KOMPAS.com – Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Masjid Istiqlal Jakarta kembali menyiapkan rangkaian kegiatan keagamaan yang terbuka untuk masyarakat umum.
Beragam agenda mulai dari simaan Al-Qur'an, tabligh akbar, renungan Muharram, hingga qiyamullail akan digelar untuk menyambut datangnya bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Peringatan Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam. Bagi umat Muslim, momen ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, melakukan muhasabah diri, serta menghidupkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, berbagai masjid dan lembaga Islam di Indonesia kerap menggelar kegiatan keagamaan untuk menyemarakkan datangnya 1 Muharram.
Salah satu yang menjadi perhatian publik setiap tahunnya adalah rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Masjid Istiqlal Jakarta, masjid terbesar di Asia Tenggara sekaligus salah satu simbol moderasi dan syiar Islam di Indonesia.
Dilansir dari unggahan akun resmi Masjid Istiqlal yang berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, peringatan Tahun Baru Islam tahun ini mengusung tema "Menebar Maslahat Menguatkan Umat".
Tema tersebut mencerminkan semangat Muharram sebagai momentum memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus memperkokoh nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan bertajuk Peaceful Muharram Tahun Baru Islam 1448 H akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 15-16 Juni 2026, dan dipusatkan di Lantai Utama Masjid Istiqlal Jakarta.
Seluruh kegiatan dapat diikuti masyarakat tanpa biaya dan tanpa proses pendaftaran. Jamaah cukup datang langsung sesuai jadwal kegiatan yang telah diumumkan panitia.
Baca juga: Awali Tahun Baru Hijriah, Ini Dzikir Malam 1 Muharram yang Dianjurkan
Muharram memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Allah SWT memasukkan Muharram ke dalam empat bulan haram atau bulan-bulan yang dimuliakan.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram." (QS At-Taubah: 36)
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa empat bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Keutamaan Muharram juga ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."
Karena itu, berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan pada awal Muharram menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mengawali tahun baru dengan semangat spiritual yang lebih baik.
Puncak peringatan Muharram di Masjid Istiqlal tahun ini akan menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Selain itu, jamaah juga akan mendapatkan tausiyah dari dai nasional yang dikenal luas masyarakat, yakni Ustaz Muh. Nur Maulana.
Kehadiran kedua tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual sekaligus pesan-pesan kebangsaan dan keumatan yang relevan dengan tantangan kehidupan modern saat ini.
Baca juga: Contoh Tulisan Poster 1 Muharram 2026 yang Estetik dan Inspiratif
Salah satu agenda yang paling dinantikan dalam rangkaian Peaceful Muharram 1448 H adalah Tabligh Akbar Tahun Baru Islam.
Kegiatan ini akan menjadi momentum bagi jamaah untuk mendapatkan siraman rohani dan refleksi tentang makna hijrah yang sesungguhnya.
Jadwal Tabligh Akbar:
Hari/Tanggal: Senin, 15 Juni 2026
Waktu: 20.40–21.40 WIB
Lokasi: Lantai Utama Masjid Istiqlal Jakarta
Penceramah: Ustaz Muh. Nur Maulana
Melalui ceramah tersebut, jamaah diajak memahami bahwa hijrah tidak hanya bermakna perpindahan fisik sebagaimana hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
Sebelum memasuki puncak acara, kegiatan diawali dengan Simaan Al-Qur'an Al Karim Bil Hifzi yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang waktu Maghrib.
Tradisi simaan atau menyimak bacaan Al-Qur'an secara berkesinambungan telah lama menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam.
Selain menjaga hafalan para huffaz, kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur'an.
Dalam buku Keajaiban Membaca Al-Qur'an karya Raghib As-Sirjani dijelaskan bahwa interaksi dengan Al-Qur'an, baik membaca, mendengarkan, maupun mentadabburinya, merupakan salah satu amalan yang dapat menenangkan hati dan memperkuat keimanan seorang Muslim.
Baca juga: Amalan 1 Muharram Sesuai Sunnah, Mulai Puasa hingga Perbanyak Sedekah
04.35–17.48 WIB
Simaan Al-Qur'an Al Karim Bil Hifzi
17.48–18.28 WIB
Shalat Maghrib Berjamaah
19.03–19.58 WIB
Shalat Isya Berjamaah
19.58–20.38 WIB
Puncak Peringatan Malam Tahun Baru Islam 1448 H
20.38–21.38 WIB
Tabligh Akbar Tahun Baru Hijriah 1448 H
01.00–02.00 WIB
Malam Qiyamullail
02.00–03.00 WIB
Shalat Tasbih, Tahajud, dan Witir
03.00–03.30 WIB
Renungan Muharram bersama Imam Besar Masjid Istiqlal
05.08 WIB hingga selesai
Shalat Subuh Berjamaah
Salah satu agenda yang memiliki nuansa spiritual mendalam adalah qiyamullail yang akan dilaksanakan pada dini hari.
Qiyamullail merupakan ibadah malam yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa shalat malam merupakan salah satu kebiasaan orang-orang saleh dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setelah qiyamullail, jamaah akan mengikuti sesi renungan Muharram yang dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri, merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir, sekaligus menyusun tekad baru untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak pada tahun yang akan datang.
Hakikat Tahun Baru Hijriah tidak terletak pada kemeriahan acara semata. Muharram mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang menjadi titik awal lahirnya masyarakat Islam yang kuat, beradab, dan penuh persaudaraan.
Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, hijrah merupakan simbol perjuangan, keberanian, dan pengorbanan demi mempertahankan nilai-nilai kebenaran.
Karena itu, memperingati Tahun Baru Islam seharusnya menjadi momentum untuk berhijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari kelalaian menuju ketaatan, dan dari perpecahan menuju persatuan.
Melalui rangkaian Peaceful Muharram 1448 H, Masjid Istiqlal tidak hanya menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, memperdalam pemahaman agama, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut tahun baru Hijriah.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut, panitia memastikan acara terbuka untuk umum dan tidak memerlukan pendaftaran. Jamaah cukup hadir langsung ke Lantai Utama Masjid Istiqlal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang