Penulis
KOMPAS.com – King Khalid International Airport (KKIA) di Riyadh, Arab Saudi, mulai menerapkan tahap pertama proyek “Silent Airport” di Terminal 5 pada Selasa (18/8/2026).
Program tersebut diterapkan secara bertahap dengan tujuan menciptakan suasana bandara yang lebih tenang dan nyaman bagi para penumpang. Salah satu langkah utama dalam proyek ini adalah mengurangi pengumuman suara di area terminal.
Pihak King Khalid International Airport menjelaskan, pengumuman publik akan dibatasi terutama pada area gerbang keberangkatan (departure gate).
Sementara itu, informasi penerbangan akan lebih banyak disampaikan melalui layar digital dan berbagai saluran informasi digital.
Baca juga: Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Dengan penerapan konsep ini, penumpang diharapkan tidak lagi bergantung pada pengumuman suara untuk mengetahui perkembangan penerbangan mereka.
Penumpang dapat memantau informasi dan pembaruan penerbangan melalui sejumlah kanal yang disediakan pihak bandara.
Salah satunya melalui layanan WhatsApp King Khalid International Airport di nomor 920020090.
Selain itu, informasi juga dapat diperoleh melalui situs web resmi bandara, papan informasi dan petunjuk digital yang tersedia di terminal.
Bandara juga menyediakan tim “Ask Me” yang dapat membantu penumpang mendapatkan informasi selama berada di area bandara.
Penerapan sistem ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang dengan mengurangi kebisingan sekaligus memperkuat penggunaan teknologi digital sebagai sarana penyampaian informasi.
Baca juga: Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila
King Khalid International Airport menyebut penerapan “Silent Airport” dilakukan secara bertahap. Tahapan selanjutnya dari proyek tersebut akan diumumkan pada waktunya.
Bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Terminal 5, perubahan ini membuat mereka perlu lebih aktif memperhatikan layar informasi penerbangan, papan petunjuk, serta kanal digital yang disediakan bandara.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.