Editor
KOMPAS.com - Menghafal Al-Quran merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, menghafal ayat-ayat suci juga menjadi bekal amal saleh yang terus menyertai seorang Muslim sepanjang hidupnya.
Beberapa surah dan ayat Al-Quran memiliki keutamaan khusus sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.
Baca juga: Bacaan Ayat Kursi dan Artinya, Benarkah Bisa Mengusir Setan?
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghafalkan dan mengamalkannya secara rutin sebagai bagian dari ibadah sehari-hari.
Semua surah dalam Al-Qur'an memiliki kemuliaan dan membawa kebaikan bagi siapa saja yang membaca serta mengamalkannya.
Baca juga: Menag: Jangan Belajar Al-Quran Hanya untuk Ilmu, Tapi untuk Mendekat kepada Allah
Meski demikian, terdapat sejumlah surah dan ayat yang secara khusus dianjurkan untuk dihafal karena memiliki keutamaan tertentu.
Berikut tujuh surah dan ayat Al-Quran yang dianjurkan untuk dihafal beserta keutamaannya.
Surah Al-Mulk terdiri dari 30 ayat dan menjadi salah satu surah yang paling dianjurkan untuk dihafal. Dalam sejumlah hadis dijelaskan bahwa surah ini akan memberikan syafaat bagi orang yang membacanya serta menjadi sebab perlindungan dari siksa kubur.
Rasulullah SAW bersabda:
"Ada suatu surat dalam Al-Quran yang terdiri dari 30 ayat, dapat memberikan syafaat bagi pembacanya hingga ia diampuni, yaitu Surah Al-Mulk." (HR. Tirmidzi No. 2891).
Karena keutamaannya tersebut, Surah Al-Mulk dianjurkan untuk dibaca dan dihafalkan sebagai amalan harian.
Surah Al-Kahfi juga termasuk surah yang dianjurkan untuk dihafal. Meskipun berjumlah 110 ayat, Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan menghafal 10 ayat pertamanya.
Beliau bersabda:
"Barangsiapa yang menghafal 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal." (HR. Muslim No. 809).
Selain itu, membaca Surah Al-Kahfi secara rutin juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Surah Al-Waqiah yang terdiri atas 96 ayat dikenal luas sebagai salah satu surah yang sering diamalkan terkait doa memohon kelapangan rezeki.
Banyak ulama menganjurkan membaca surah ini secara rutin. Dalam sebuah hadis disebutkan:
"Barangsiapa membaca Surah Al-Waqiah setiap malam, maka Allah akan menjaganya dari kemiskinan."
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran untuk membaca dan menghafalkan Surah Al-Waqiah sebagai bentuk ikhtiar disertai doa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan rezeki dan dijauhkan dari kesulitan hidup.
Ayat Kursi merupakan ayat ke-255 Surah Al-Baqarah dan dikenal sebagai ayat paling agung dalam Al-Quran. Ayat ini menjelaskan kebesaran, kekuasaan, dan sifat-sifat Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya segala sesuatu memiliki punuk, dan punuk-nya Al-Quran adalah Surah Al-Baqarah yang di dalamnya terdapat penghulu dari ayat-ayat suci Al-Quran, yaitu Ayat Kursi." (HR. At-Tirmidzi).
Ayat Kursi dianjurkan untuk dihafal dan dibaca secara rutin, terutama setelah salat wajib serta sebelum tidur, sebagai bentuk zikir dan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, yaitu ayat 285 dan 286, juga memiliki keutamaan besar sehingga dianjurkan untuk dihafal.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan." (HR. Bukhari No. 5009).
Kedua ayat tersebut berisi doa, permohonan ampun, serta perlindungan kepada Allah SWT sehingga sering diamalkan sebelum tidur.
Surah Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat dan dikenal dengan pengulangan ayat fabiayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzibaan yang mengingatkan manusia dan jin atas berbagai nikmat Allah SWT.
Dalam riwayat Imam Ja'far disebutkan:
"Barangsiapa membaca Surah Ar-Rahman, kemudian setiap kali membaca ayat fabiayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzibaan (maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan) ia menjawab: 'Tidak ada satu pun nikmat dari Tuhan-ku yang aku dustakan.' Jika ia membacanya di malam hari dan meninggal, maka ia mati dalam keadaan syahid. Jika membacanya di siang hari dan meninggal, maka ia mati dalam keadaan syahid." (Tsawabul A’mal – Imam Ja'far).
Surah ini menjadi salah satu bacaan yang dianjurkan untuk memperkuat rasa syukur dan keimanan kepada Allah SWT.
Surah As-Sajdah juga termasuk surah yang sering diamalkan Rasulullah SAW.
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan:
"Nabi tidak akan tidur sampai beliau membaca Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) dan Tabarakalladzi biyadihil mulk (Al-Mulk)." (HR. Ahmad).
Selain itu, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca Surah As-Sajdah pada rakaat pertama salat Subuh hari Jumat, sedangkan rakaat kedua membaca Surah Al-Insan.
Kebiasaan tersebut menunjukkan besarnya keutamaan Surah As-Sajdah sehingga umat Islam dianjurkan untuk membacanya secara rutin dan menghafalkannya sebagai bagian dari amalan harian.
Menghafal surah dan ayat-ayat pilihan tersebut bukan hanya menjadi ikhtiar memperbanyak amal saleh, tetapi juga membantu umat Islam lebih dekat dengan Al-Quran.
Keutamaannya sebagaimana disebutkan dalam hadis menjadi motivasi untuk terus membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang