Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Muhammadiyah menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) Internasional untuk membantu penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman mengatakan, tim mulai diberangkatkan menyusul masih terjadinya gempa susulan di wilayah terdampak.
"EMT sudah mulai bergerak dan diberangkatkan. Mengingat kondisi NTT masih sering gempa susulan, sehingga membutuhkan rumah sakit lapangan seperti tenda-tenda yang dimiliki EMT Internasional Muhammadiyah," kata Agus dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, Minggu (23/8/2026).
Baca juga: Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Sebelum EMT Internasional diterjunkan, Muhammadiyah telah mengirimkan sejumlah tim kesehatan dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA) dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA).
Tim antara lain berasal dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende, RS PKU Muhammadiyah Bima, sejumlah RSMA di Jawa, serta Universitas Muhammadiyah Makassar.
Selain menerjunkan tenaga kesehatan, Muhammadiyah mendirikan Posko Koordinasi Wilayah (Poskorwil) Respons Gempa Flores di Klinik Utama Muhammadiyah Ende.
Posko Koordinasi Daerah (Poskorda) juga didirikan di enam wilayah terdampak, yakni Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Sikka, dan Manggarai.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT juga diminta mengirimkan tim dari Kupang untuk memimpin Poskorwil yang berpusat di Ende.
Sementara itu, pos pelayanan masyarakat dibuka di sembilan titik.
Salah satunya berada di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur yang sebelumnya telah diinisiasi melalui kolaborasi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, dan tim kesehatan Klinik Utama Muhammadiyah Ende.
Muhammadiyah juga mengirimkan tim asistensi untuk mendukung enam Poskorda. Tim berasal dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah dan MDMC Jawa Timur yang diberangkatkan sejak 18 Agustus 2026.
Baca juga: Muhammadiyah Serukan Infak Shalat Jumat untuk Korban Gempa Flores
Tim kesehatan juga dikirim dari sejumlah daerah untuk membantu pelayanan di enam wilayah terdampak.
Tenaga kesehatan antara lain berasal dari Nusa Tenggara Barat melalui RS PKU Muhammadiyah Bima serta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Tim dari RS PKU Muhammadiyah Bima menjadi salah satu tim awal yang tiba di lokasi dan memberikan pelayanan di Manggarai Timur.
Selain penanganan medis, bantuan logistik berupa rendang dan family kit dikirim PWM Jawa Timur melalui jalur laut pada 18 Agustus 2026.
Sejumlah kendaraan juga dikerahkan untuk mendukung mobilitas relawan dan distribusi bantuan.
Armada tersebut terdiri dari dua mobil pikap dari MDMC PP Muhammadiyah dan Lazismu Pusat, dua mobil pikap dari PWM Jawa Timur, serta satu mobil dapur umum dari Jawa Timur.
Untuk membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat terdampak gempa, Muhammadiyah juga menyiapkan relawan psikososial dari Universitas Muhammadiyah Kupang dan Universitas Muhammadiyah Maumere.
Menurut Agus, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk memastikan respons terhadap bencana berjalan terkoordinasi dan dapat menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Penanganan tidak hanya difokuskan pada layanan medis, tetapi juga kebutuhan dasar, logistik, mobilitas bantuan, hingga pemulihan psikososial masyarakat.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT