Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gubernur Aceh Serukan Doa untuk Venezuela yang Pernah Bantu Saat Tsunami

Kompas.com, 3 Juli 2026, 09:16 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau Mualem, menyerukan masyarakat Aceh untuk mendoakan keselamatan warga Venezuela yang baru dilanda gempa bumi dahsyat pada 24 Juni 2026.

Seruan ini disampaikan mengingat peran Venezuela yang pernah membantu Aceh saat musibah Tsunami 2004.

Gempa tersebut telah mengakibatkan 2.295 korban tewas dan 11.267 korban luka hingga saat ini.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh pada Kamis, menyatakan bahwa Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi korban yang selamat dari bencana tersebut.

Baca juga: Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti

Dampak Gempa Venezuela

Dua gempa bumi dahsyat berkekuatan Mw 7,2 dan Mw 7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026, dengan pusat gempa di San Felipe, Yaracuy.

Sejak tanggal tersebut, Venezuela mencatat telah terjadi 782 gempa susulan.

Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat dan masa berkabung selama tujuh hari akibat krisis kemanusiaan yang dipicu gempa kembar tersebut.

Jejak Bantuan Venezuela untuk Aceh

Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa mendalam atas peristiwa gempa yang menelan ribuan jiwa tersebut, serta berharap kondisi di Venezuela dapat segera pulih dan bantuan kemanusiaan terus mengalir, termasuk dari Aceh.

Nurlis Effendi menjelaskan bahwa pemerintah Aceh sangat memahami beban yang dihadapi Venezuela, mengingat pengalaman Aceh saat Tsunami 2004 yang merenggut lebih dari 170.000 jiwa.

Venezuela merupakan salah satu negara yang membantu Aceh pasca-Tsunami, dengan memberikan dana kemanusiaan senilai 2 juta dollar Amerika Serikat.

Bantuan tersebut digunakan untuk pemulihan infrastruktur, layanan medis, dan penanganan darurat korban selamat pada masa tanggap darurat dan rekonstruksi Aceh.

Salah satu jejak bantuan Venezuela adalah pendirian Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Kabupaten Aceh Besar, yang hingga kini masih mendidik putra-putri Aceh. “Nama Venezuela pada kampus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas bantuan dan kerjasama kemanusiaan dari pemerintah Venezuela pada masa rekonstruksi pasca Tsunami Aceh 2004 silam,” ujar Nurlis Effendi.

Baca juga: Doa Menghadapi Musibah Gempa Bumi serta Hikmah Terjadinya Bencana dalam Islam

Seruan Kemanusiaan dan Solidaritas Internasional

Nurlis Effendi juga menyerukan agar pihak yang memiliki kemampuan dapat memberikan bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka. “Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), telah menyampaikan duka cita mendalam kepada pemerintah dan rakyat Venezuela.

Indonesia bergabung dengan 24 negara lainnya dalam memberikan solidaritas kemanusiaan internasional bagi upaya pemulihan Venezuela.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar