Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya

Kompas.com, 24 Juli 2026, 16:59 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam kerap melafalkan la haula wala quwwata illa billah sebagai salah satu bentuk dzikir kepada Allah SWT.

Bacaan ini mengandung makna yang dalam tentang ketergantungan seorang hamba kepada Allah serta keyakinan bahwa segala daya dan kekuatan berasal dari-Nya.

Karena itu, hauqalah menjadi dzikir yang dianjurkan untuk diamalkan dalam berbagai keadaan, baik saat menghadapi kesulitan maupun ketika memohon pertolongan Allah.

Baca juga: Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Selain memiliki makna tauhid yang kuat, bacaan ini juga memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi SAW dan pendapat para ulama.

Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah  

Berikut bacaan la haula wala quwwata illa billah dalam tulisan Arab, latin, beserta artinya.

Baca juga: Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Latin: La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil azhim.

Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Makna La Haula Wala Quwwata Illa Billah

Lafal la haula wala quwwata illa billah, yang juga dikenal sebagai hauqalah, mengajarkan bahwa seluruh kekuatan, kemampuan, dan pertolongan sejatinya hanya berasal dari Allah SWT.

Seorang Muslim tetap diperintahkan berikhtiar, tetapi hasil akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah sebagai bentuk tawakal.

Makna tersebut sejalan dengan penjelasan Imam Nawawi berikut.

"Kalimat 'la haula wala quwwata illa billah' adalah kalimat yang penuh kepatuhan dan kepasrahan diri (kepada Allah) dan sungguh seorang hamba tidak memiliki urusannya sedikit pun, ia tidak memiliki daya untuk menolak keburukan dan tidak memiliki kekuatan untuk menarik kebaikan, kecuali dengan kehendak Allah swt.”

Melalui dzikir ini, umat Islam diingatkan akan keterbatasan manusia sekaligus pentingnya bersandar kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Keutamaan Membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billah

Selain mengandung makna tauhid dan tawakal, bacaan hauqalah juga memiliki berbagai keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

1. Menjadi Simpanan Pahala di Surga

Salah satu keutamaan membaca la haula wala quwwata illa billah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

“Wahai Abdullah bin Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu suatu simpanan dari berbagai simpanan surga?” Aku menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Kemudian beliau bersabda: “La haula wala quwwata illa billah.” (HR al-Bukhari).

Melansir berbagai sumber, Syekh Muhammad Asyraf bin Amir Syaraful Haq as-Siddiqi menjelaskan bahwa kata "simpanan" dalam hadis tersebut merujuk pada pahala yang disimpan di surga dan akan diberikan Allah SWT kepada orang yang rutin mengamalkan bacaan la haula wala quwwata illa billah.

2. Mendapat Perlindungan dari Kefakiran

Syekh M Nawawi Al-Bantani, dengan mengutip hadis riwayat Ibnu Abid Dunya, menjelaskan bahwa membaca hauqalah sebanyak 100 kali setiap hari memiliki keutamaan berupa perlindungan dari kefakiran.

"Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, ‘Siapa saja yang membaca La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil azhimi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,’”

3. Memohon Kemudahan dalam Menghadapi Kesulitan

Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa hauqalah menjadi salah satu dzikir yang dianjurkan ketika seseorang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup.

Disebutkan bahwa orang yang membaca la haula wa la quwwata illa billah sebanyak 300 kali dengan penuh keyakinan dapat memohon agar Allah SWT memberikan kemudahan dan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapinya.

Pada akhirnya, la haula wala quwwata illa billah bukan sekadar bacaan dzikir, tetapi juga pengingat bahwa seluruh daya, kekuatan, dan pertolongan hanya berasal dari Allah SWT.

Dengan terus mengamalkannya disertai ikhtiar dan tawakal, seorang Muslim diharapkan memperoleh ketenangan hati, pahala, serta pertolongan Allah dalam menjalani kehidupan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar