Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis

Kompas.com, 17 Agustus 2026, 07:17 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Cinta terhadap tanah air tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, rasa memiliki, menjaga, dan merawat negeri memiliki landasan dalam sejumlah ayat Al-Quran serta teladan Nabi Muhammad SAW.

Penghulu KUA Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Mu'inan mengatakan, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap Indonesia tidak semestinya berhenti pada ekspresi simbolik.

Dikutip dari laman Kemenag, Mu’inan mengatakan, cinta tanah air perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Baca juga: Teks Doa Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026, Resmi Kemenag

Dalam sejarah Islam, kata Mu'inan, kecintaan terhadap tempat tinggal salah satunya tergambar ketika Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT agar diberikan kecintaan terhadap Madinah sebagaimana kecintaan terhadap Makkah.

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ

"Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah." (HR Al-Bukhari)

Dikutip Menurut Mu'inan, doa tersebut menunjukkan bahwa keterikatan terhadap tempat seseorang hidup merupakan sesuatu yang memiliki akar dalam tradisi Islam.

Semangat tersebut dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dengan menumbuhkan kecintaan terhadap negeri tempat seseorang lahir, tumbuh, beribadah, dan menjalani kehidupan.

Al-Quran dan Kecintaan terhadap Tanah Air

Mu'inan menjelaskan, salah satu ayat yang kerap dikaitkan dengan keterikatan seseorang terhadap tanah kelahirannya terdapat dalam Surat Al-Qashash ayat 85.

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ

"Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur'an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali." (QS Al-Qashash: 85)

Menurut dia, sejumlah mufasir menjelaskan kata ma'ad atau tempat kembali dalam ayat tersebut sebagai Makkah, tanah kelahiran Rasulullah SAW.

Ayat tersebut dapat menjadi salah satu gambaran bahwa rasa rindu dan keterikatan seseorang terhadap tanah kelahirannya merupakan bagian dari fitrah manusia.

Baca juga: Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026: Pengertian, Makna, Susunan Acara, dan Doa

Selain itu, Al-Qur'an menggambarkan beratnya seseorang ketika harus meninggalkan kampung halamannya.

Hal tersebut antara lain terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 66.

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِن دِيَارِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِّنْهُمْ

"Dan sekiranya Kami perintahkan kepada mereka, 'Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,' niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka." (QS An-Nisa: 66)

Mu'inan menilai ayat tersebut menunjukkan betapa pentingnya kampung halaman bagi kehidupan seseorang.

Dalam konteks kemerdekaan, memiliki negeri yang aman, merdeka, dan berdaulat karena itu merupakan nikmat yang perlu disyukuri sekaligus dijaga.

Kecintaan Nabi Muhammad terhadap Madinah

Kecintaan terhadap tempat tinggal juga tergambar dari sikap Rasulullah SAW ketika kembali ke Madinah setelah bepergian.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW mempercepat laju kendaraannya ketika telah melihat Madinah.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ، أَوْضَعَ نَاقَتَهُ، وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

"Bahwasanya Nabi SAW apabila kembali dari bepergian dan melihat dinding-dinding Kota Madinah, beliau mempercepat laju untanya; dan apabila menunggangi kendaraan, beliau menggerakkannya karena cintanya kepada Madinah." (HR Al-Bukhari)

Mu'inan mengatakan, riwayat tersebut menunjukkan kegembiraan Rasulullah ketika kembali ke tempat tinggalnya.

Ia juga mengutip penjelasan Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Sahih Al-Bukhari mengenai hadis tersebut.

وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ، وَعَلَى مَشْرُوعِيَّةِ حُبِّ الْوَطَنِ وَالْحَنِينِ إِلَيْهِ

"Di dalam hadis ini terdapat petunjuk atas keutamaan Madinah, serta petunjuk atas disyariatkannya mencintai tanah air dan merindukannya."

Menurut Mu'inan, keterangan tersebut memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap tanah air memiliki pijakan dalam tradisi keislaman.

Cinta Tanah Air Bukan Sekadar Perasaan

Mu'inan mengatakan, kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup berhenti sebagai perasaan atau slogan.

Makna cinta tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap keamanan, kedamaian, persatuan, dan kehidupan masyarakat yang inklusif.

Semangat tersebut sejalan dengan penguatan Moderasi Beragama yang selama ini dijalankan Kementerian Agama melalui madrasah, pesantren, perguruan tinggi, serta berbagai ruang kehidupan keagamaan.

Generasi muda, menurut dia, perlu memiliki komitmen yang seimbang antara menjalankan ajaran agamanya dan menjaga kehidupan berbangsa.

Sikap tersebut antara lain diwujudkan dengan beragama secara inklusif, menghargai keberagaman, menjaga keharmonisan, serta menjadikan nilai agama sebagai dorongan untuk berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Komunikasi publik juga dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sejuk sekaligus menangkal disinformasi yang berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat.

Pada 2026, Kementerian Agama meraih Popular Government Institutions Award 2026 dari The Iconomics sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja kehumasan dan komunikasi publik.

Menurut Mu'inan, komunikasi yang responsif dan edukatif dapat menjadi jembatan antara program keagamaan dan masyarakat sekaligus memperkuat narasi keberagamaan yang moderat.

Menjaga Indonesia sebagai Wujud Cinta Tanah Air

Momentum HUT ke-81 RI, menurut Mu'inan, dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali kecintaan terhadap Indonesia melalui tindakan nyata.

Mendoakan kebaikan bagi Indonesia, mendidik generasi muda agar memiliki nilai keagamaan sekaligus semangat kebangsaan, serta menjaga kerukunan merupakan bagian dari upaya merawat negeri.

Upaya tersebut diharapkan dapat membawa Indonesia menuju cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang tenteram, makmur, dan berada dalam ampunan Allah SWT.

Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui seremoni dan simbol kebangsaan, tetapi juga melalui komitmen untuk menjaga persatuan, kedamaian, serta memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis
HUT ke-81 RI, Ini Dalil Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadis
Aktual
Bukan Cocoklogi, Kenali Integrasi Islam dan Sains Ala Muhammadiyah
Bukan Cocoklogi, Kenali Integrasi Islam dan Sains Ala Muhammadiyah
Aktual
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat, MUI Sampaikan Duka Mendalam
Ketua Komisi Fatwa MUI KH Junaidi Wafat, MUI Sampaikan Duka Mendalam
Aktual
Apakah Istri Wajib Taat pada Suami yang Bergaji di Bawah UMR? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Apakah Istri Wajib Taat pada Suami yang Bergaji di Bawah UMR? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026: Pengertian, Makna, Susunan Acara, dan Doa
Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026: Pengertian, Makna, Susunan Acara, dan Doa
Aktual
Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Gempa NTT, MDMC dan Lazismu Diturunkan untuk Bantu Korban
Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Gempa NTT, MDMC dan Lazismu Diturunkan untuk Bantu Korban
Aktual
Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi dari Kemendikdasmen untuk Digunakan di Sekolah
Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi dari Kemendikdasmen untuk Digunakan di Sekolah
Aktual
 Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 di Sekolah, Resmi dari Kemendikdasmen
Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 di Sekolah, Resmi dari Kemendikdasmen
Aktual
Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi Kemenag
Link Download PDF Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 Resmi Kemenag
Aktual
Teks Doa Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026, Resmi Kemenag
Teks Doa Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026, Resmi Kemenag
Aktual
Kiai Imam Jazuli, Tokoh Transformatif Pesantren
Kiai Imam Jazuli, Tokoh Transformatif Pesantren
Aktual
Sambut Muktamar NU ke-35: PCNU Jombang Siapkan Masjid Ramah Muktamirin
Sambut Muktamar NU ke-35: PCNU Jombang Siapkan Masjid Ramah Muktamirin
Aktual
Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional
Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional
Aktual
Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana
Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana
Aktual
Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis
Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar