Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Asyura 18 Jam di Tengah Gelombang Panas Inggris, PCIM Britania Raya Santuni 100 Anak Yatim di Ancol

Kompas.com, 8 Juli 2026, 07:58 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya & Irlandia berkolaborasi dengan Pemuda Berjamaah (PB) menggelar buka puasa Asyura bersama 100 anak yatim, duafa, dan penghafal Al-Qur'an di kawasan Ancol, Jakarta.

Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah, di saat para pengurus PCIM di Inggris menjalani puasa selama sekitar 18 jam di tengah gelombang panas ekstrem.

Aksi sosial tersebut menjadi simbol kepedulian diaspora Indonesia di Britania Raya terhadap masyarakat di Tanah Air, meski harus menjalankan ibadah puasa dalam kondisi cuaca yang sangat menantang.

Berdasarkan data Met Office, suhu di Yeovilton, Somerset, mencapai 36,4 derajat Celsius pada Kamis (25/6/2026), bertepatan dengan Hari Asyura.

Baca juga: DSN MUI Usulkan Zakat Jadi Pengurang Pajak Penuh, Ini Alasannya

Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat di Inggris untuk bulan Juni, bahkan otoritas meteorologi setempat mengeluarkan peringatan merah cuaca ekstrem di sejumlah wilayah dengan potensi suhu mencapai 38 derajat Celsius.

Ketua PCIM Britania Raya & Irlandia, Ince Dian, mengatakan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus untuk berbagi dengan anak-anak yatim dan duafa di Indonesia.

"Puasa Asyura tahun ini menjadi pengalaman tersendiri bagi kami di Inggris. Selain durasinya yang panjang karena musim panas, kami juga menghadapi suhu udara yang tidak biasa tinggi, bahkan bertepatan dengan hari terpanas yang pernah tercatat di Inggris untuk bulan Juni. Namun justru di tengah kondisi itu, kami ingin tetap menghidupkan semangat berbagi dengan saudara-saudara kita di Indonesia, khususnya anak-anak yatim dan duafa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Dalam kegiatan di Ancol, sebanyak 100 anak yatim, duafa, dan penghafal Al-Qur'an mengikuti buka puasa bersama, menerima santunan, serta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dalam rangka memperingati Hari Asyura.

Pelaksanaan acara di Indonesia dikoordinasikan oleh Pemuda Berjamaah (PB), mulai dari persiapan lokasi, pendampingan peserta, hingga penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan.

Selain berbuka puasa bersama, salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah sesi video call langsung yang menghubungkan peserta di Ancol dengan pengurus PCIM Britania Raya & Irlandia di Inggris.

Dalam sesi tersebut, Thareq, pengurus PCIM yang sedang menempuh studi di Oxford University, memberikan motivasi kepada para peserta.

Anak-anak yatim dan penghafal Al-Qur'an pun dapat berinteraksi secara langsung meski dipisahkan ribuan kilometer.

Ketua Pemuda Berjamaah, M Aqshal Fadhillah, mengatakan sesi virtual tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi para peserta.

"Sesi video call dengan Oxford University ini merupakan salah satu sesi yang paling berkesan karena menumbuhkan motivasi dan semangat dari para panitia dan peserta yang ada di Ancol," katanya.

Kesan positif juga disampaikan salah satu peserta, Putri, dari Panti Asuhan Muhammadiyah Tebet Timur.

Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

"Jadi kesannya itu di tempatnya ballroom, terus di situ ada pantainya bisa melihat pemandangan, bisa nyebur gitu kan. Terus tempatnya mewah banget, terus makanannya juga enak-enak," ujarnya.

Putri berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan pada masa mendatang.

"Pesannya sering-sering buat acara kayak gini, undang anak-anak kesayangan Rasulullah lagi. Doanya semoga Pemuda Berjamaah dan PCIM Britania Raya & Irlandia makin sukses, makin lancar rezekinya, dan bisa buat acara yang lebih besar lagi dari ini," tambahnya.

Baca juga: Hoaks! NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak, Ini Faktanya

PCIM Britania Raya & Irlandia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas Muslim Indonesia di luar negeri untuk terus menjaga kepedulian terhadap masyarakat di Tanah Air.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa semangat beribadah dan berbagi dapat tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar