Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah dan Makna malam 1 Suro dalam kalender Jawa-Islam

Kompas.com, 15 Juni 2026, 07:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Malam 1 Suro dalam kalender Jawa menjadi salah satu tradisi yang masih dijaga masyarakat Jawa hingga saat ini.

Momen pergantian tahun dalam kalender Jawa tersebut tidak hanya memiliki makna budaya, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang kuat.

Setiap tahunnya, malam Satu Suro diisi dengan berbagai ritual dan laku batin yang bertujuan mendekatkan diri kepada Tuhan serta melakukan introspeksi diri.

Baca juga: 11 Weton Tulang Wangi Terkait Malam 1 Suro, Apakah Anda Salah Satunya?

Tradisi ini merupakan hasil perpaduan antara ajaran Islam dan budaya Jawa yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Asal-usul Nama Bulan Suro

Dilansir dari Antara, istilah "Suro" berasal dari kata Asyura dalam bahasa Arab yang berarti “sepuluh”.

Baca juga: Mengenal Kalender Jawa yang Diciptakan Raja Ketiga Mataram Islam

Kata tersebut merujuk pada hari ke-10 bulan Muharram yang memiliki keutamaan tersendiri dalam ajaran Islam.

Dalam perkembangannya, masyarakat Jawa mengadaptasi pelafalan kata Asyura menjadi “Suro”.

Nama tersebut kemudian digunakan sebagai sebutan bagi bulan pertama dalam kalender Jawa.

Sejarah Malam 1 Suro dan Kalender Jawa-Islam

Tradisi malam Satu Suro tidak dapat dipisahkan dari peran Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam.

Pada Jumat Legi bulan Jumadil Akhir tahun 1555 Saka atau bertepatan dengan 8 Juli 1633 Masehi, Sultan Agung meresmikan kalender Jawa-Islam.

Kalender tersebut merupakan sistem penanggalan yang menggabungkan unsur kalender Saka yang berbasis Hindu dengan kalender Hijriah yang berbasis Islam.

Langkah itu tidak hanya bertujuan mengatur sistem waktu, tetapi juga menjadi strategi budaya untuk menyatukan masyarakat Jawa yang kala itu terdiri atas kelompok santri dan abangan.

Melalui kalender baru tersebut, nilai-nilai kejawen yang telah berkembang di tengah masyarakat dapat berjalan berdampingan dengan ajaran Islam yang semakin kuat di Tanah Jawa.

Kebijakan itu kemudian menjadi salah satu simbol akulturasi budaya yang masih bertahan hingga sekarang.

Nilai Spiritual Malam Satu Suro

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, malam 1 Suro dipandang sebagai waktu yang memiliki dimensi spiritual kuat.

Malam tersebut diyakini sebagai momen ketika batas antara alam gaib dan dunia manusia menjadi lebih tipis.

Karena itu, sebagian masyarakat percaya malam Satu Suro menjadi waktu turunnya arwah leluhur yang membawa perlindungan dan berkah.

Keyakinan tersebut melahirkan berbagai tradisi spiritual yang masih dijalankan hingga kini.

Masyarakat biasanya mengisi malam Satu Suro dengan tirakat, doa bersama, ziarah kubur, serta selametan.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur, introspeksi diri, dan upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tradisi itu dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok.

Tujuannya adalah membersihkan jiwa, memohon keselamatan, serta berharap keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga.

Praktik-praktik tersebut menunjukkan adanya perpaduan antara nilai Islam dan budaya Jawa yang menekankan keseimbangan, harmoni, serta kehidupan spiritual.

Keistimewaan 1 Suro yang Bertepatan dengan Jumat Legi

Salah satu warisan budaya yang ditinggalkan Sultan Agung adalah tradisi ziarah kubur pada Jumat Legi.

Kegiatan tersebut biasanya disertai dengan pengajian, doa bersama, dan haul untuk mengenang para leluhur.

Ketika tanggal 1 Suro bertepatan dengan Jumat Legi seperti yang terjadi tahun ini, sebagian masyarakat Jawa meyakini malam tersebut memiliki nilai kesakralan yang lebih tinggi dibandingkan biasanya.

Pada momentum tersebut, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam bertindak dan menghindari kegiatan yang bersifat hura-hura.

Sebaliknya, malam Satu Suro lebih banyak diisi dengan aktivitas keagamaan, refleksi diri, dan kegiatan spiritual lainnya.

Simbol Harmoni Islam dan Budaya Jawa

Perayaan malam Satu Suro merupakan hasil proses panjang yang mempertemukan tradisi Islam dan kejawen dalam satu ruang budaya yang harmonis.

Melalui pendekatan yang dilakukan Sultan Agung Hanyokrokusumo, tradisi ini berkembang menjadi simbol persatuan sekaligus pengingat pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.

Malam Satu Suro juga menjadi bukti bagaimana masyarakat Jawa mampu mempertahankan warisan budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai agama yang dianutnya.

Hingga kini, tradisi tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Jawa yang religius, reflektif, dan menjunjung tinggi kearifan lokal.

Meski sebagian larangan yang berkembang di masyarakat bersifat mitologis, malam 1 Suro tetap memiliki makna penting sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta menghargai warisan budaya yang telah membentuk identitas masyarakat Jawa selama berabad-abad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar