendokumentasikan lebih dari 20.000 sampel tanaman, melakukan 500 survei lapangan, menerbitkan 200 karya ilmiah, dan menyelesaikan lebih dari 50 proyek lingkungan.

Para peneliti kini mengembangkan berbagai inovasi mulai dari pertanian pintar, teknologi daur ulang, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk melindungi hutan dan sumber daya alam.

Baca juga: Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon

Lingkungan Jadi Kunci Masa Depan Arab Saudi

Berbagai program yang dipamerkan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia menunjukkan perubahan besar dalam cara Arab Saudi memandang pembangunan.

Jika sebelumnya ekonomi identik dengan eksploitasi sumber daya, kini perlindungan lingkungan justru ditempatkan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi, inovasi ilmiah, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui Visi 2030, Arab Saudi berupaya membuktikan bahwa pembangunan modern tidak harus mengorbankan alam, tetapi justru dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga bumi untuk generasi mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar