Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Huruf Hijaiyah: Jumlah, Urutan, dan Cara Membacanya

Kompas.com, 19 Agustus 2026, 14:04 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com - Huruf hijaiyah adalah huruf dasar dalam bahasa Arab yang menjadi pondasi utama sebelum seseorang bisa membaca Al-Qur'an.

Bagi anak-anak maupun orang dewasa yang baru belajar mengaji, memahami huruf hijaiyah adalah langkah pertama yang wajib dikuasai.

Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari jumlah huruf, urutan, cara membaca, hingga tips menghafalnya, dengan merujuk pada kajian akademik di bidang ilmu tajwid dan pendidikan Al-Qur'an.

Baca juga: Mengenal Huruf Hijaiyah: Pengertian, 29 Huruf, Harakat, dan Cara Mudah Belajar Membaca Al-Quran

Huruf Hijaiyah Ada Berapa?

Secara umum, huruf hijaiyah berjumlah 28 huruf. Namun begitu, jumlah ini tidak selalu disepakati dalam berbagai referensi.

Kajian dalam Jurnal Islamika (Institut Agama Islam Negeri Kerinci) menyebut bahwa menurut pendapat Imam Sibawaih, huruf-huruf dasar bahasa Arab berjumlah 29, terhitung dari alif hingga ya tanpa memasukkan lam alif sebagai huruf tersendiri.

Perbedaan angka ini umumnya muncul karena perbedaan cara memperlakukan tiga unsur: huruf alif, huruf hamzah, dan gabungan lam-alif. Penjelasan lebih rinci soal tiga versi hitungan ini dibahas pada bagian berikutnya.

Baca juga: Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah

Urutan Huruf Hijaiyah Lengkap

Berikut urutan 28 huruf hijaiyah sesuai susunan yang umum digunakan dalam pembelajaran mengaji (bukan urutan abjad/alfabetis seperti dalam kamus bahasa Arab):

1. ا (Alif)
2. ب (Ba)
3. ت (Ta)

4. ث (Tsa)
5. ج (Jim)
6. ح (Ha - tebal)

7. خ (Kha)
8. د (Dal)
9. ذ (Dzal)

10. ر (Ra)
11. ز (Zai)
12. س (Sin)

13. ش (Syin)
14. ص (Shad)
15. ض (Dhad)

16. ط (Tha)
17. ظ (Zha)
18. ع ('Ain)

19. غ (Ghain)
20. ف (Fa)
21. ق (Qaf)

22. ك (Kaf)
23. ل (Lam)
24. م (Mim)

25. ن (Nun)
26. و (Wau)
27. ه (Ha - tipis)
28. ي (Ya)

Urutan di atas biasa disebut "urutan hijaiyah", berbeda dengan urutan abjadiyah (alfabetis Arab klasik) yang mengikuti pola alif-ba-jim-dal.

Mengapa Ada yang Menghitung 28, 29, atau 30 Huruf?

Perbedaan jumlah huruf hijaiyah ini bukan kesalahan, melainkan soal cara pandang keilmuan dalam memperlakukan tiga unsur berikut:

• 28 huruf: hitungan ini berlaku bila huruf alif (ا) dan hamzah (ء) dianggap sebagai satu kesatuan, dan tanpa memasukkan lam alif (لا) sebagai huruf tersendiri.

• 29 huruf: dokumen kajian dari Jurnal Islamika IAIN Kerinci mengutip pendapat Imam Sibawaih bahwa huruf-huruf dasar bahasa Arab berjumlah 29, yaitu saat hamzah dihitung terpisah dari alif namun lam alif tidak dimasukkan sebagai huruf mandiri.

• 30 huruf: hitungan ini muncul apabila ketiga unsur — alif, hamzah, dan lam alif — dihitung sebagai tiga huruf yang berdiri sendiri-sendiri.

Perbedaan ini murni soal metode dan sudut pandang keilmuan, bukan perbedaan mendasar mengenai bunyi bahasa Arab itu sendiri. Untuk pemula, cukup fokus menghafal 28 huruf inti terlebih dahulu.

Cara Membaca Huruf Hijaiyah

Ilmu tajwid membagi pembahasan cara membaca huruf hijaiyah ke dalam dua aspek utama, yaitu makhraj dan sifat huruf.

1. Makhraj (tempat keluarnya huruf)

Menurut kajian dalam Jurnal Islamika IAIN Kerinci, makhraj huruf terbagi menjadi lima organ suara utama, yaitu rongga mulut (al-jauf), tenggorokan (al-halq), lidah (al-lisan), dua bibir (asy-syafatain), dan pangkal hidung (al-khaisyum) yang menjadi tempat keluarnya bunyi ghunnah pada huruf nun dan mim.

Setiap huruf memiliki titik keluar bunyi yang berbeda; kesalahan makhraj berpotensi mengubah makna kata dalam Al-Qur'an, sehingga sebaiknya dipelajari langsung dengan bimbingan guru mengaji.

2. Sifat huruf

Jurnal yang sama menjelaskan, dengan merujuk pendapat Acep Iim Abdurrahman dan Aiman Rusydi Suwaid, bahwa sifat huruf hijaiyah secara umum terbagi menjadi dua kelompok besar:

sifat yang memiliki lawan (seperti hams-jahr, syiddah-rakhawah, isti'la-istifal) dan sifat yang tidak memiliki lawan. Pengelompokan sifat inilah yang menentukan karakter bunyi tiap huruf, misalnya tebal (tafkhim) atau tipis (tarqiq).

Cara terbaik mempelajari makhraj dan sifat huruf adalah dengan mendengar langsung contoh pelafalan dari guru mengaji atau qari, bukan hanya membaca teksnya saja.

Huruf Hijaiyah yang Bisa dan Tidak Bisa Disambung

Salah satu keunikan huruf hijaiyah adalah bentuknya yang berubah tergantung posisi dalam kata, karena tulisan Arab bersifat sambung-menyambung.

Merujuk buku Metode Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an karya Mursal Aziz dan Zulkipli Nasution, cara menulis huruf Arab dimulai dari kanan ke kiri, berbeda dengan huruf Latin.

Ada 6 huruf yang tidak bisa disambung dengan huruf sesudahnya, yaitu:

• ا (Alif)
• د (Dal)
• ذ (Dzal)
• ر (Ra)
• ز (Zai)
• و (Wau)

Keenam huruf ini tetap bisa disambung dengan huruf sebelumnya, tetapi tidak dengan huruf setelahnya, sehingga sambungan tulisan akan "terputus" begitu salah satu huruf ini muncul di tengah kata.

Sementara itu, 22 huruf lainnya bisa disambung baik dengan huruf sebelum maupun sesudahnya, sehingga bentuknya berubah-ubah tergantung posisi: bentuk awal, tengah, akhir, atau tunggal (berdiri sendiri).

Huruf Hijaiyah dengan Harakat

Harakat adalah tanda baca berupa simbol kecil yang diletakkan di atas atau bawah huruf hijaiyah untuk menentukan bunyi vokalnya. Tanpa harakat, huruf hijaiyah hanya berupa konsonan tanpa bunyi vokal yang jelas.

Jenis-jenis harakat utama:

• Fathah ( َ ): tanda garis kecil di atas huruf, berbunyi "a". Contoh: بَ dibaca "ba".

• Kasrah ( ِ ): tanda garis kecil di bawah huruf, berbunyi "i". Contoh: بِ dibaca "bi".

• Dhammah ( ُ ): tanda seperti huruf wau kecil di atas huruf, berbunyi "u". Contoh: بُ dibaca "bu".

• Sukun ( ْ ): tanda bulat kecil di atas huruf, menandakan huruf mati (tanpa vokal). Contoh: بْ dibaca "b".

• Tanwin (fathatain, kasratain, dhammatain): tanda harakat ganda yang menghasilkan bunyi "an", "in", atau "un" di akhir kata, biasa muncul pada kata benda tak tentu.

• Tasydid ( ّ ): tanda yang menunjukkan huruf tersebut dibaca ganda atau ditekan (double).

Menguasai harakat sama pentingnya dengan menghafal bentuk huruf, karena harakat inilah yang mengubah huruf mati menjadi bunyi yang bisa dirangkai menjadi kata dan kalimat.

Cara Menghafal Huruf Hijaiyah

Sejumlah kajian pendidikan anak usia dini (PAUD) meneliti metode-metode yang efektif untuk mengenalkan dan menghafalkan huruf hijaiyah, di antaranya:

• Metode kartu huruf (flash card) dengan bernyanyi dan bermain: penelitian yang dipublikasikan DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini menemukan bahwa metode kartu huruf hijaiyah yang dipadukan dengan bernyanyi dan bermain membuat anak lebih antusias dan sukarela mengikuti pembelajaran, sekaligus membantu mereka mengenal huruf hijaiyah dari alif sampai ya melalui lantunan nyanyian.

• Metode bercerita: sebuah penelitian kualitatif menemukan bahwa anak-anak yang dilibatkan dalam kegiatan bercerita menunjukkan peningkatan minat belajar dan pemahaman yang lebih baik terhadap huruf-huruf hijaiyah dibandingkan metode konvensional.

• Metode bermain sambil belajar (play based learning): kajian dalam Jurnal PAUD Universitas Negeri Malang mencatat bahwa pendekatan bermain imajinatif dalam pembelajaran huruf hijaiyah dapat merangsang kemampuan kognitif, motorik halus, konsentrasi, dan keberanian anak.

• Metode Iqro' dan pembiasaan harian: beberapa penelitian, termasuk yang dimuat Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, menunjukkan bahwa penerapan metode Iqro' secara konsisten efektif meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam membaca huruf hijaiyah.

• Pengulangan rutin dan menulis huruf: pembiasaan membaca dan menulis huruf hijaiyah secara berulang setiap hari, sedikit demi sedikit namun konsisten, secara umum dinilai lebih efektif dibandingkan belajar sekaligus dalam waktu lama.

Latihan untuk Anak dan Pemula

Setelah mengenal bentuk dan bunyi huruf hijaiyah, langkah berikutnya adalah latihan bertahap:

1. Latihan mengenal bentuk huruf — tunjukkan satu per satu huruf hijaiyah tanpa harakat, minta anak menyebutkan namanya.

2. Latihan membaca huruf berharakat — mulai dari fathah, lalu kasrah, dhammah, hingga sukun dan tanwin, satu huruf setiap kali latihan.

3. Latihan membedakan huruf yang mirip — misalnya ب, ت, ث yang bentuknya serupa namun berbeda titik, atau ج, ح, خ.

4. Latihan menyambung huruf — mulai dari kata-kata pendek dua atau tiga huruf sebelum masuk ke bacaan Al-Qur'an.

5. Latihan mendengar dan menirukan (talaqqi) — dengarkan bacaan guru atau qari, lalu tirukan agar makhraj dan sifat huruf terbentuk dengan benar sejak awal.

Konsistensi adalah kunci utama. Latihan singkat namun rutin setiap hari jauh lebih efektif dibandingkan belajar dalam waktu lama tapi jarang dilakukan.

Dengan kesabaran dan bimbingan yang tepat, anak-anak maupun pemula dapat menguasai huruf hijaiyah dengan baik sebagai bekal membaca Al-Qur'an.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar