Penulis
KOMPAS.com - Momen mengharukan terjadi setelah Timnas Spanyol memastikan diri menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026. Di tengah euforia kemenangan, sorotan publik justru tertuju kepada Lamine Yamal, yang terlihat berlutut di lapangan dan memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur.
Video singkat berdurasi sekitar 11 detik yang diunggah kanal YouTube NDTV Profit India berjudul "Lamine Yamal's Prayer After Winning FIFA World Cup Goes Viral" memperlihatkan pemain berusia 19 tahun itu menundukkan kepala dan berdoa sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Aksi sederhana tersebut segera menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menilai momen itu sebagai bentuk kerendahan hati seorang pesepak bola muda yang memilih bersyukur setelah mencapai puncak prestasi sepak bola dunia.
Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026 Bengkulu: Doa Bersama dan Santunan Yatim
Berdasarkan laporan Saudi Gazette, Spanyol mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 pada final Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di MetLife Stadium, Amerika Serikat.
Gol kemenangan dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu. Hasil tersebut mengantarkan La Roja meraih gelar juara dunia keduanya sejak sukses menjuarai Piala Dunia 2010.
Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan. Tim asuhan Luis de la Fuente tercatat melepaskan puluhan peluang dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, sebuah catatan impresif bagi tim juara.
Selain mengangkat trofi, Spanyol juga mencatat sejarah sebagai negara pertama yang secara bersamaan menyandang gelar juara dunia sepak bola putra dan putri setelah tim putri menjuarai Piala Dunia 2023.
Di tengah perayaan para pemain Spanyol, Lamine Yamal memilih mengambil beberapa saat untuk berlutut di atas lapangan sambil menundukkan kepala.
Momen tersebut terekam kamera dan kemudian menyebar luas melalui media sosial maupun kanal berita olahraga internasional.
Meski video itu tidak disertai penjelasan mengenai doa yang dipanjatkan, banyak penggemar menafsirkannya sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia.
Ungkapan syukur melalui doa merupakan hal yang kerap dilakukan sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga setelah meraih kemenangan atau prestasi besar.
Menurut profil resmi FIFA, Lamine Yamal lahir pada 13 Juli 2007 dan bermain sebagai sayap kanan untuk Timnas Spanyol serta FC Barcelona.
Beberapa fakta menarik tentang Yamal antara lain:
Yamal dikenal memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari visi bermain, kemampuan dribel, kreativitas, akurasi umpan, hingga penyelesaian akhir.
Perjalanan karier Yamal tergolong luar biasa.
Ia menjalani debut bersama Barcelona saat baru berusia 15 tahun 9 bulan 16 hari, sekaligus menjadi salah satu pemain termuda dalam sejarah klub.
Bersama Timnas Spanyol, Yamal juga mencatat berbagai rekor usia, termasuk menjadi pencetak gol termuda bagi La Roja.
Namanya semakin bersinar ketika membawa Spanyol menjuarai UEFA EURO 2024. Pada turnamen tersebut, ia mencetak gol spektakuler ke gawang Prancis di semifinal dan mengoleksi empat assist sehingga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik.
Menurut FIFA, sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Yamal telah:
Momen Lamine Yamal berdoa setelah Spanyol menjadi juara dunia memperlihatkan sisi lain seorang atlet elite.
Di tengah sorotan kamera, pesta kemenangan, dan ribuan suporter yang merayakan gelar juara, Yamal memilih meluangkan waktu untuk menundukkan kepala di lapangan.
Gestur tersebut menuai banyak respons positif dari penggemar sepak bola yang melihatnya sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian besar bersama negaranya.
Bagi banyak atlet, doa setelah pertandingan merupakan bentuk pengakuan bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dipandang sebagai nikmat yang patut disyukuri sesuai keyakinan masing-masing.