Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan

Kompas.com, 29 Juni 2026, 19:15 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Sebanyak 143 dari 356 santri, atau sekitar 40 persen, berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an hanya dalam waktu efektif empat bulan melalui program tahfidz akselerasi.

Capaian ini menjadi yang tertinggi dibandingkan dua kampus Bina Insan Mulia lainnya dan menorehkan rekor spektakuler di lingkungan pesantren tersebut.

Prestasi tersebut diraih para santri kelas VII SMP Unggulan Bertaraf Internasional dan kelas X SMA Unggulan Bertaraf Internasional dalam prosesi Convocation Program Tahfidz yang digelar di Saphie Ballroom Aston Hotel Cirebon, Minggu (28/6/2026).

Meski dikenal sebagai pesantren modern dengan fasilitas setara hotel serta berorientasi mengantarkan lulusannya ke perguruan tinggi negeri maupun kampus-kampus terbaik dunia, Bina Insan Mulia tetap mempertahankan tradisi keilmuan dan penghafalan Al-Qur'an sebagai ciri utama pendidikan pesantren.

"Dari 356 santri yang mengikuti program tersebut, lahir 143 santri yang berhasil menghafal 30 juz. Jumlah itu berarti 40 persen sekaligus menjadi lompatan peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya. Itulah kesyukuran paling dalam bagi kami pagi ini," ujar Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Kiai Imam Jazuli dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Baca juga: Pecahkan Rekor Nasional, Bina Insan Mulia Wisuda 467 Penghafal Al Quran 30 Juz dalam 4 Bulan

Berdasarkan data yang dipaparkan, capaian Bina Insan Mulia 2 menjadi yang tertinggi di antara seluruh unit pesantren Bina Insan Mulia. Secara keseluruhan, program tahfidz semester ini diikuti 1.447 santri dengan tingkat keberhasilan hafalan 30 juz di atas 30 persen.

Rinciannya, Bina Insan Mulia 1 mencatat keberhasilan 32 persen atau 147 dari 467 santri, Bina Insan Mulia 2 mencapai 40 persen atau 143 dari 356 santri, sedangkan Bina Insan Mulia 3 mencatat 30 persen atau 185 dari 627 santri.

Sementara peserta lainnya berhasil mencapai hafalan yang bervariasi, mulai dari 9 juz, 15 juz, 20 juz hingga 25 juz.

Program Tahfidz Akselerasi Empat Bulan

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari metode pembelajaran tahfidz yang dirancang secara khusus. Berbeda dengan program tahfidz pada umumnya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, Pesantren Bina Insan Mulia menerapkan program akselerasi yang diselesaikan hanya dalam satu semester atau sekitar empat bulan.

Menurut Kiai Imam Jazuli, program tersebut lahir sebagai jawaban atas tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an.

"Dari data tim PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), saya menemukan sebagian besar wali santri yang datang mula-mula menanyakan program tahfidz Al-Quran. Baru setelah itu, mereka bertanya mengenai peluang lulusan pesantren ini untuk melanjutkan studi ke kampus-kampus mana saja," tutur Kiai Imam.

Hafalan Al-Qur'an Bukan Sekadar Mengejar Beasiswa

Dalam kesempatan itu, Kiai Imam mengingatkan para santri agar tidak menjadikan hafalan Al-Qur'an semata-mata sebagai jalan memperoleh beasiswa atau berbagai keuntungan akademik.

"Jadikan tujuan akhirat sebagai motif utama juga, sebab Al-Quran ini diturunkan sebagai hidayah, obat penyakit hati, dan sebagai panduan hidup (way of life) bagi orang yang beriman," tegasnya.

Ia juga memberikan semangat kepada santri yang belum berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz agar tidak berkecil hati.

Menurutnya, setiap anak memiliki kelebihan masing-masing dan kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh jumlah hafalan Al-Qur'an.

Kiai Imam bahkan berseloroh bahwa capaian para santrinya jauh melampaui dirinya ketika menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Kepada para penghafal 30 juz, ia mengingatkan bahwa hafalan hanyalah awal dari perjalanan menuntut ilmu.

"Jangan berhenti hanya di hafalan. Tambahlah ilmu kalian untuk mendekati dan memahami esensi Al-Quran. Akan lebih bagus jika 10 persen dari para penghafal ini melanjutkan studi Islam ke berbagai universitas di Timur Tengah," harapnya.

Baca juga: Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko

Ia menambahkan, peluang memperoleh beasiswa ke luar negeri, khususnya negara-negara Timur Tengah, terbuka lebar bagi para santri Bina Insan Mulia.

Sebagai penutup, Kiai Imam mengingatkan pentingnya membangun akhlak dan kedalaman ilmu di samping hafalan Al-Qur'an.

Ia mencontohkan kisah Abdurrahman bin Muljam yang dikenal sebagai penghafal Al-Qur'an tetapi menjadi pembunuh Khalifah Ali bin Abu Thalib, serta Dzul Khuwaishir yang pernah menuduh Rasulullah SAW tidak berlaku adil. Menurutnya, hafalan tanpa ilmu dan akhlak dapat membawa seseorang pada kesalahan yang besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar