Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah

Kompas.com, 23 Agustus 2026, 06:29 WIB
Reni Susanti

Editor

Sumber NU Online

KOMPAS.com - Sebelum dunia mengenalnya sebagai rasul terakhir pembawa risalah Islam, Muhammad kecil telah lebih dulu mengenal kehilangan. Bahkan sebelum lahir ke dunia, ia sudah menjadi anak yatim.

Kisah ini menjadi salah satu babak paling menyentuh dalam sirah nabawiyah, sekaligus fondasi karakter yang kelak membentuk kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Ditinggal Ayah Sebelum Lahir

Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim Sayyidah Aminah binti Wahab di Mekah, dari kabilah besar Bani Hasyim.

Namun, kebahagiaan menyambut kelahirannya sudah diselimuti duka.

Dikutip dari NU Online, ketika usia kandungan Aminah baru menginjak enam bulan, sang suami, Abdullah bin Abdul Muththalib, dipanggil Allah SWT untuk selama-lamanya.

Abdullah wafat dalam perjalanan dagang, di Madinah (Yatsrib), saat singgah mengunjungi kerabat ibunya.

Hal ini menjadikan Nabi Muhammad SAW telah menyandang status yatim bahkan sebelum embusan napas pertamanya di dunia.

Baca juga: Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat

Tradisi Menyusukan Bayi ke Pedalaman

Sesuai kebiasaan bangsawan Quraisy kala itu, bayi-bayi mereka lazim dititipkan kepada perempuan dari daerah pedalaman (badui) untuk disusui dan dirawat pada masa awal kehidupannya.

Tujuannya agar sang bayi tumbuh sehat jauh dari wabah penyakit perkotaan, sekaligus terlatih berbahasa Arab yang fasih sejak dini.

Setelah tujuh hari disusui langsung oleh ibu kandungnya, Muhammad kecil sempat disusukan sementara oleh Tsuwaibah al-Aslamiyah sebelum akhirnya diserahkan kepada Halimah as-Sa'diyah dari kabilah Bani Sa'ad.

Awalnya banyak perempuan penyusu enggan mengasuh Muhammad karena statusnya sebagai anak yatim. Mereka menganggap tidak akan mendapat imbalan yang layak dari keluarga tanpa sosok ayah.

Halimah, yang saat itu berasal dari keluarga sederhana dan belum kebagian bayi asuhan, akhirnya bersedia menerimanya.

Keputusan itu justru membawa keberkahan bagi keluarga Halimah. Kehidupan ekonomi mereka membaik, hewan ternak mereka lebih subur, dan kehadiran Muhammad kecil dirasakan penuh berkah oleh keluarga tersebut.

Muhammad tinggal dan diasuh oleh Halimah di perkampungan Bani Sa'ad selama sekitar empat hingga lima tahun, jauh dari hiruk-pikuk Kota Mekah.

Kehilangan Sang Ibunda

Setelah masa pengasuhan bersama Halimah usai, Muhammad kecil kembali ke pangkuan ibunya, Aminah.

Ketika usianya menginjak enam tahun, sang ibu mengajaknya melakukan perjalanan ke Madinah untuk berziarah ke makam Abdullah, ayahanda yang tak pernah sempat ia temui.

Perjalanan itu turut ditemani Ummu Aiman, pengasuh yang telah disiapkan Abdullah semasa hidupnya.

Namun, dalam perjalanan pulang menuju Mekah, tepatnya di sebuah daerah bernama Abwa', Aminah jatuh sakit dan wafat. Ia dimakamkan di tempat itu juga.

Duka yang belum lama mereda karena kehilangan ayah, kini bertambah dengan kepergian ibunda tercinta. Di usia yang masih sangat belia, Nabi Muhammad SAW resmi menyandang status yatim piatu.

Sepeninggal Aminah, pengasuhan Muhammad kecil dilanjutkan oleh sang kakek, Abdul Muththalib, pemuka Bani Hasyim yang sangat menyayanginya.

Namun kehilangan kembali datang ketika Abdul Muththalib wafat saat Muhammad berusia delapan tahun. Tanggung jawab pengasuhan pun beralih kepada pamannya, Abu Thalib, yang membesarkannya hingga dewasa.

Baca juga: Nama dan Gelar Nabi Muhammad SAW Beserta Maknanya

Menggembala Kambing hingga Berniaga

Di bawah asuhan Abu Thalib yang hidup sederhana, Muhammad kecil tumbuh menjadi anak yang mandiri.

Pada usia delapan tahun, ia mulai menggembala kambing, sebagian untuk meringankan beban ekonomi keluarga pamannya, sebagian lagi karena pekerjaan itu tidak membutuhkan modal serta memberi ruang baginya untuk merenung di alam terbuka.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa setiap nabi yang diutus Allah pernah menggembala kambing, termasuk dirinya sendiri.

Ketika berusia dua belas tahun, Muhammad ikut serta dalam rombongan dagang Abu Thalib ke Syam (wilayah Suriah dan sekitarnya).

Pengalaman ini menjadi bekal penting yang kelak mengantarkannya dikenal sebagai pedagang jujur dan tepercaya, gelar yang kemudian melekat padanya sebagai "al-Amin".

Hikmah di Balik Masa Kecil yang Berat

Rangkaian kehilangan yang dialami Nabi Muhammad SAW sejak dalam kandungan hingga usia kanak-kanak bukan tanpa makna.

Sebagaimana diulas dalam kajian sirah nabawiyah, pengalaman kehilangan sosok-sosok terdekat sejak dini turut membentuk kepribadian Rasulullah yang penuh empati terhadap penderitaan orang lain, khususnya anak yatim dan kaum lemah.

Sebuah kajian akademik tentang sirah nabawiyah masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW dan relevansinya dengan konsep parenting Islam modern juga mencatat bahwa masa kecil Nabi, meski tidak utuh secara struktur keluarga, justru kaya akan nilai pengasuhan berbasis kasih sayang, tanggung jawab, dan tauhid.

Fase ini disebut sebagai bagian fundamental dalam pembentukan akhlak dan ketahanan psikososial yang kelak menopang kepemimpinan profetiknya.

Kepedulian mendalam Rasulullah terhadap anak yatim pun tergambar jelas dalam banyak hadis.

Rasul bersabda bahwa dirinya dan orang yang mengasuh anak yatim kelak akan berada berdampingan di surga, seperti eratnya dua jari yang dirapatkan.

Ungkapan ini bukan sekadar anjuran, melainkan cerminan pengalaman hidup yang benar-benar beliau rasakan sejak sebelum lahir ke dunia.

Kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW yang penuh ujian ini mengajarkan bahwa kemuliaan tidak selalu lahir dari kemudahan.

Justru dari rangkaian kehilangan dan kesederhanaan hidup itulah, tumbuh sosok pemimpin yang kelak membawa cahaya bagi seluruh umat manusia.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Doa Harian
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Aktual
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Aktual
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Aktual
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Aktual
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Aktual
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Aktual
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Aktual
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Aktual
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Aktual
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar