Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Cocoklogi, Kenali Integrasi Islam dan Sains Ala Muhammadiyah

Kompas.com, 17 Agustus 2026, 06:31 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Integrasi Islam dan ilmu pengetahuan dalam penelitian bukan berarti mencocokkan setiap temuan ilmiah dengan ayat Al-Quran.

Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Muttaqin mengatakan, penelitian integratif justru perlu menghindari pendekatan "cocoklogi" agar integritas akademik tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Ahmad dalam Seminar dan Sosialisasi Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan yang diselenggarakan Center for Islamic Studies and Civilization (CISIC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (13/8/2026).

Menurut Ahmad, integrasi Islam dan ilmu pengetahuan dapat dilakukan dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai orientasi penelitian tanpa harus selalu mencantumkan ayat Al-Quran secara langsung.

Baca juga: Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah

Ia mencontohkan penelitian mengenai material bangunan murah untuk membuat rumah masyarakat miskin menjadi lebih aman.

Penelitian tersebut, kata dia, tetap dapat disebut sebagai penelitian integratif karena berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Dengan demikian, nilai Islam dalam penelitian tidak selalu harus ditunjukkan melalui pencantuman ayat tertentu, tetapi dapat tercermin dalam tujuan dan orientasi penelitian.
Hindari "Cocoklogi" Sains dan Al-Quran.

Ahmad menilai salah satu kekuatan panduan penelitian integratif yang disusun UMY adalah upayanya menghindari pendekatan apologetic, justificationism, dan concordism.

Concordism merupakan kecenderungan untuk mencari atau memaksakan kesesuaian antara temuan sains dan teks agama.

Menurut Ahmad, penelitian tidak seharusnya diarahkan untuk selalu menemukan kecocokan antara teori ilmiah dan ayat Al-Quran.

Baca juga: Viral Hafalan Ad-Duha Berhadiah Miras, MUI: Merendahkan Kesucian Al Quran

Keterbukaan terhadap kemungkinan munculnya ketegangan antara temuan sains dan pemahaman terhadap teks keagamaan justru diperlukan untuk menjaga kejujuran akademik.

"Kekuatan terbesar dari draf ini adalah kejujuran intelektualnya," ujar Ahmad.

Peneliti, lanjut dia, tidak perlu memaksakan suatu teori ilmiah agar terlihat sesuai dengan ayat tertentu karena pendekatan tersebut berisiko mengurangi objektivitas penelitian.

"Jadi menghindari cocoklogi," tegasnya.

Sains Bukan untuk Memvalidasi Al-Quran

Ahmad juga menyoroti penggunaan pendekatan tafsir ilmi dalam penelitian integratif.

Menurut dia, sains modern tidak seharusnya digunakan untuk memvalidasi kebenaran Al-Quran secara mutlak.

Sebab, ilmu pengetahuan bersifat tentatif dan dapat berkembang seiring munculnya penelitian serta temuan baru.

Karena itu, sains dinilai lebih tepat digunakan untuk memperluas pemahaman manusia terhadap ayat-ayat kauniah atau tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di alam semesta dan kehidupan.

"Tambahan klausulnya, tafsir ilmi ini tidak boleh digunakan untuk memvalidasi Al-Quran menggunakan sains, melainkan menggunakan sains untuk memperluas pemahaman atas ayat kauniah dengan kesadaran bahwa sains itu bersifat tentatif," jelasnya.

Panduan Penelitian Integratif UMY

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad juga mengapresiasi panduan penelitian integratif yang disusun UMY.

Menurut dia, panduan tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan berbagai regulasi dan pedoman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang telah diterbitkan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Tingkat kesesuaiannya disebut mencapai sekitar 90 hingga 95 persen.

"Kesimpulannya secara metodologis dan yuridis organisatoris, draf naskah panduan penelitian integratif UMY ini memiliki tingkat kesesuaian mencapai 90 sampai 95 persen," ujarnya.

Ahmad menilai salah satu keunggulan panduan tersebut adalah kemampuan UMY menerjemahkan prinsip integrasi Islam dan ilmu pengetahuan ke dalam petunjuk teknis penelitian.

Langkah tersebut disebutnya sebagai creative leap atau lompatan kreatif karena konsep integrasi yang sebelumnya banyak berada pada tataran konseptual diterjemahkan menjadi panduan yang lebih operasional.

Ia juga mengapresiasi delapan model penelitian integratif yang ditawarkan UMY.

Keberagaman model tersebut menunjukkan bahwa penelitian di bidang kedokteran, teknik, sosial-humaniora, maupun bidang lainnya tidak dapat menggunakan pendekatan integrasi yang seragam.

Melalui panduan tersebut, integrasi Islam dan ilmu pengetahuan diharapkan tidak berhenti pada upaya mencari kesamaan antara teori ilmiah dan teks agama, tetapi mampu mempertemukan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan tanpa mengabaikan prinsip dan metode akademik.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Kisah Adzra, Siswi Madrasah yang Lari 3 Km Setiap Hari demi Jadi Paskibraka Nasional
Kisah Adzra, Siswi Madrasah yang Lari 3 Km Setiap Hari demi Jadi Paskibraka Nasional
Aktual
HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis
HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis
Aktual
Bukan Cocoklogi, Kenali Integrasi Islam dan Sains Ala Muhammadiyah
Bukan Cocoklogi, Kenali Integrasi Islam dan Sains Ala Muhammadiyah
Aktual
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat, MUI Sampaikan Duka Mendalam
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat, MUI Sampaikan Duka Mendalam
Aktual
Apakah Istri Wajib Taat pada Suami yang Bergaji di Bawah UMR? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Apakah Istri Wajib Taat pada Suami yang Bergaji di Bawah UMR? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026: Pengertian, Makna, Susunan Acara, dan Doa
Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026: Pengertian, Makna, Susunan Acara, dan Doa
Aktual
Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Gempa NTT, MDMC dan Lazismu Diturunkan untuk Bantu Korban
Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Gempa NTT, MDMC dan Lazismu Diturunkan untuk Bantu Korban
Aktual
Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi dari Kemendikdasmen untuk Digunakan di Sekolah
Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi dari Kemendikdasmen untuk Digunakan di Sekolah
Aktual
 Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 di Sekolah, Resmi dari Kemendikdasmen
Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 di Sekolah, Resmi dari Kemendikdasmen
Aktual
Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi Kemenag
Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi Kemenag
Aktual
Teks Doa Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026, Resmi Kemenag
Teks Doa Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026, Resmi Kemenag
Aktual
Kiai Imam Jazuli, Tokoh Transformatif Pesantren
Kiai Imam Jazuli, Tokoh Transformatif Pesantren
Aktual
Sambut Muktamar NU ke-35: PCNU Jombang Siapkan Masjid Ramah Muktamirin
Sambut Muktamar NU ke-35: PCNU Jombang Siapkan Masjid Ramah Muktamirin
Aktual
Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional
Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional
Aktual
Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana
Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar