Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Logistik bagi Penyintas Gempa NTT

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 20:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Dompet Dhuafa memberangkatkan bantuan logistik melalui jalur laut dan darat ke sejumlah wilayah terdampak Gempa Bumi M 7,7 di lepas pantai Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (18/8/2026).

Bantuan tahap awal sekitar 9 ton ini merupakan respons terhadap kerusakan ribuan rumah, sarana prasarana umum, dan tempat ibadah, serta kebutuhan pangan dan pokok masyarakat.

Total target bantuan mencapai 81 ton secara berkala.

Kondisi Lapangan dan Distribusi Awal

Operasi pencarian, pertolongan, dan respons darurat masih berlangsung.

Akses jalan nasional di sejumlah wilayah masih terhambat longsor, sementara listrik dan komunikasi belum pulih total di beberapa titik.

Baca juga: Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa

"Pada Selasa 18/08/2026 operasi pencarian dan pertolongan dan respons darurat masih berlangsung, sejumlah akses jalan nasional masih mengalami hambatan dari tebing longsor di sejumlah wilayah. Untuk listrik dan komunikasi belum pulih total di sejumlah titik. Distribusi bahan bantuan terus dilakukan ke wilayah pelosok khususnya perbukitan," demikian pernyataan Dompet Dhuafa.

Pelepasan bantuan tahap awal dilakukan dari Bajo menggunakan kapal cepat dan dari Ende menggunakan truk, dipimpin oleh Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, secara daring dari Jakarta.

Fokus Penanganan dan Lokasi Posko

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membagi pos bantuan di beberapa lokasi, dengan pos induk di Nagekeo (Mbay) dan pos aju di Labuan Bajo.

Pos bantuan logistik dan kesehatan tersebar di Nagekeo, Reok, Ruteng, Ronting, Maumere, Wera, dan Rota.

Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, menyatakan tim akan terus bergerak ke berbagai wilayah.

"Saat ini pergerakan tim akan masuk ke berbagai wilayah. Tim sudah posisi di Ende dan menyiapkan logistik sebanyak 6-8 ton untuk distribusikan ke Nagekeo," ujar Shofa.

Ia menambahkan, "Bantuan logistik akan terus kami gulirkan khususnya di wilayah Ronting yang sudah dari hari pertama kami melakukan penanganan, sementara itu akan membuat pos logistik baik di Labuan Bajo maupun Nagekeo."

Program Kesehatan Dompet Dhuafa, dr Yeni Purnamasari MKM menjelaskan tim layanan kesehatan berfokus pada pendampingan penyintas ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

"Hingga sore ini tim layanan kesehatan terus melakukan pendampingan terutama bagi penyintas ibu hamil, balita dan ibu menyusui hal ini menjadi sasaran utama kami, selain itu kami juga menyisir wilayah terdampak yang kami harapkan dapat membantu para penyintas gempa dapat tertangani segera melihat kondisi beberapa fasilitas kesehatan dan rumah sakit masih mengalami hambatan," kata dr Yeni.

Eka dari tim DMC Dompet Dhuafa di Ende melaporkan, bantuan sekitar 6 ton akan dikirimkan melalui truk jalur darat menuju Nagekeo (Mbay).

"Bantuan yang akan dikirimkan melalui truk jalur darat, Alhamdulillah pasar sudah buka, namun toko dan kebutuhan lainnya masih sangat terbatas," kata Eka.

Selain itu, Chiki Fawzi juga mendistribusikan 6 ton barang logistik melalui jalur laut.

Harapan Kolaborasi BNPB

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, berharap bantuan dan dukungan dari Dompet Dhuafa dapat berkesinambungan dan tidak hanya pada saat darurat.

Baca juga: Gempa NTT, Mahasiswa KKN Muhammadiyah: Korban Luka Kebanyakan Ibu-ibu yang Terjatuh

"Koordinasi menjadi penting dalam tanggap bencana di seluruh titik NTT sehingga diharapkan dapat menjadi pemerataan bagi bantuan yang tersalurkan. Kendala saat ini karena daerah kepulauan hingga transportasi terbatas, inilah nilai lebih Dompet Dhuafa yang dapat menumbuhkan sumber daya lokal," tambah Pangarso.

Hingga saat ini, Dompet Dhuafa telah memberikan pelayanan kepada 3.094 jiwa penerima manfaat, meliputi pendistribusian logistik kepada 1.264 jiwa, makanan kepada 1.560 jiwa, layanan kesehatan kepada 105 jiwa, psychological first aid kepada 15 jiwa, dan evakuasi 150 jiwa.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Aktual
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Aktual
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Aktual
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
Aktual
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Aktual
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Aktual
Menag Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos: Panggilan Iman dan Persaudaraan
Menag Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos: Panggilan Iman dan Persaudaraan
Aktual
Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
Aktual
Doa Sebelum Belanja Online agar Terhindar dari Perilaku Boros
Doa Sebelum Belanja Online agar Terhindar dari Perilaku Boros
Aktual
Hukum Memakai Parfum bagi Wanita, Benarkah Dilarang dalam Islam? Ini Penjelasannya
Hukum Memakai Parfum bagi Wanita, Benarkah Dilarang dalam Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Agen Perlinsos: Cara Daftar, Syarat, dan Perannya dalam Pendataan Bansos
Agen Perlinsos: Cara Daftar, Syarat, dan Perannya dalam Pendataan Bansos
Aktual
Gus Nabil Dorong Federasi Pencak Silat Hong Kong, Libatkan Warga Lokal
Gus Nabil Dorong Federasi Pencak Silat Hong Kong, Libatkan Warga Lokal
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Jelaskan 5 Sumber Ilmu dalam Tradisi Keislaman
Menag Nasaruddin Umar Jelaskan 5 Sumber Ilmu dalam Tradisi Keislaman
Aktual
Mana yang Didahulukan, Ilmu atau Adab? Ini Penjelasan Ulama
Mana yang Didahulukan, Ilmu atau Adab? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar