Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

Kompas.com, 4 Agustus 2026, 11:43 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membuka peluang kerja sama strategis dengan Qatar setelah menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (3/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan sekaligus menjajaki kolaborasi di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan Qatar menunjukkan komitmen kuat untuk membangun kemitraan dengan Muhammadiyah.

Baca juga: Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah

Ruang lingkup kerja sama yang ditawarkan mencakup pengembangan pendidikan, baik di bidang studi Islam maupun sains.

Menurut Haedar, Qatar juga membuka peluang bagi lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran, untuk berkarier di negara tersebut.

Baca juga: Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut

“Khusus untuk kesehatan dan kedokteran, Dubes Qatar bahkan sangat menantikan lulusan dari Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk dapat datang ke Qatar. Selama ini terdapat sekitar 30 ribu tenaga kesehatan dan perawat yang bekerja di sana, tetapi jumlah yang berasal dari Indonesia masih belum banyak. Karena itu, Qatar sangat berharap dapat menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah,” ujar Haedar, seperti dilansir dari laman Muhammadiyah.

Selain membahas peluang kolaborasi di berbagai sektor, kedua pihak juga berkomitmen mempererat hubungan emosional antara Muhammadiyah dan Qatar.

Dubes Qatar Sampaikan Belasungkawa ke Muhammadiyah

Dalam pertemuan itu, Haedar mengungkapkan Duta Besar Qatar menyampaikan apresiasi atas ucapan belasungkawa Muhammadiyah atas wafatnya Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada 12 Juli 2026.

Bagi Muhammadiyah, Syeikh Hamad dikenal sebagai pemimpin Arab yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kemanusiaan, terutama perjuangan rakyat Palestina.

“Muhammadiyah merasa kehilangan karena Amir Hamad bin Khalifa Al Thani adalah tokoh yang menonjol, pemimpin Arab yang berani, dan memelopori kunjungan ke Gaza, Palestina, pada tahun 2012,” tuturnya.

Haedar menilai kunjungan Syeikh Hamad ke Jalur Gaza pada 23 Oktober 2012 menjadi tonggak sejarah karena ia merupakan kepala negara pertama yang menembus blokade Israel untuk mengunjungi wilayah tersebut. Langkah itu dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Haedar Soroti Peran Syeikh Hamad dalam Kemajuan Qatar

Haedar juga menilai kepemimpinan Syeikh Hamad menjadi fondasi penting bagi transformasi Qatar sebagai negara modern yang berkembang di berbagai bidang.

Menurutnya, estafet pembangunan kemudian diteruskan oleh putranya, Emir Qatar saat ini, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Di bawah kepemimpinan Syeikh Tamim, Qatar berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, yang disebut sebagai pencapaian bersejarah bagi kawasan Timur Tengah dan dunia Arab.

“Beliau adalah tokoh yang membangun Qatar menjadi negara maju di berbagai bidang. Kemudian dilanjutkan oleh putranya, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, hingga Qatar berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Itu merupakan pencapaian yang sangat bersejarah,” tambahnya.

Muhammadiyah Diundang Berkunjung ke Qatar

Haedar menyampaikan, Duta Besar Qatar juga secara resmi mengundang Muhammadiyah melakukan kunjungan balasan ke Qatar.

Kunjungan tersebut direncanakan untuk membahas lebih lanjut peluang kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Tentu juga karena beliau mengundang kami untuk ke Qatar, kami akan merencanakan untuk berbalas datang ke Qatar selain nanti juga berkunjung ke Kedubes Qatar di Jakarta,” pungkas Haedar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar