Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW

Kompas.com, 11 Agustus 2026, 21:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Surah Ad-Dhuha merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang memuat pesan tentang pertolongan Allah, ketenangan, rasa syukur, dan kepedulian kepada sesama.

Surah ke-93 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 11 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah yang diturunkan di Makkah.

Nama Ad-Dhuha diambil dari ayat pertama yang menyebut waktu dhuha, ketika matahari mulai naik.

Baca juga: Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya

Di balik ayat-ayatnya, terdapat kisah turunnya Surah Ad-Dhuha sebagai penghiburan bagi Nabi Muhammad SAW ketika beliau mengalami kegelisahan setelah wahyu sempat terhenti.

Kisah Turunnya Surah Ad-Dhuha

Pembahasan mengenai kisah turunnya Surah Ad-Dhuha pernah disampaikan Al-Ustadz Dr. H. Imam Kamaluddin, Lc. M.Hum. dalam sesi Kuliah Subuh yang di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca juga: 5 Keutamaan Shalat Dhuha dalam Hadis Rasulullah SAW, dari Ampunan Dosa hingga Istana di Surga

Dilansir dari laman Pondok Modern Darussalam Gontor, kuliah Subuh yang berlangsung pada Rabu (20/4/2022) itu mengangkat materi mengenai tafsir Surat Ad-Dhuha.

“Ad-Dhuha adalah cerita tentang kegundahan, kegelisahan, juga obat yang Allah Subhanahu wa ta’ala turunkan,” ujar Al-Ustadz Imam Kamaluddin di awal kuliah sebagai pembuka materi yang akan disampaikan.

Menurut Ustadz Imam Kamaluddin, sebelum Surah Ad-Dhuha turun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi gelisah.

Kegelisahan itu berkaitan dengan terhentinya kedatangan Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala selama sekitar enam bulan.

Dalam kondisi tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat bertanya-tanya apakah Allah sudah membenci dan tidak lagi memperhatikannya.

Kegelisahan juga muncul ketika doa yang dipanjatkan belum mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan, meskipun Rasulullah SAW terus berupaya meningkatkan kualitas ibadahnya.

Setelah penantian yang panjang tersebut, turunlah Surah Ad-Dhuha sebagai penawar kegelisahan yang dirasakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tafsir Surah Ad-Dhuha

Dalam kajian tersebut, Ustadz Imam Kamaluddin juga menjelaskan tafsir dari Surah Ad-Dhuha.

Mulai dari ayat pertama dan kedua surah Ad-Dhuha, di mana Allah SWT berfirman:

“Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi.”

Ayat pertama Surah Ad-Dhuha menyebut waktu dhuha, yakni pagi ketika matahari mulai naik. Menurut penjelasan dalam kuliah tersebut, penyebutan waktu ini dapat menjadi gambaran bahwa harapan masih terbuka dan seseorang tidak sepatutnya terburu-buru berputus asa.

Sementara itu, ayat kedua menyebut malam ketika suasana menjadi sunyi. Waktu tersebut dapat menjadi gambaran keadaan manusia yang sedang diliputi kegelisahan dan kesulitan hingga tidak dapat beristirahat dengan tenang.

Adapun pesan utama penghiburan dalam Surah Ad-Dhuha ditegaskan pada ayat ketiga.

“Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,”

Ayat tersebut menjadi jawaban atas kegelisahan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT menegaskan bahwa terhentinya wahyu bukan berarti Dia meninggalkan atau membenci Rasulullah SAW.

Kondisi tersebut juga dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam ketika doa yang dipanjatkan belum terwujud. Seseorang terkadang merasa telah memperbaiki ibadah dan berusaha lebih khusyuk dalam berdoa, tetapi keinginannya belum kunjung tercapai.

Padahal, terkabulnya doa tidak selalu hadir dalam bentuk yang diharapkan. Bisa jadi sesuatu yang diminta justru membawa dampak buruk, atau Allah SWT telah memberikan pengganti yang lebih baik tanpa disadari oleh hamba-Nya.

Allah SWT kemudian berfirman:

“dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan”

Ayat keempat Surah Ad-Dhuha mengingatkan bahwa kehidupan akhirat memiliki kedudukan yang lebih baik daripada kehidupan dunia. Dunia menjadi tempat manusia menjalani proses sebelum memperoleh kehidupan akhirat.

Dalam proses tersebut, manusia dapat menghadapi berbagai kegagalan, kesulitan, dan kegelisahan. Namun, apabila semua ujian tersebut dilewati dengan baik dan atas izin Allah SWT, terdapat balasan berupa kenikmatan di akhirat.

Dalam ayat selanjutnya, Allah SWT memberikan janji kepada Rasulullah SAW:

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”

Ayat tersebut merupakan janji Allah SWT mengenai karunia yang akan diberikan kepada hamba-Nya. Karunia itu dapat berupa terkabulnya doa sesuai dengan keinginan maupun pemberian lain yang dinilai lebih baik.

Menurut penjelasan Al-Ustadz Imam Kamaluddin, Allah SWT mencintai hamba-Nya dan mengetahui cara terbaik untuk memberikan bentuk kasih sayang tersebut. Karena itu, belum terwujudnya suatu harapan tidak semestinya membuat seorang Muslim berprasangka buruk kepada Allah.

Dalam ayat berikutnya, Allah SWT mengingatkan berbagai bentuk pertolongan yang telah diberikan kepada Rasulullah SAW.

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu), dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”

Ayat keenam hingga kedelapan Surah Ad-Dhuha menggambarkan pertolongan dan kasih sayang Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Allah mengingatkan berbagai kondisi yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW sekaligus pertolongan yang diberikan-Nya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Allah SWT dapat menjadi tempat bergantung ketika seorang hamba menghadapi kesulitan. Pertolongan Allah dapat hadir dalam bentuk perlindungan, petunjuk, maupun kecukupan.

Tiga ayat terakhir Surah Ad-Dhuha berisi sejumlah perintah kepada Rasulullah SAW sekaligus pelajaran bagi umat Islam.

“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”

Setelah mengingatkan berbagai pertolongan dan nikmat Allah SWT, ayat tersebut mengajarkan pentingnya bersyukur. Rasa syukur juga diwujudkan dengan tidak berlaku semena-mena kepada anak yatim serta tidak menghardik orang yang meminta.

Nikmat yang diperoleh juga dapat diungkapkan sebagai bentuk syukur, bukan untuk memunculkan sikap riya atau kesombongan. Dengan demikian, Surah Ad-Dhuha tidak hanya berbicara mengenai ketenangan hati, tetapi juga mengajarkan kepedulian sosial.

Pesan Surah Ad-Dhuha: Sikap Kita Saat Doa Belum Terwujud

Pada akhir kuliah, Al-Ustadz Imam Kamaluddin kembali menekankan bahwa belum terwujudnya harapan tidak berarti Allah SWT meninggalkan hamba-Nya.

“Ketika Allah sudah membuka hatimu tentang penolakan do’amu dan engkau paham apa yang terjadi, maka bisa jadi pemberian terbaik dari Allah. Maka Allah tidak akan meninggalkan kita bagaimanapun juga,” pesan beliau.

Surat Ad-Dhuha Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan Surat Ad-Dhuha dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Surat Ad-Dhuha ayat 1

وَالضُّحٰى
Latin: Waḍ-ḍuḥā
Arti: Demi waktu Dhuha (pagi hari ketika matahari naik).

Surat Ad-Dhuha ayat 2

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰى
Latin: Wallaili iżā sajā
Arti: Dan demi malam apabila telah sunyi.

Surat Ad-Dhuha ayat 3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰى
Latin: Mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā
Arti: Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad), dan tidak (pula) membencimu.

Surat Ad-Dhuha ayat 4

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰى
Latin: Walal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā
Arti: Dan sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

Surat Ad-Dhuha ayat 5

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى
Latin: Wa lasaufa yu’ṭīka rabbuka fatarḍā
Arti: Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia kepadamu, sehingga engkau merasa rida.

Surat Ad-Dhuha ayat 6

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰى
Latin: Alam yajidka yatīman fa-āwā
Arti: Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)?

Surat Ad-Dhuha ayat 7

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰى
Latin: Wa wajadaka ḍāllan fa-hadā
Arti: Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (wahyu).

Surat Ad-Dhuha ayat 8

وَوَجَدَكَ عَاۤئِلًا فَاَغْنٰى
Latin: Wa wajadaka ‘āilan fa-aghnā
Arti: Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberimu kecukupan.

Surat Ad-Dhuha ayat 9

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ
Latin: Fa-ammal yatīma fa-lā taqhar
Arti: Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

Surat Ad-Dhuha ayat 10

وَاَمَّا السَّاۤئِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Latin: Wa ammas-sā'ila fa-lā tanhar
Arti: Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.

Surat Ad-Dhuha ayat 11

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Latin: Wa ammā bini’mati rabbika fa-ḥaddiṡ
Arti: Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar