Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam

Kompas.com, 23 Agustus 2026, 12:54 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, akan membuka akses ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selama 24 jam selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27-31 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diambil untuk memfasilitasi para muktamirin, peninjau, dan tamu Muktamar ke-35 NU yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan ingin berziarah ke makam Gus Dur maupun makam para masyaikh Pesantren Tebuireng.

“Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh, karena kami hendak menghormati para muktamirin (peserta muktamar) yang hendak berziarah ke Tebuireng,” ujar Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi, Minggu (23/8/2026).

Baca juga: Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card

Biasanya Ziarah Dibatasi

Pada hari-hari biasa, Pesantren Tebuireng memberlakukan pembatasan waktu bagi peziarah yang hendak mengunjungi kompleks makam Gus Dur dan para masyaikh Tebuireng.

Untuk sesi pagi hingga siang, akses ziarah dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sementara pada malam hari, peziarah dapat berziarah mulai pukul 20.00 WIB hingga 02.00 WIB.

Namun, selama Muktamar ke-35 NU berlangsung, aturan tersebut akan ditiadakan.

KH Achmad Roziqi mengatakan Pesantren Tebuireng terpanggil untuk turut berkontribusi menyukseskan Muktamar NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Dengan dibukanya akses selama 24 jam, para muktamirin maupun tamu Muktamar dapat menyesuaikan waktu ziarah dengan agenda mereka selama berada di Jombang.

“Dengan kebijakan ini para muktamirin dapat datang kapan saja untuk berziarah ke Makam Gus Dur dan Muassis Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari,” ujarnya dalam siaran pers panitia.

Antisipasi Lonjakan Peziarah

Pembukaan akses selama 24 jam juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah peziarah selama Muktamar ke-35 NU.

Peserta dan penggembira Muktamar NU diperkirakan datang dari berbagai wilayah Indonesia. Sebagian dari mereka berpotensi menyempatkan diri berziarah ke makam Gus Dur dan para ulama di kompleks Pesantren Tebuireng.

Menurut KH Achmad Roziqi, pengalaman saat peringatan 1 Abad NU di Sidoarjo menunjukkan adanya peningkatan tajam jumlah peziarah yang datang ke Tebuireng.

“Oleh karena itu, insyaallah selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah,” katanya.

Peziarah Akan Diatur Lewat Pintu Belakang

Pesantren Tebuireng juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan aktivitas peziarah selama Muktamar berlangsung.

Salah satunya dengan mengarahkan para peziarah masuk melalui pintu belakang Pesantren Tebuireng. Pengaturan tersebut dilakukan agar arus kedatangan peziarah tidak menimbulkan kemacetan di sekitar pesantren.

“Kami akan menata dan menyusun lagi bagaimana detailnya untuk kedatangan para perziarah ke Pesantren Tebuireng,” ujar KH Achmad Roziqi.

Baca juga: Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi

Selain pengaturan jalur masuk, pihak pesantren juga menyiapkan petugas keamanan yang akan berjaga selama 24 jam secara bergantian.

Menurutnya, pengamanan dan pengaturan tersebut penting agar para peziarah dapat berziarah dengan nyaman, sementara aktivitas santri di Pesantren Tebuireng tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Di antaranya nanti akan kami kerahkan security yang akan 24 jam pergantian menjaga untuk kelancaran para peziarah yang hadir di Tebuireng, sehingga kehadiran para nahdliyin untuk berziarah tidak mengganggu kegiatan santri saat belajar dan ngaji,” katanya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Terkini Lainnya
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Doa Harian
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Aktual
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Aktual
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Aktual
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Aktual
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Aktual
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Aktual
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Aktual
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Aktual
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Aktual
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar