Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan layanan akomodasi khusus bagi jamaah haji Indonesia yang tergolong lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan jamaah berkebutuhan khusus selama berada di Madinah.
Melalui kebijakan tersebut, kelompok jamaah prioritas akan ditempatkan di hotel-hotel yang berlokasi paling dekat dengan Masjid Nabawi.
Langkah ini menjadi bagian dari program Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan yang diterapkan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Baca juga: Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Pemerintah berharap kemudahan akses menuju masjid dapat membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan khusyuk.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan hotel yang disiapkan berada di lokasi yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
Baca juga: Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Bahkan, sebagian hotel hanya berjarak sekitar 50 meter dari area masjid.
"Hotel dengan akses terdekat ke Masjid Nabawi ini diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan tentunya jemaah berkebutuhan khusus," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Minggu (7/6/2026).
Menurut Maria, kemudahan akses menuju Masjid Nabawi menjadi nilai utama dari layanan yang diberikan kepada jamaah.
Lokasi hotel yang dekat dinilai dapat mengurangi waktu tempuh perjalanan, menekan tingkat kelelahan, serta meningkatkan kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah di Madinah.
"Namun yang paling penting bukanlah kemudian kemewahan fasilitasnya, namun nilai utama yang kami hadirkan adalah kemudahan akses bagi jemaah untuk dapat beribadah di Masjid Nabawi," ujarnya.
Maria menjelaskan, seiring kedatangan jamaah haji gelombang kedua ke Madinah, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan layanan akomodasi yang lebih berorientasi pada kebutuhan jamaah.
Pada musim haji tahun ini, sekitar 17.000 jamaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel setara bintang lima di Madinah.
Layanan tersebut selama ini lebih banyak identik dengan jamaah haji khusus.
Menurut Maria, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan kualitas pelayanan bagi seluruh jamaah haji Indonesia.
"Dengan mobilitas yang lebih mudah dan juga tentunya dengan lingkungan yang lebih nyaman, kami berharap jemaah dapat lebih fokus beribadah dan menikmati pengalaman spiritual yang lebih khusyuk selama berada di Kota Madinah," katanya.
Maria menegaskan keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional semata.
Menurut dia, tingkat kenyamanan dan kepuasan jamaah juga menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan haji.
"Kementerian Haji dan Umrah meyakini bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji diukur dari tingkat kepuasan dan kenyamanan jemaah. Karena itu, setiap inovasi layanan yang kami hadirkan selalu berorientasi pada kenyamanan dan keselamatan jemaah," ujarnya.
Sementara itu, proses pemulangan jamaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung.
Hingga Minggu (7/6/2026), sebanyak 95 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dengan jumlah 37.078 jamaah dan 381 petugas.
Dengan demikian, total jamaah dan petugas yang telah diberangkatkan menuju Indonesia mencapai 37.459 orang.
Adapun yang telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia sebanyak 87 kloter dengan jumlah 34.140 jamaah dan 348 petugas.
Secara keseluruhan, total jamaah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 34.488 orang.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 11.305 jamaah haji khusus telah kembali ke Indonesia, terdiri atas 10.765 jamaah dan 540 petugas.
Melalui berbagai peningkatan layanan, termasuk penyediaan hotel dekat Masjid Nabawi, pemerintah berharap seluruh jamaah dapat menjalani sisa rangkaian ibadah dan proses pemulangan dengan nyaman serta memperoleh pengalaman spiritual yang lebih baik selama berada di Tanah Suci.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kemenhaj Prioritaskan Jemaah Lansia-Penyandang Disabilitas Menempati Hotel Terdekat ke Masjid Nabawi”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang