Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Momen Lamine Yamal Berdoa usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Viral

Kompas.com, 20 Juli 2026, 09:55 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Momen mengharukan terjadi setelah Timnas Spanyol memastikan diri menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026. Di tengah euforia kemenangan, sorotan publik justru tertuju kepada Lamine Yamal, yang terlihat berlutut di lapangan dan memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur.

Video singkat berdurasi sekitar 11 detik yang diunggah kanal YouTube NDTV Profit India berjudul "Lamine Yamal's Prayer After Winning FIFA World Cup Goes Viral" memperlihatkan pemain berusia 19 tahun itu menundukkan kepala dan berdoa sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Aksi sederhana tersebut segera menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menilai momen itu sebagai bentuk kerendahan hati seorang pesepak bola muda yang memilih bersyukur setelah mencapai puncak prestasi sepak bola dunia.

Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026 Bengkulu: Doa Bersama dan Santunan Yatim

Spanyol Kembali ke Puncak Dunia

Menang Tipis atas Argentina

Berdasarkan laporan Saudi Gazette, Spanyol mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 pada final Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di MetLife Stadium, Amerika Serikat.

Gol kemenangan dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu. Hasil tersebut mengantarkan La Roja meraih gelar juara dunia keduanya sejak sukses menjuarai Piala Dunia 2010.

Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan. Tim asuhan Luis de la Fuente tercatat melepaskan puluhan peluang dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, sebuah catatan impresif bagi tim juara.

Selain mengangkat trofi, Spanyol juga mencatat sejarah sebagai negara pertama yang secara bersamaan menyandang gelar juara dunia sepak bola putra dan putri setelah tim putri menjuarai Piala Dunia 2023.

Momen Doa Lamine Yamal Jadi Perbincangan

Berlutut dan Menundukkan Kepala di Lapangan

Di tengah perayaan para pemain Spanyol, Lamine Yamal memilih mengambil beberapa saat untuk berlutut di atas lapangan sambil menundukkan kepala.

Momen tersebut terekam kamera dan kemudian menyebar luas melalui media sosial maupun kanal berita olahraga internasional.

Meski video itu tidak disertai penjelasan mengenai doa yang dipanjatkan, banyak penggemar menafsirkannya sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia.

Ungkapan syukur melalui doa merupakan hal yang kerap dilakukan sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga setelah meraih kemenangan atau prestasi besar.

Siapa Lamine Yamal?

Wonderkid Barcelona yang Terus Pecahkan Rekor

Menurut profil resmi FIFA, Lamine Yamal lahir pada 13 Juli 2007 dan bermain sebagai sayap kanan untuk Timnas Spanyol serta FC Barcelona.

Beberapa fakta menarik tentang Yamal antara lain:

  • Tanggal lahir: 13 Juli 2007
  • Klub: FC Barcelona
  • Tim nasional: Spanyol
  • Debut internasional: 8 September 2023 melawan Georgia saat berusia 16 tahun
  • Posisi: Sayap kanan

Yamal dikenal memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari visi bermain, kemampuan dribel, kreativitas, akurasi umpan, hingga penyelesaian akhir.

Mengapa Lamine Yamal Menjadi Sensasi Dunia?

Karier Melesat di Usia Sangat Muda

Perjalanan karier Yamal tergolong luar biasa.

Ia menjalani debut bersama Barcelona saat baru berusia 15 tahun 9 bulan 16 hari, sekaligus menjadi salah satu pemain termuda dalam sejarah klub.

Bersama Timnas Spanyol, Yamal juga mencatat berbagai rekor usia, termasuk menjadi pencetak gol termuda bagi La Roja.

Namanya semakin bersinar ketika membawa Spanyol menjuarai UEFA EURO 2024. Pada turnamen tersebut, ia mencetak gol spektakuler ke gawang Prancis di semifinal dan mengoleksi empat assist sehingga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik.

Menurut FIFA, sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Yamal telah:

  • memainkan lebih dari 150 pertandingan bersama Barcelona;
  • mengoleksi sekitar 25 caps bersama Timnas Spanyol;
  • membantu Barcelona meraih tiga gelar kompetisi domestik;
  • finis di posisi kedua penghargaan The Best FIFA Football Awards 2025.

Wujud Syukur Setelah Meraih Prestasi

Momen Lamine Yamal berdoa setelah Spanyol menjadi juara dunia memperlihatkan sisi lain seorang atlet elite.

Di tengah sorotan kamera, pesta kemenangan, dan ribuan suporter yang merayakan gelar juara, Yamal memilih meluangkan waktu untuk menundukkan kepala di lapangan.

Gestur tersebut menuai banyak respons positif dari penggemar sepak bola yang melihatnya sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian besar bersama negaranya.

Baca juga: FIFA Hapus Branding Alkohol di Penghargaan Man of the Match Piala Dunia 2026 untuk Hormati Pemain Muslim

Bagi banyak atlet, doa setelah pertandingan merupakan bentuk pengakuan bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dipandang sebagai nikmat yang patut disyukuri sesuai keyakinan masing-masing.

Profil Singkat Lamine Yamal

  • Nama: Lamine Yamal
  • Lahir: 13 Juli 2007
  • Klub: FC Barcelona
  • Tim Nasional: Spanyol
  • Posisi: Sayap kanan
  • Debut Timnas: 8 September 2023 vs Georgia
  • Kekuatan: Dribel, visi bermain, kreativitas, umpan, penyelesaian akhir

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Aktual
Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
Aktual
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Aktual
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Aktual
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Aktual
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Aktual
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Aktual
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Aktual
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar