Editor
JOMBANG, KOMPAS.com — Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar di Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Bagi peserta atau muktamirin yang akan menghadiri Muktamar, panitia telah menyiapkan alur kedatangan mulai dari penjemputan di stasiun dan bandara, registrasi, pencetakan kartu identitas atau ID card, hingga transportasi menuju penginapan.
Alur tersebut diuji dalam simulasi yang digelar Panitia Lokal (Panlok) dan Panitia Daerah (Panda) Muktamar Ke-35 NU di kompleks MTs dan MA Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Sabtu (22/8/2026).
Dikutip dari NU Online, simulasi dilakukan untuk memastikan pergerakan peserta berjalan lancar sekaligus menguji sistem registrasi digital agar tidak terjadi penumpukan saat Muktamar berlangsung.
Baca juga: Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Lantas, bagaimana alur kedatangan dan registrasi peserta Muktamar Ke-35 NU?
Panitia menyiapkan skema transportasi bagi peserta yang datang menggunakan angkutan umum.
Muktamirin yang tiba melalui Stasiun Jombang akan dijemput menggunakan armada khusus yang disediakan panitia.
Sementara peserta yang tiba melalui Bandara Internasional Juanda akan diangkut menggunakan bus dan minibus hasil kerja sama panitia dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Bagi peserta yang datang menggunakan kendaraan pribadi, panitia menyediakan area drop zone di depan gerbang utama.
Setelah menurunkan peserta, kendaraan akan diarahkan menuju kantong parkir yang telah ditentukan.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, Kiai Sepuh Ingatkan AHWA Bukan Ruang Transaksi
Setibanya di lokasi Muktamar, peserta akan diarahkan menuju ruang tunggu di Gedung MA Bahrul Ulum.
Di tempat tersebut, peserta menjalani pemeriksaan awal sebelum mengikuti proses registrasi berikutnya.
Pengaturan alur tersebut dilakukan untuk mengendalikan pergerakan peserta dan mencegah penumpukan di lokasi registrasi.
Setelah pemeriksaan awal, peserta akan diarahkan menuju Gedung MTs Bahrul Ulum.
Di lokasi ini, panitia melakukan verifikasi akhir terhadap berkas dan data peserta.
Panitia kemudian mencetak ID card bagi peserta yang telah dinyatakan terverifikasi.
Dalam proses registrasi, panitia menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan kode QR yang terintegrasi dengan basis data resmi PBNU.
Sistem tersebut digunakan untuk mempercepat proses validasi sekaligus memastikan identitas peserta yang mengikuti Muktamar.
Ketua Panlok Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan, proses verifikasi menjadi bagian penting dalam pengaturan peserta.
"Hanya Muktamirin yang terverifikasi secara sah yang berhak mendapatkan ID card resmi dan diarahkan menuju lokasi penginapan yang telah ditentukan," kata Gus Rozaq, Sabtu.
Menurut dia, pos pendaftaran menjadi pintu masuk untuk menentukan keabsahan peserta Muktamar.
Peserta yang datanya tidak berhasil divalidasi secara resmi tidak diperkenankan memasuki area utama kegiatan.
Setelah mendapatkan ID card, peserta akan diarahkan menuju penginapan yang telah ditentukan panitia.
Untuk membantu mobilitas peserta, panitia menyiapkan becak listrik dan mobil golf.
Armada tersebut akan digunakan untuk mengantar muktamirin menuju tower penginapan maupun lokasi Sidang Pleno I.
Panitia melibatkan sejumlah divisi dalam simulasi tersebut, mulai dari kesekretariatan, keamanan, transportasi, hingga penanggung jawab penginapan.
Unsur yang terlibat berasal dari PBNU, PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang, serta pesantren.
Gus Rozaq mengatakan, sejumlah kekurangan masih ditemukan dalam simulasi dan akan menjadi bahan evaluasi sebelum pelaksanaan Muktamar.
"Dari simulasi hari ini, tentu ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki karena ini baru tahap awal. Evaluasi akan terus kita lakukan dan insya Allah saat perhelatan nanti persiapannya sudah jauh lebih matang," ujarnya.
Muktamar Ke-35 NU akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT