Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Bersih-bersih Masjid Serentak di Seluruh Indonesia 10 Agustus

Kompas.com, 5 Agustus 2026, 08:15 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Gerakan Bersih-bersih Masjid Nasional (Geber Masjid) secara serentak di seluruh Indonesia pada 10 Agustus 2026. Hingga hari pertama pembukaan pendaftaran, sebanyak 611 masjid telah terdaftar mengikuti gerakan tersebut, dengan jumlah peserta terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur yang mencapai 297 masjid.

Kick off Geber Masjid akan dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta, dan berlangsung serentak di berbagai daerah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan Geber Masjid merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan aksi nyata dalam menjaga kebersihan rumah ibadah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat.

Baca juga: Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Kemenag: 100.000 Diperkirakan Hadir

"Menindaklanjuti arahan Menteri Agama Bapak Nasaruddin Umar, Ditjen Bimas Islam melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) secara nasional pada 10 Agustus 2026. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya kita memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan aksi nyata menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat," ujar Abu Rokhmad saat membuka Sosialisasi Geber Masjid secara daring di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Sosialisasi nasional tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah.

Dukung Program Kemenag ASRI

Abu Rokhmad menjelaskan, Geber Masjid merupakan implementasi Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan Bersih-Bersih Masjid.

Program ini mengusung semangat mewujudkan masjid yang bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh jamaah sekaligus mendukung Program Kemenag ASRI.

Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih sesaat, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan masjid secara berkelanjutan.

"Kami berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya bersama dalam merawat masjid. Masjid yang bersih dan nyaman akan membuat jamaah semakin khusyuk beribadah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan," katanya.

Pelaksanaan Geber Masjid akan melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, pengurus masjid, hingga masyarakat luas.

Aksi Bersih-bersih hingga Penghijauan

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan rangkaian kegiatan Geber Masjid tidak hanya berupa aksi membersihkan area masjid, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Selain itu, Kementerian Agama bersama KUA di berbagai daerah akan melakukan pendampingan agar praktik ramah lingkungan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masjid.

Program tersebut juga mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik, penghijauan kawasan masjid, serta penghematan penggunaan air dan energi listrik sebagai bagian dari pengelolaan masjid yang berkelanjutan.

"Melalui Geber Masjid, kami ingin mengajak seluruh pengurus masjid, penyuluh agama, KUA, dan masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya memakmurkan masjid. Masjid yang bersih, asri, dan nyaman akan memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik sekaligus mencerminkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kebersihan," ujar Arsad.

Ia berharap semangat Geber Masjid tidak berhenti setelah pelaksanaan perdana pada 10 Agustus, tetapi terus berkembang menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan.

Baca juga: Sambut Kemerdekaan RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Pendaftaran Masih Dibuka

Kementerian Agama masih membuka pendaftaran bagi masjid yang ingin berpartisipasi dalam Geber Masjid Nasional. Peserta yang mendaftar juga akan memperoleh sertifikat dari Kementerian Agama sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam gerakan tersebut.

Kick off Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 08.00–11.30 WIB di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta, dan akan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Tag: Geber Masjid, Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Kementerian Agama, Kemenag, Abu Rokhmad, Arsad Hidayat, Nasaruddin Umar, HUT RI ke-81, Masjid Fatahillah, Program Kemenag ASRI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar