Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia

Kompas.com, 21 Juni 2026, 11:42 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Pondok Modern Darussalam Gontor genap memasuki usia satu abad pada 2026.

Momentum tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i yang menilai Gontor sebagai salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia.

Menurutnya, kiprah Gontor tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga telah mendapat pengakuan di berbagai negara.

Baca juga: 100 Tahun Gontor, Ribuan Umat Hadiri Tabligh Akbar Bersama UAS dan Dasad Latif

Memasuki abad kedua, Gontor diyakini siap memperluas kontribusinya bagi Indonesia dan masyarakat internasional.

Dilansir dari laman Kemenag, Wamenag Romo Muhammad Syafi'i menyampaikan apresiasi tersebut usai membuka Sarasehan Kiai Pesantren Nasional yang digelar Forum Pesantren Alumni Gontor dan Forum Masyarakat Alumni Gontor dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya

Menurutnya, nama Gontor sudah sangat melekat dengan identitas pesantren di Indonesia hingga dikenal di berbagai negara.

“Bahwa Gontor adalah salah satu pesantren legend Indonesia. Saya bertemu teman di luar negeri, kalau cerita tentang pesantren, mereka jawab Gontor. Artinya, Gontor untuk Indonesia itu dua hal yang sudah tidak bisa dipisahkan,” ujar Romo Syafi’i kepada awak media.

Program Gontor Dinilai Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Romo Syafi'i mengatakan besarnya nama Gontor menunjukkan amanah besar yang diemban sebagai pesantren kepercayaan umat.

Ia menilai berbagai program yang dijalankan Gontor telah menjawab kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Nama besar itu berarti Gontor mengembang amanah yang cukup besar menjadi pesantren kepercayaan umat di Indonesia. Apa yang saya saksikan di program-program yang ada di Gontor ternyata menjawab semua kebutuhan yang seharusnya hadir di Gontor. Karena Gontor sesuai dengan amanah Undang-Undang 18 Tahun 2019, tidak hanya lembaga pendidikan, tapi juga lembaga dakwah," kata Wamenag.

Selain menjalankan fungsi pendidikan dan dakwah, Gontor juga dinilai berhasil mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kiprah para alumninya di berbagai bidang kehidupan.

"Bahkan pemberdayaan. Tidak banyak alumni Gontor yang berdaya di banyak bidang kehidupan. Dan itu memang kehadirannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” sambungnya.

Gontor Diharapkan Membangun Peradaban yang Mendunia

Menurut Wamenag, perjalanan Gontor selama 100 tahun telah melewati berbagai fase sejarah bangsa, mulai dari masa menjelang kemerdekaan hingga saat ini. Dalam rentang waktu tersebut, alumni Gontor telah mengisi berbagai posisi strategis di Indonesia.

Karena itu, memasuki abad kedua, Gontor diharapkan mampu mempertahankan prestasi sekaligus menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Ke depan kita berharap Gontor bisa membangun peradaban untuk Indonesia, dan peradaban ini insya Allah akan mendunia. Saya yakin Gontor mampu menciptakan itu. Tantangan ke depan adalah, pertama mempertahankan prestasi itu, yang kedua menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks," tutur Wamenag.

Ia menegaskan, Gontor tidak lagi hanya berperan untuk Indonesia, tetapi juga dituntut memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dunia di tengah semakin kuatnya hubungan antarnegera.

"Jadi Gontor tidak lagi hanya untuk Indonesia, tapi sudah harus mendunia. Karena interdependensi negara dengan negara itu sudah demikian kuat, dan saya melihat itu sudah mulai dirintis di Gontor. Jadi saya kira Gontor siap untuk menata dirinya, memberikan kontribusi kehidupan yang lebih baik, bukan hanya untuk Indonesia, tapi untuk masyarakat internasional,” tutupnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar