Editor
KOMPAS.com - Kalender Hijriah menjadi sistem penanggalan yang digunakan umat Islam untuk menentukan berbagai hari besar keagamaan, seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, hingga Tahun Baru Islam.
Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari, kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan atau lunar sebagai dasar perhitungannya.
Selain memiliki sistem penanggalan yang berbeda, kalender Hijriah juga mempunyai nama-nama bulan yang sarat makna sejarah dan budaya.
Baca juga: Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Sebagian besar nama bulan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab sebelum Islam dan tetap dipertahankan karena telah dikenal luas oleh masyarakat pada masa Nabi Muhammad SAW.
Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam dalam menentukan waktu ibadah dan perayaan keagamaan.
Baca juga: Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Kalender ini juga dikenal sebagai kalender Islam atau kalender lunar karena didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi.
Dalam satu tahun Hijriah terdapat 12 bulan yang masing-masing memiliki sejarah, makna, dan latar belakang penamaan tersendiri.
Banyak nama bulan tersebut berkaitan dengan musim, kondisi alam, kebiasaan masyarakat Arab, hingga peristiwa tertentu yang terjadi pada masa lampau.
Berikut nama 12 bulan dalam satu tahun Hijriah sesuai urutan:
Muharram berarti "yang dihormati".
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dimuliakan dan di dalamnya peperangan dilarang.
Muharram telah dihormati oleh masyarakat Arab sejak masa pra-Islam dan tetap dipertahankan dalam ajaran Islam.
Safar berasal dari kata "ashfar" yang berarti kuning.
Penamaan ini dikaitkan dengan wabah penyakit kuning yang pernah terjadi pada masa lalu.
Ada pula pendapat yang menyebut nama Safar berasal dari kata "shifrun" yang berarti kosong, karena rumah-rumah penduduk ditinggalkan saat mereka pergi berperang.
Nama Rabiul Awal berkaitan dengan musim semi.
Kata "rabi'" berarti musim semi, hujan, atau rerumputan hijau yang tumbuh subur.
Bulan ini juga dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Rabiul Akhir merupakan kelanjutan dari Rabiul Awal.
Namanya masih merujuk pada musim semi dan dalam tradisi masyarakat Arab dianggap sebagai pertengahan atau puncak musim semi.
Nama Jumadil Awal berasal dari kata "jumadi" yang berkaitan dengan musim dingin.
Pada masa itu, air diyakini membeku akibat suhu yang sangat rendah.
Penamaan ini menggambarkan kondisi alam yang terjadi di sebagian wilayah Arab.
Seperti bulan sebelumnya, Jumadil Akhir juga berkaitan dengan musim dingin.
Kata "jumad" berarti beku dan menggambarkan cuaca dingin yang berlangsung cukup lama.
Rajab termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.
Nama Rajab berasal dari kata "tarjib" yang berarti menghormati atau mengagungkan.
Pada bulan ini, masyarakat Arab menghentikan peperangan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan yang dianggap suci.
Sya'ban berasal dari kata "sya'aba" yang berarti berpencar.
Masyarakat Arab pada masa lalu biasanya berpencar untuk mencari sumber air atau melakukan perjalanan.
Bulan ini berada di antara dua bulan yang memiliki keutamaan besar, yaitu Rajab dan Ramadan.
Ramadan berasal dari kata "ramadha" yang berarti panas yang membakar.
Nama ini muncul karena bulan tersebut sering bertepatan dengan musim panas.
Dalam Islam, Ramadan menjadi bulan suci yang diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Syawal berasal dari kata "syawwala" yang berarti naik atau meninggi.
Salah satu penafsiran mengaitkannya dengan gerakan ekor unta saat musim kawin.
Pada masa Jahiliyah, bulan ini dianggap tidak baik untuk menikah, namun keyakinan tersebut dihapuskan dalam Islam.
Dzulqa'dah berarti "bulan duduk".
Nama ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab yang menghentikan peperangan dan perjalanan jauh sebagai persiapan menuju musim haji.
Dzulqa'dah juga termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.
Dzulhijjah berarti "bulan haji".
Pada bulan inilah umat Islam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Dzulhijjah juga termasuk bulan haram dan menjadi penutup rangkaian musim haji yang dimulai sejak Syawal dan Dzulqa'dah.
Nama-nama bulan dalam kalender Hijriah tidak sekadar menjadi penanda waktu, tetapi juga menyimpan jejak sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat Arab yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Sebagian nama menggambarkan kondisi musim, sebagian lainnya berkaitan dengan kebiasaan sosial dan aktivitas masyarakat pada masa itu.
Dengan memahami asal-usul dan arti nama bulan Hijriah, umat Islam dapat lebih mengenal sejarah kalender Islam sekaligus memahami makna spiritual yang terkandung dalam setiap bulan yang menjadi pedoman pelaksanaan ibadah dan perayaan keagamaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang