Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam

Kompas.com, 23 Agustus 2026, 09:11 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Upaya perlindungan gajah Sumatera mendapat dukungan berupa lima unit ambulans khusus satwa atau animal ambulance serta upaya pencegahan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV).

Lima ambulans tersebut disiapkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan medis awal terhadap satwa liar, khususnya gajah.

Kendaraan dilengkapi fasilitas untuk menunjang penanganan medis dan pekerjaan dokter hewan di lapangan, termasuk ketika menangani satwa di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Baca juga: Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam

Dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama konservasi yang melibatkan Kementerian Kehutanan, Vantara dari India, dan Faunaland Indonesia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan apresiasi terhadap kolaborasi tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Tema HKAN tahun ini, "Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia", menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

Cegah Penyakit pada Gajah Sumatra

Selain dukungan ambulans satwa, upaya perlindungan gajah Sumatra juga diarahkan pada pencegahan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus atau EEHV.

EEHV merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada gajah.

Kerja sama dalam penanganan kesehatan gajah telah dilakukan sejak 2025.

Pada akhir tahun tersebut, Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan tim dokter hewan spesialis gajah dari Vantara untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan langkah pencegahan terhadap ancaman EEHV pada gajah Sumatra.

Baca juga: Way Kambas Kebakaran, Bagaimana Nasib Gajah dan Siapa yang Diduga Membakar?

Tim dokter hewan juga melakukan pemeriksaan awal untuk mempelajari kondisi kesehatan dan kesejahteraan gajah di Indonesia.

Selanjutnya, dukungan pencegahan EEHV direncanakan dilakukan melalui penyediaan vaksin.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan gajah sekaligus membantu mencegah risiko penyakit pada satwa tersebut.

Islam Ajarkan Manusia Menjaga Satwa

Dalam perspektif Islam, menjaga kelestarian satwa juga berkaitan dengan tanggung jawab manusia terhadap bumi dan makhluk hidup di dalamnya.

Al-Qur'an dalam Surat Al-An'am ayat 38 menyebut hewan yang ada di bumi dan burung yang terbang sebagai "umat-umat seperti kamu".

Ayat tersebut menunjukkan bahwa hewan merupakan bagian dari ciptaan Allah yang memiliki kehidupan dan komunitasnya sendiri.

MUI dalam fatwanya menyebut manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah di bumi yang mengemban amanah dan tanggung jawab untuk memakmurkan bumi beserta seluruh isinya.

Satwa langka, termasuk gajah, juga memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Karena itu, manusia memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kerusakan.

MUI dalam fatwa tersebut juga menyatakan bahwa membunuh, menyakiti, menganiaya, memburu, maupun melakukan tindakan yang mengancam kepunahan satwa langka hukumnya haram, kecuali terdapat alasan yang dibenarkan secara syariat.

Fatwa tersebut turut merekomendasikan pemerintah untuk melakukan perlindungan dan pelestarian satwa langka, mencegah perburuan dan perdagangan ilegal, mengatasi konflik antara manusia dan satwa, serta menjaga kesejahteraan hewan.

Konservasi Butuh Kerja Bersama

Upaya perlindungan satwa membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, lembaga konservasi, akademisi, hingga mitra internasional.

CEO Faunaland Danny Gunalen mengatakan, kerja sama dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam melakukan konservasi satwa.

"Kami percaya konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, pertukaran pengetahuan, serta dukungan teknologi dan keahlian agar upaya perlindungan satwa di Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan," ujar Danny.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu penanganan kesehatan gajah, tetapi juga memperkuat upaya jangka panjang dalam menjaga kelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem.

Dalam perspektif Islam, ikhtiar tersebut sejalan dengan amanah manusia untuk memperlakukan makhluk hidup dengan baik dan menjaga bumi dari kerusakan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Doa Harian
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Aktual
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Aktual
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Aktual
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Aktual
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Aktual
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Aktual
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Aktual
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Aktual
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Aktual
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar