Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah

Kompas.com, 7 Juni 2026, 21:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kalender Hijriah menjadi sistem penanggalan yang digunakan umat Islam untuk menentukan berbagai hari besar keagamaan, seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, hingga Tahun Baru Islam.

Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari, kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan atau lunar sebagai dasar perhitungannya.

Selain memiliki sistem penanggalan yang berbeda, kalender Hijriah juga mempunyai nama-nama bulan yang sarat makna sejarah dan budaya.

Baca juga: Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan

Sebagian besar nama bulan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab sebelum Islam dan tetap dipertahankan karena telah dikenal luas oleh masyarakat pada masa Nabi Muhammad SAW.

Mengenal Kalender Hijriah dan Asal-Usul Nama Bulannya

Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam dalam menentukan waktu ibadah dan perayaan keagamaan.

Baca juga: Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan

Kalender ini juga dikenal sebagai kalender Islam atau kalender lunar karena didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi.

Dalam satu tahun Hijriah terdapat 12 bulan yang masing-masing memiliki sejarah, makna, dan latar belakang penamaan tersendiri.

Banyak nama bulan tersebut berkaitan dengan musim, kondisi alam, kebiasaan masyarakat Arab, hingga peristiwa tertentu yang terjadi pada masa lampau.

Daftar Nama Bulan Hijriah dan Artinya

Berikut nama 12 bulan dalam satu tahun Hijriah sesuai urutan:

1. Muharram

Muharram berarti "yang dihormati".

Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dimuliakan dan di dalamnya peperangan dilarang.

Muharram telah dihormati oleh masyarakat Arab sejak masa pra-Islam dan tetap dipertahankan dalam ajaran Islam.

2. Safar

Safar berasal dari kata "ashfar" yang berarti kuning.

Penamaan ini dikaitkan dengan wabah penyakit kuning yang pernah terjadi pada masa lalu.

Ada pula pendapat yang menyebut nama Safar berasal dari kata "shifrun" yang berarti kosong, karena rumah-rumah penduduk ditinggalkan saat mereka pergi berperang.

3. Rabiul Awal

Nama Rabiul Awal berkaitan dengan musim semi.

Kata "rabi'" berarti musim semi, hujan, atau rerumputan hijau yang tumbuh subur.

Bulan ini juga dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

4. Rabiul Akhir atau Rabiuts Tsani

Rabiul Akhir merupakan kelanjutan dari Rabiul Awal.

Namanya masih merujuk pada musim semi dan dalam tradisi masyarakat Arab dianggap sebagai pertengahan atau puncak musim semi.

5. Jumadil Awal

Nama Jumadil Awal berasal dari kata "jumadi" yang berkaitan dengan musim dingin.

Pada masa itu, air diyakini membeku akibat suhu yang sangat rendah.

Penamaan ini menggambarkan kondisi alam yang terjadi di sebagian wilayah Arab.

6. Jumadil Akhir atau Jumadits Tsani

Seperti bulan sebelumnya, Jumadil Akhir juga berkaitan dengan musim dingin.

Kata "jumad" berarti beku dan menggambarkan cuaca dingin yang berlangsung cukup lama.

7. Rajab

Rajab termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.

Nama Rajab berasal dari kata "tarjib" yang berarti menghormati atau mengagungkan.

Pada bulan ini, masyarakat Arab menghentikan peperangan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan yang dianggap suci.

8. Sya'ban

Sya'ban berasal dari kata "sya'aba" yang berarti berpencar.

Masyarakat Arab pada masa lalu biasanya berpencar untuk mencari sumber air atau melakukan perjalanan.

Bulan ini berada di antara dua bulan yang memiliki keutamaan besar, yaitu Rajab dan Ramadan.

9. Ramadan

Ramadan berasal dari kata "ramadha" yang berarti panas yang membakar.

Nama ini muncul karena bulan tersebut sering bertepatan dengan musim panas.

Dalam Islam, Ramadan menjadi bulan suci yang diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

10. Syawal

Syawal berasal dari kata "syawwala" yang berarti naik atau meninggi.

Salah satu penafsiran mengaitkannya dengan gerakan ekor unta saat musim kawin.

Pada masa Jahiliyah, bulan ini dianggap tidak baik untuk menikah, namun keyakinan tersebut dihapuskan dalam Islam.

11. Dzulqa'dah

Dzulqa'dah berarti "bulan duduk".

Nama ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab yang menghentikan peperangan dan perjalanan jauh sebagai persiapan menuju musim haji.

Dzulqa'dah juga termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.

12. Dzulhijjah

Dzulhijjah berarti "bulan haji".

Pada bulan inilah umat Islam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Dzulhijjah juga termasuk bulan haram dan menjadi penutup rangkaian musim haji yang dimulai sejak Syawal dan Dzulqa'dah.

Makna Nama-Nama Bulan Hijriah

Nama-nama bulan dalam kalender Hijriah tidak sekadar menjadi penanda waktu, tetapi juga menyimpan jejak sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat Arab yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Sebagian nama menggambarkan kondisi musim, sebagian lainnya berkaitan dengan kebiasaan sosial dan aktivitas masyarakat pada masa itu.

Dengan memahami asal-usul dan arti nama bulan Hijriah, umat Islam dapat lebih mengenal sejarah kalender Islam sekaligus memahami makna spiritual yang terkandung dalam setiap bulan yang menjadi pedoman pelaksanaan ibadah dan perayaan keagamaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Aktual
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Aktual
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Aktual
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Aktual
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Aktual
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Aktual
 300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
Aktual
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Aktual
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Aktual
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Aktual
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Aktual
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Aktual
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com