Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panitia Muktamar ke-35 NU Gelar Rapat Perdana, Matangkan Persiapan dan Satukan Arah Kerja

Kompas.com, 17 Juli 2026, 16:17 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Rapat koordinasi perdana digelar sebagai langkah awal menyatukan arah kerja seluruh unsur kepanitiaan.

Pertemuan ini melibatkan Panitia Pengarah (Steering Committee/SC), Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC), dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baca juga: Gus Ipul: Presiden Prabowo Tidak Akan Intervensi Muktamar NU ke-35

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan Muktamar ke-35 NU berjalan lancar, baik dari sisi substansi maupun teknis.

Rapat koordinasi perdana berlangsung di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (16/7/2026) malam.

Pertemuan ini menjadi konsolidasi awal seluruh unsur kepanitiaan dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, Empat Kandidat Ketua Umum Sudah Silaturahmi ke PCNU Palangka Raya

Muktamar Ke-35 NU Jadi Momentum Satu Abad Organisasi

Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, mengatakan muktamar kali ini memiliki makna historis karena bertepatan dengan genap 100 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama sejak didirikan pada 1926.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjuangan para muassis NU sekaligus menyiapkan langkah organisasi memasuki abad kedua.

"Muktamar ini memiliki nilai sejarah yang sangat besar karena memasuki satu abad perjalanan NU. Oleh sebab itu, seluruh proses persiapan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh," ucap Mohammad Nuh dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Mohammad Nuh menjelaskan pembagian tugas kepanitiaan telah disusun agar penyelenggaraan muktamar berjalan optimal.

Steering Committee (SC) bertugas menyiapkan materi persidangan, draf keputusan, dan arah pembahasan substansi organisasi.

Sementara Organizing Committee (OC) bertanggung jawab mengoordinasikan kebutuhan teknis, mulai dari registrasi peserta, pelayanan, hingga sarana dan prasarana.

"Muktamar NU harus menjadi ruang yang memperkuat ukhuwah serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan organisasi," tambahnya.

Panitia Fokus Siapkan Logistik dan Pengamanan

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta seluruh bidang kepanitiaan segera menyusun program kerja sesuai hasil koordinasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemetaan kebutuhan menjelang kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah.

Beberapa aspek yang menjadi prioritas panitia meliputi penyediaan akomodasi dan transportasi peserta, distribusi konsumsi dan logistik, penyiapan ruang sidang komisi serta lokasi upacara pembukaan, hingga sistem pengamanan terpadu selama pelaksanaan muktamar.

"Setelah ini masing-masing bidang akan bekerja berdasarkan hasil koordinasi yang telah disepakati. Semua kebutuhan dipetakan sejak awal agar proses persiapan berjalan lebih efektif," ujar Gus Ipul.

Ratusan Personel Banser akan Dikerahkan

Untuk mendukung keamanan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, panitia juga menyiapkan personel Banser yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.

"Jumlah personel Banser yang disiapkan diperkirakan mencapai 200 hingga 400 orang dan akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis," pungkas Gus Ipul.

Panitia berharap sinergi antara PBNU, Organizing Committee, Steering Committee, dan keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dapat menghadirkan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum penting menyongsong abad kedua Nahdlatul Ulama.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul “PBNU Gelar Rapat Koordinasi Perdana Persiapan Muktamar ke-35 di Jombang”. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar