Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral dr Melinda Kewalahan Tangani Korban Gempa, Muhammadiyah Kirim Tim Kesehatan

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 22:29 WIB
Reni Susanti

Editor

MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com — Permintaan bantuan dr Melinda yang kewalahan menangani banyak pasien pascagempa di Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), beredar di media sosial.

Informasi mengenai kondisi tersebut kemudian sampai kepada tim Muhammadiyah yang tengah memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah kemudian mengirim satu dokter dan dua perawat ke Puskesmas Dampek untuk membantu Melinda menangani pasien.

Baca juga: Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa

Salah satu dokter yang diterjunkan, dr Baim, mengatakan tim Muhammadiyah sebenarnya telah bergerak sejak hari pertama setelah gempa.

Bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere, tim berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 Wita.

Setibanya di Mbay, mereka melakukan penyisiran terhadap warga yang berada di wilayah perbukitan menyusul adanya informasi potensi tsunami.

“Kemudian besoknya kami melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada. Kami membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay, kemudian melanjutkan ke Riung dan berkoordinasi dengan PDM dan PDA Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana,” ujar Baim dalam rilisnya, Selasa (18/8/2026).

Baca juga: Muhammadiyah Layani 3.466 Korban Gempa NTT, Air Bersih hingga Tenda Mendesak

Dapat Kabar Dokter Melinda Butuh Bantuan

Tim medis Muhammadiyah dan dr Melinda di lokasi gempa NTT. Dok MDMC Tim medis Muhammadiyah dan dr Melinda di lokasi gempa NTT.

Dalam perjalanan menuju Manggarai Timur, tim menemukan sejumlah wilayah mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa.

Tim membawa logistik dan obat-obatan dalam jumlah terbatas karena akses menuju sejumlah lokasi dinilai cukup berbahaya.

Setibanya di Manggarai Timur, mereka menemukan sejumlah bangunan rusak serta warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Tim kemudian memberikan pelayanan kesehatan, mulai dari membersihkan luka hingga melakukan penjahitan luka terhadap warga yang membutuhkan tindakan tersebut.

Pada malam hari ketika berada di wilayah Pota, tim mendapatkan informasi mengenai kondisi dr Melinda di Puskesmas Dampek.

Informasi yang beredar di grup Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan Melinda harus menangani banyak pasien dengan keterbatasan tenaga kesehatan.

“Setelah ada berita di grup IDI bahwa dr Melinda menangani sendiri dengan begitu banyak pasien, keesokan paginya kami bergeser ke Dampek untuk membantu dr Melinda dengan satu dokter dan dua perawat,” kata Baim.

Tim tersebut diterjunkan di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr Ibrahim Sengaji.

Tiga Pasien Patah Tulang Dievakuasi

Hingga Selasa, tim kesehatan Muhammadiyah masih mendampingi pelayanan kesehatan di Puskesmas Dampek.

Selain membantu menangani pasien di puskesmas, tim melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sebanyak tiga pasien dengan kondisi fraktur atau patah tulang telah dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Borong.

Kehadiran tim kesehatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah bagi masyarakat terdampak gempa di Flores.

Tim akan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Viral dr Melinda Kewalahan Tangani Korban Gempa, Muhammadiyah Kirim Tim Kesehatan
Viral dr Melinda Kewalahan Tangani Korban Gempa, Muhammadiyah Kirim Tim Kesehatan
Aktual
Benarkah Muhammadiyah Tak Bermazhab? Ini Penjelasan Majelis Tarjih
Benarkah Muhammadiyah Tak Bermazhab? Ini Penjelasan Majelis Tarjih
Aktual
6 Jenis Puasa yang Dilarang dan Tidak Disyariatkan dalam Islam
6 Jenis Puasa yang Dilarang dan Tidak Disyariatkan dalam Islam
Aktual
Perbedaan Sumpah dan Nadzar dalam Islam, Jenis, Hukum, dan Kafaratnya
Perbedaan Sumpah dan Nadzar dalam Islam, Jenis, Hukum, dan Kafaratnya
Aktual
Perbedaan Musibah dan Azab dalam Islam, Ini Penjelasan Menurut Al-Qur’an
Perbedaan Musibah dan Azab dalam Islam, Ini Penjelasan Menurut Al-Qur’an
Aktual
Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Logistik bagi Penyintas Gempa NTT
Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Logistik bagi Penyintas Gempa NTT
Aktual
Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Ini Kedudukan Masjidil Aqsa dalam Islam
Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Ini Kedudukan Masjidil Aqsa dalam Islam
Aktual
Makna Musibah dalam Al-Qur’an, Ternyata Tak Selalu Identik dengan Bencana
Makna Musibah dalam Al-Qur’an, Ternyata Tak Selalu Identik dengan Bencana
Aktual
Menjaga Marwah Abad Kedua: Penolakan LPJ PBNU Harus Dihindari dalam Muktamar
Menjaga Marwah Abad Kedua: Penolakan LPJ PBNU Harus Dihindari dalam Muktamar
Aktual
Doa Ketika Gempa Bumi: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Ketika Gempa Bumi: Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Muhammadiyah: Perbedaan Praktik Ibadah Tak Semestinya Jadi Alasan Saling Menyalahkan
Muhammadiyah: Perbedaan Praktik Ibadah Tak Semestinya Jadi Alasan Saling Menyalahkan
Aktual
Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa
Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa
Aktual
Seleksi Petugas Haji Kesehatan 2027 Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya
Seleksi Petugas Haji Kesehatan 2027 Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya
Aktual
Jelang Muktamar ke-35 NU, PBNU Cek Lokasi dan Gelar Istighosah di Jombang
Jelang Muktamar ke-35 NU, PBNU Cek Lokasi dan Gelar Istighosah di Jombang
Aktual
Arab Saudi Mulai Persiapan Haji 2027, Kantor Haji dari 75 Negara Dilibatkan
Arab Saudi Mulai Persiapan Haji 2027, Kantor Haji dari 75 Negara Dilibatkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar