Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesantrenku Aman Hadir di Lampung, PBNU Perkuat Ekosistem Perlindungan Santri

Kompas.com, 15 Juni 2026, 19:08 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gerakan Nasional Pesantrenku Aman terus memperluas jangkauan sebagai upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Setelah resmi diluncurkan di Pondok Pesantren Darul Mugjni, Bogor, pada 18 Mei 2026 dan menggelar roadshow perdana di Pondok Pesantren Al Yasini, Pasuruan, Jawa Timur, awal Juni lalu, gerakan tersebut kini melanjutkan langkahnya melalui Roadshow #2 yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung, Selasa (16/6/2026).

Gerakan yang digagas Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU itu mengusung tema besar “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan”.

Tema tersebut menegaskan pentingnya perlindungan santri sebagai bagian dari tanggung jawab pesantren dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Roadshow di Lampung menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah dideklarasikan sebelumnya dalam Deklarasi Pasuruan.

Deklarasi tersebut memuat lima agenda utama Pesantren Aman, yaitu penguatan sistem pengasuhan berbasis kemaslahatan santri, penetapan kebijakan perlindungan santri, pembentukan satuan tugas pesantren aman, penyediaan lingkungan dan kanal pengaduan yang aman, serta pembangunan budaya aman melalui keterlibatan seluruh warga pesantren.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa perlindungan terhadap santri bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari amanah besar yang harus dijalankan setiap pesantren.

“Santri merupakan amanah Allah SWT yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, serta dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Mewujudkan Pesantren Aman adalah bagian mutlak dari khidmah tersebut,” ujar Gus Yahya, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Kiai Said dan Kiai Imam Jazuli: Pesantren Harus Berani Berubah atau Mati

Menurutnya, pesantren selama ini telah menjadi salah satu pilar penting pendidikan Islam di Indonesia.

Karena itu, seluruh elemen pesantren perlu memastikan bahwa proses pendidikan berlangsung dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.

Roadshow #2 di Lampung akan melibatkan sekitar 1.000 peserta yang berasal dari berbagai unsur pesantren.

Mereka terdiri atas para santri, pengurus pondok pesantren, musyrif dan musyrifah, dewan guru, hingga para pengasuh pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah program penguatan kapasitas akan kembali dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman mengenai perlindungan santri dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan pesantren.

Rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bagi santri putri, Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren bagi musyrif-musyrifah dan dewan guru, Halaqah Syuriah NU bersama para pengasuh pondok pesantren, serta Doa Bersama dan Deklarasi Pesantrenku Aman.

Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev, mengatakan bahwa Gerakan Nasional Pesantrenku Aman dirancang bukan hanya sebagai kampanye sesaat, tetapi sebagai gerakan perubahan yang mendorong lahirnya sistem perlindungan santri yang berkelanjutan di pesantren.

Menurutnya, pesantren perlu memiliki mekanisme yang jelas dan terukur dalam mencegah maupun menangani berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu,” kata KH Hodri Ariev.

Baca juga: Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya bergantung pada kebijakan pengasuh pesantren, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang ada di dalam pesantren, mulai dari tenaga pendidik, pengurus asrama, hingga para santri sendiri.

Sementara itu, Ketua SAKA PBNU, Nyai Hj Alissa Wahid, menekankan pentingnya membangun sistem perlindungan yang komprehensif dan berlapis di lingkungan pesantren.

Menurut Alissa, perlindungan terhadap santri tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan kasus setelah terjadi, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.

Ia menilai pesantren perlu memiliki sumber daya manusia yang memahami prinsip perlindungan anak, mekanisme pelaporan yang aman, serta prosedur penanganan yang cepat dan berpihak kepada korban.

Karena itu, SAKA PBNU bersama RMI PBNU terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia pesantren melalui berbagai pelatihan, edukasi, dan pendampingan.

Selain itu, kedua lembaga tersebut juga mengembangkan berbagai instrumen perlindungan yang dapat diterapkan oleh pesantren sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.

Baca juga: Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman

Sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional Pesantrenku Aman, RMI PBNU menargetkan sedikitnya 1.000 pesantren di berbagai daerah dapat mengadopsi komitmen Pesantren Aman melalui penandatanganan pakta integritas serta penerapan langkah-langkah nyata perlindungan santri.

Target tersebut diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem pendidikan pesantren yang lebih aman dan responsif terhadap berbagai potensi risiko kekerasan.

Melalui roadshow yang berlanjut dari Pasuruan menuju Lampung, PBNU berharap semakin banyak pesantren yang terlibat aktif dalam gerakan tersebut dan menjadi pelopor lingkungan pendidikan Islam yang aman, sehat, inklusif, serta penuh kasih sayang.

Gerakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keselamatan, kehormatan, dan masa depan santri merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga pesantren. Dengan sistem perlindungan yang kuat dan budaya pengasuhan yang sehat, pesantren diharapkan mampu terus menjadi tempat terbaik bagi generasi muda untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi mereka.

Melalui Gerakan Nasional Pesantrenku Aman, PBNU menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik dan keagamaan, tetapi juga dari kemampuan lembaga pendidikan dalam menjamin keamanan dan kesejahteraan setiap santri yang menuntut ilmu di dalamnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar