Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Tanda-Tanda Kiamat Kubra, Bagaimana Kita Harus Bersiap?

Kompas.com, 25 Juni 2026, 22:33 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang tanda-tanda kiamat kubra dan bagaimana mempersiapkan diri, yang disusun oleh KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah & Pengembangan Masyarakat MUI Kab Mojokerto, seperti dilansir dari laman MUI.

Baca juga: Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Hikmah dan Keistimewaan 10 Muharram

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى، الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى، وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى، وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَى فَلَا يُشْبِهُ شَيْئًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ عَالِمُ السِّرِّ وَالنَّجْوَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى كَلِمَةِ التَّقْوَى، اللهم صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَئِمَّةِ الْعِلْمِ وَالْهُدَى، مَا هَبَّتِ الصَّبَا، وَمَا عَاشِقٌ تَرَنَّمَ بِمَدحِهِ وَأَثنَى، وَسَلِّم تَسلِيمًا كَثِيرًا،

أَمَّا بَعدُ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh...

Dari atas mimbar, khatib mengajak kita semua untuk terus mengaji ilmu agama kepada para ulama yang bersanad dan terpercaya, agar kita mengetahui kewajiban lalu kita amalkan dan mengetahui perkara haram kemudian kita tinggalkan.

Hadirin rahimakumullâh...

Allah SWT berfirman:

ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ

Maknanya: “Datangnya kiamat telah dekat dan bulan telah terbelah.” (QS al Qamar: 1)

Rasulullah SAW bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ (رواه البخاري ومسلم وغيرهما)

Maknanya: “Aku diutus sedangkan hari kiamat seperti dua hal ini,” sembari Rasûlullâh SAW menggabungkan jari telunjuk dan jari tengahnya untuk mengisyaratkan terjadinya peristiwa kiamat telah dekat." (HR al Bukhari, Muslim dan lainnya)

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh...

Hari kiamat tidak akan tiba hingga terjadi peristiwa-peristiwa yang menjadi tanda-tanda sangat dekatnya kiamat. Tanda-tanda tersebut -sebagaimana terdapat dalam hadits- ada sepuluh yang dinamakan juga أَشْرَاطُ السَّاعَةِ الْكُبْرَى (tanda-tanda kubrâ kiamat).

Yaitu, keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa bin Maryam al Masîh, munculnya Ya'jûj dan Ma'jûj, terbitnya matahari dari barat, munculnya دَابَّةُ الْأَرْضِ (binatang bumi) munculnya asap, terjadinya tiga peristiwa khasf (terbelahnya sebagian dari bumi dan menelan apa yang ada di atasnya) dan api yang keluar dari dalam Kota Aden di daerah Yaman.

Saudara-saudara seiman...

Dajjâl adalah seorang manusia dari keturunan Nabi Adam. Menurut satu pendapat, ia berasal dari kalangan Bani Israil. Ia akan berkeliling ke seluruh penjuru bumi dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun setengah dengan kuasa Allah.

Hanya saja ia tidak bisa memasuki Kota Makkah dan Madînah, karena para Malaikat akan menghalanginya masuk ke dua kota tersebut.

Dajjal keluar pada saat paceklik dan kelaparan melanda, kemudian ia mengaku-aku sebagai tuhan. Orang-orang yang percaya dan beriman kepadanya akan merasa kenyang, karena Allâh menjadikannya sebagai fitnah (cobaan dan ujian) bagi sebagian makhluk.

Sedangkan orang-orang mukmin yang mendustakan Dajjâl dan tidak mengikutinya akan terkena kelaparan. Maka Allah memberikan pertolongan kepada mereka dengan bacaan tasbîh dan taqdîs, yakni berdzikir, menyebut asma Allah dan mengagungkannya. Artinya, bacaan dzikir tersebut menjadi pengganti dari makan, sehingga lapar tidak akan membahayakan mereka.

Baginda Nabi SAW telah memperingatkan umatnya dari Dajjal dan fitnah yang dibawanya. Beliau juga menyebutkan ciri-ciri Dajal agar mereka mengenalinya.

Yaitu, salah satu matanya menonjol keluar seperti buah anggur dan mata lainnya rata (tidak memiliki bentuk mata yang jelas dan tidak bisa melihat dengannya). Oleh karenanya, ia dijuluki dengan al a´war ad-dajjâl, yang artinya Dajjal yang bermata satu (melihat dengan satu mata dan tidak bisa melihat dengan lainnya).

Nabi SAW juga telah memberitahukan bahwa Allah SWT akan menampakkan di tangan Dajjal hal-hal yang di luar kebiasaan sebagai ujian dan cobaan dari Allah bagi hamba-hamba-Nya, untuk menampakkan kepada mereka orang yang memperoleh hidayah dan orang yang tersesat.

Di antara hal ajaib tersebut adalah ia akan membelah menjadi dua seorang lelaki mukmin yang mendustakannya di hadapannya, kemudian dia hidupkan kembali dengan izin Allah. Lelaki mukmin ini pun berkata, “Dengan ini, aku hanya semakin bertambah kuat mendustakanmu.”

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh..

Di antara hal ajaib tersebut juga bahwa akan ada bersamanya dua sungai, satu sungai berisi air yang ia klaim sebagai surganya dan satu sungai berisi api yang diklaimnya sebagai nerakanya. Rasulullah SAW telah memberitahu kita bahwa sungai api adalah sungai yang dingin bagi orang mukmin, sedangkan sungai air sejatinya adalah api bagi mereka.

Dajjal akan berada di bumi selama 40 hari terhitung sejak kemunculannya. Akan tetapi, di awal kemunculannya, satu hari berjalan seperti satu tahun. Kemudian satu hari setelahnya seperti satu bulan. Kemudian satu hari setelahnya seperti satu pekan. Sedangkan hari-hari setelahnya normal seperti hari-hari kita sekarang.

Di hari-hari terakhir kehidupan Dajjal, Nabi Isa bin Maryam akan turun dari langit. Nabi Isa kelak akan turun sembari kedua tangannya berada di atas sayap dua malaikat, di dekat menara putih yang berada di sebelah timur Kota Damaskus sebagaimana hal ini dijelaskan di dalam hadits.

Nabi Isa akan bertemu dengan Dajjal di Palestina dan Beliau akan membunuhnya di pintu kampung Ludd, salah satu desa di Palestina.

Setelah itu, Nabi Isa bin Maryam memberlakukan hukum berdasarkan syariat Nabi Muhammad SAW. Masih di masa Nabi Isa al Masih, setelah musnahnya Ya'jûj dan Ma'jûj, akan terjadi kesejahteraan yang besar, keamanan dan ketenteraman. Emas keluar dari perut bumi hingga tidak ada orang yang menerima sedekah karena kekayaan sudah merata.

Saudara-saudara seiman...

Sedangkan Ya'jûj dan Ma'jûj, keduanya adalah dua suku dari bangsa manusia. Mereka semuanya adalah orang-orang non muslim. Tempat mereka tertutup dan tidak dapat dijangkau oleh manusia lainnya, di suatu wilayah di atas muka bumi.

Seorang wali besar yang bernama Dzulqarnain, dengan karamah yang Allah berikan kepadanya, membangun pemisah (penghalang) terhadap mereka dari umat manusia sehingga tidak ada satu pun dari mereka yang mendatangi kita dan tidak ada di antara kita yang bisa menemui mereka. Setiap orang dari mereka tidak akan meninggal hingga ia melihat seribu orang keturunannya.

Saudara-saudara seiman...

Pemisah tersebut berupa sebuah gunung yang sangat tinggi, dibuat dari besi dan dilapisi tembaga yang dilelehkan di atasnya. Tidak ada satu pun manusia yang sanggup menaikinya dengan cara normal. Ya'jûj dan Ma'jûj setiap hari berusaha untuk melubangi dan menembus gunung ini, namun mereka tidak berhasil. Setiap hari setelah lama berupaya mereka berkata, “Besok kita lanjutkan kembali.”

Lalu keesokan harinya mereka kembali dan mendapati sebagian dari pemisah yang telah mereka lubangi telah tertutup lagi seperti kondisi semula. Demikianlah seterusnya hal ini berulang, hingga mereka berkata, “Besok kita lanjutkan kembali.” Lalu keesokan harinya mereka kembali dan mendapati bagian dari pemisah yang telah mereka mulai lubangi dalam keadaan seperti hari sebelumnya saat mereka tinggalkan. Mereka terus menggali hingga mereka mampu keluar.

Di masa keluarnya Ya'jûj dan Ma'jûj, terjadi kelaparan dan manusia selain mereka tidak mampu melawan mereka. Lantas Sayyidina Isa bersama orang-orang yang beriman di antara umat Muhammad pergi ke gunung ath-Thur. Mereka memohon dan berdoa kepada Allah agar membinasakan Kaum Ya'jûj dan Ma'jûj.

Allah pun menurunkan kepada kedua kaum tersebut ulat yang masuk ke leher setiap dari mereka. Kemudian mereka jatuh dan mati, hingga bumi ini berbau busuk karena bau mereka.

Orang-orang muslim pun kemudian berdoa kepada Allâh agar membebaskan mereka dari bau busuk kaum Ya'jûj dan Ma'jûj. Lalu Allâh mengirim burung-burung yang membawa bangkai-bangkai mereka dan melemparkannya ke laut.

Kemudian turun hujan yang menghanyutkan dan menyapu bersih sisa-sisa mereka ke laut. Dengan ini, umat manusia telah terlepas dari gangguan Ya'jûj dan Ma'jûj. Mereka pun hidup di masa Nabi Isa dengan kehidupan yang sejahtera. Kemudian Nabi Isa bin Maryam akan meninggal dan dimakamkan di samping Rasûlullâh Muhammad SAW di Kota Madinah.

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh...

Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum 10 tanda kubrâ kiamat tersebut terwujud dan terjadi seluruhnya. Di antara tanda yang terjadi setelah itu adalah terbitnya matahari dari arah terbenamnya dan keluarnya binatang bumi (دَابَّةُ الْأَرْضِ) yang bisa berbicara kepada manusia dan mengecap/memberikan cap seorang mukmin pada saat itu sebagai seorang mukmin dan mengecap seorang kafir sebagai seorang kafir.

Maka tidak diterima taubat seorang pun yang belum beriman sebelum masa itu, dan tidak diterima taubat siapa pun setelahnya. Dua tanda ini muncul di satu hari yang sama antara waktu shubuh dan waktu dhuha.

Kemudian turun asap yang menyebar di bumi yang membuat orang-orang kafir hampir-hampir meninggal karena kuatnya asap itu. Sedangkan bagi orang-orang muslim, asap tersebut hanya akan terasa seperti flu saja.

Kemudian terjadi tiga peristiwa khasf, yaitu terbelahnya bumi dan menelan orang-orang yang berada di atasnya. Tiga peristiwa khasf tersebut terjadi di belahan timur, di belahan barat dan di Jazîrah Arab.

Saudara-saudara seiman..

Di antara tanda kubra hari kiamat adalah api yang keluar dari dalam kota ´Adan (Aden) yang berada di Yaman. Api tersebut akan menggiring manusia ke arah barat bumi. Api tersebut tidak bertiup kencang, tetapi benar-benar menggiring manusia.

Hari kiamat hanya akan dialami dan dirasakan oleh orang-orang kafir. Karena seluruh umat Islam dari kalangan manusia yang ada di muka bumi ini akan meninggal seratus tahun sebelum terjadinya kiamat. Kemudian orang-orang kafir menjadi semakin banyak, hingga terjadilah hari kiamat kepada mereka.

Semoga Allah senantiasa menetapkan kita semua dalam agama Islam, memberikan taufiq untuk melakukan ketaatan dan bertobat sebelum kita meninggal.

ثَبَّتَنِي اللهُ وَإِيَّاكُمْ عَلَى دِينِ الإِسْلَامِ وَأَلْهَمَنَا عَمَلَ الطَّاعَاتِ وَالتَّوْبَةَ قَبْلَ المَمَاتِ. هٰذَا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar