Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Peristiwa Hijrah yang Titik Awal Kejayaan Islam

Kompas.com, 11 Juni 2026, 21:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang peristiwa hijrah yang jadi awal kejayaan Islam, yang disusun berdasar teks khutbah KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah & Pengembangan Masyarakat MUI Kab Mojokerto. yang dilansir dari laman MUI.

Baca juga: Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ،

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: ﵟإِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذۡ أَخۡرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ ٱثۡنَيۡنِ إِذۡ هُمَا فِي ٱلۡغَارِ إِذۡ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَاۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيۡهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٖ لَّمۡ تَرَوۡهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلسُّفۡلَىٰۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِيَ ٱلۡعُلۡيَاۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh..

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, satu-satunya Tuhan yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu dan berbeda dengan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada tempat dan arah serta Mahasuci dari bentuk dan ukuran.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah..

Sesungguhnya masa lalu adalah lembaran-lembaran sejarah yang menyimpan segudang pelajaran dan hikmah. Dalam catatan sejarah masa lampau, terdapat pelita yang menyinari jalan orang yang ingin mencari dan menggenggam kebenaran di masa-masa berikutnya.

Lembaran sejarah umat Islam tempo dulu telah mencatat masa-masa kejayaan dan kegemilangan yang diraih kaum muslimin. Namun demikian banyak peristiwa mengharukan turut mewarnai perjalanan hidup mereka. Begitu pula pengorbanan, kegigihan dalam menegakkan agama Allah, peperangan melawan musuh-musuh Allah dan lain sebagainya, turut juga menghiasi sepak terjang perjuangan mereka.

Di antara sekian banyak peristiwa bersejarah dan paling berpengaruh bagi perkembangan dakwah Islamiyyah adalah hijrahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah menuju Madinah Munawwarah. Kita sebagai kaum muslimin yang hidup pada masa kemunduran umat Islam saat ini, seharusnya menjadikan peristiwa hijrah sebagai momentum untuk bangkit dari keterpurukan dalam berbagai bidang. Peristiwa hijrah seyogianya menjadi pelecut bagi kita untuk meraih kembali kejayaan dan kegemilangan yang selama beberapa abad terakhir ini direbut oleh bangsa-bangsa lain.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah...

Semenjak dimulainya dakwah Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama keluarga dan para sahabatnya seringkali menghadapi berbagai macam rintangan dan ancaman dari orang-orang kafir di Makkah. Namun mereka tetap tabah dan tegar menebarkan dakwah dengan penuh kesabaran.

Sampai akhirnya Allah Ta’ala memberikan pertolongan dan kemudahan, yaitu dengan perintah hijrah dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa hijrah itu merupakan akhir dari masa yang penuh rintangan dan kesulitan, serta titik awal dari masa keemasan dan kegemilangan bagi dakwah Islam.

Dari titik itu, cahaya kebenaran Islam semakin bersinar terang, menyinari kegelapan dan melampaui segala macam penghalang. Pada masa-masa setelah hijrah, dengan dipimpin langsung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, umat Islam berjuang menegakkan keadilan, memberantas kekufuran dan membasmi kezaliman. Sehingga yang terjadi kemudian, Allah menyempurnakan kenikmatan-Nya kepada umat Islam. Makkah berhasil mereka taklukkan dan umat manusia berbondong-bondong masuk Islam.

Tidak ada yang sulit jika Allah menghendaki kemudahan. Dakwah yang pada awalnya menemukan banyak kendala, dengan optimisme, keteguhan, ketegaran, ketabahan dan kesabaran, pada akhirnya titik terang keberhasilan bisa ditemukan. Ini menjadi teladan bagi kita bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, asalkan kita terus berusaha dan tetap optimis serta senantiasa menjaga asa.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketika Muhammad diangkat menjadi utusan Allah, di awal-awal dakwah, beliau diperintahkan Allah untuk menyampaikan dakwah tanpa peperangan. Beliau berdakwah secara terang-terangan, setelah sebelumnya diperintahkan berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Suatu ketika beliau berjalan di tengah-tengah kaum musyrik Arab yang sedang berkumpul di suatu tempat seraya mengatakan:

أَيُّهَا النَّاسُ قُوْلُوْا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ تُفْلِحُوْا

“Wahai umat manusia, katakanlah bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (dan Muhammad utusan Allah), niscaya kalian akan beruntung.”

Beliau menyeru kepada sikap adil, berbuat baik dan akhlak-akhlak mulia lainnya, dan mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dakwah beliau disambut beberapa orang yang akhirnya masuk Islam, seperti sahabat Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, Bilal dan lain-lain. Akan tetapi sebagian besar masyarakat ketika itu masih tetap dalam kekufuran.

Orang-orang kafir yang menolak dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam inilah yang secara membabi buta menyakiti, menyiksa, mengolok-olok dan menghina Rasulullah dan para sahabatnya. Ketika penyiksaan demi penyiksaan yang dilakukan orang-orang kafir semakin bertambah berat, beberapa sahabat memutuskan untuk berhijrah ke Habasyah atas perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berjumlah sekitar delapan puluh orang, di antaranya adalah Utsman bin Affan dan Ja’far bin Abi Thalib.

Hadirin rahimakumullah..

Dalam satu kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan beberapa orang suku Khazraj dari kota Yatsrib yang sedang mengunjungi Ka’bah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kesempatan itu untuk mendakwahkan Islam kepada mereka dan mereka pun menyatakan diri masuk Islam. Bahkan pada tahun berikutnya jumlah orang-orang suku khazraj yang masuk Islam semakin bertambah.

Akhirnya Rasulullah mengutus dua sahabat beliau, Abdullah bin Ummi Maktum dan Mush’ab bin ‘Umair radliyallahu ‘anhuma untuk pergi bersama mereka ke kota Yatsrib untuk mengajarkan Alquran kepada mereka dan mendakwahkan Islam kepada beberapa orang dari suku Khazraj yang belum masuk Islam.

Ketika jumlah kaum muslimin yang siap menegakkan agama Allah di Yatsrib semakin bertambah banyak, Allah memerintahkan umat Islam di Makkah untuk berhijrah menuju Kota Yatsrib atau yang dikenal kemudian dengan sebutan Kota Madinah. Para sahabat Nabi lalu berbondong-bondong melaksanakan perintah-Nya.

Kemudian Nabi pun berhijrah dari Makkah, tanah air beliau dan kota yang paling beliau cintai menuju Madinah. Beliau dengan ditemani sahabat Abu Bakr radliyallahu ‘anhu menaklukkan berbagai rintangan dan halangan dalam perjalanan hijrah menuju Kota Yatsrib, setelah beliau mendakwahkan Islam dan mengajak kepada tauhid serta mencegah dari kemusyrikan di Makkah selama tiga belas tahun terhitung sejak beliau diangkat menjadi Rasul.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah...

Hijrah yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat bukanlah upaya melarikan diri dari orang-orang musyrik. Bukan pula bentuk sikap putus asa dari kondisi yang terjadi. Hijrah beliau juga tidak bertujuan untuk mencari ketenaran, pangkat dan kekuasaan di Kota Madinah. Sama sekali tujuannya bukan itu. Karena sewaktu di Makkah, beliau pernah didatangi oleh para pemuka dan pimpinan Makkah seraya mengatakan kepada beliau:

“Jika dakwah Islam yang engkau lakukan bertujuan mendapatkan harta benda, maka kami akan mengumpulkan harta benda kami untukmu sehingga engkau menjadi orang yang paling kaya di antara kami, dan jika engkau bertujuan memperoleh kekuasaan maka kami akan menjadikanmu sebagai penguasa.”

Namun Rasulullah tidak terpesona dan terperdaya oleh bujuk rayu mereka. Karena dakwah beliau memang tidak bertujuan untuk mendapatkan itu semua. Yang beliau harapkan hanyalah ridla Allah semata. Ini adalah puncak keteladanan bagi kita semua, khususnya bagi para da’i yang ingin mengabdikan hidupnya untuk berdakwah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah..

Hijrah Rasulullah juga tidak bertujuan untuk mencari ketenangan dan kenyamanan hidup di Madinah. Keyakinan beliau adalah bahwa apa yang beliau bawa merupakan dakwah kebenaran dan risalah petunjuk yang harus dilaksanakan sesuai perintah Allah. Karenanya, ketika paman beliau Abu Thalib datang meminta beliau untuk tidak menghalang-halangi orang-orang kafir menyembah berhala-berhala mereka, beliau mengatakan dengan tegas:

واللهِ يَا عَمُّ، لَوْ وَضَعُوْا الشَّمْسَ فِي يَمِيْنِي وَاْلقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هٰذَا الأَمْرَ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى يُظْهِرَهُ اللهُ أَوْ أَهْلِكَ دُوْنَهُ

“Demi Allah wahai pamanku, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah yang aku lakukan, pasti aku tidak akan mau meninggalkannya sampai Allah memenangkannya atau aku binasa karenanya.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah..

Peristiwa Hijrah Rasulullah dan para sahabatnya adalah petunjuk bagi kita bahwa kemusyrikan, kekufuran, kezaliman dan kebatilan, sekuat dan sebesar apapun, pasti pada akhirnya akan terperosok ke dalam jurang kehancuran. Sebaliknya, kebenaran pasti suatu saat akan menemukan jalan kesuksesan dan pasti akan berhasil mengibarkan panji-panji kemenangan. Karena Allah ta’ala telah menjanjikan kemenangan gemilang kepada kaum mu’minin dan telah menjadikan di balik kesukaran pasti terdapat jalan keluar, dan di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَيَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡأَشۡهَٰدُ

Maknanya: “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat” (Surat Ghafir: 51)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah...

Akhirnya, kita berdoa semoga di tahun baru ini, keadaan umat Islam lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ،إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar