Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Muktamar NU, 3.000 Kasur hingga Becak Listrik Disiapkan

Kompas.com, 23 Agustus 2026, 15:35 WIB
Reni Susanti

Editor

JOMBANG, KOMPAS.com — Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki tahap akhir.

Panitia menyiapkan 27 titik strategis, sembilan tower penginapan, ribuan kasur, hingga becak listrik untuk melayani peserta yang akan mengikuti forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut.

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Namun, rangkaian kegiatan bagi peserta telah dimulai pada Rabu (26/8/2026) dengan registrasi dan check-in.

Baca juga: GP Ansor Gelar Rakornas Jelang Muktamar NU, Jaga Suasana Kebatinan Indonesia

Panitia kini memfinalisasi tata lokasi dan berbagai fasilitas pelayanan untuk memastikan muktamirin serta tamu undangan dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah pemetaan 27 titik strategis di kawasan Tambakberas.

Titik-titik tersebut meliputi lokasi registrasi, venue persidangan, penginapan peserta, media center, posko kesehatan, dapur umum, bazar dan expo, hingga pusat pengamanan.

Sembilan Tower dan 3.000 Kasur

Untuk menunjang akomodasi peserta, panitia menyediakan sembilan tower penginapan yang tersebar di sejumlah lokasi.

Sebanyak 3.000 set kasur dan bantal juga telah disiapkan. Panitia turut menyediakan buku panduan pelaksanaan Muktamar bagi peserta.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pusat Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Tambakberas telah menyiapkan akomodasi untuk menampung lebih dari 3.000 peserta.

"Tambakberas telah siap menerima lebih dari 3.000 peserta Muktamar dengan akomodasi yang cukup memadai. Konsumsi juga terus disempurnakan perencanaannya," ujar Gus Ipul dikutip dari Tribun Jatim, Minggu (23/8/2026).

Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam

Untuk memudahkan peserta menemukan penginapan, setiap tower akan dilengkapi penanda visual berupa balon udara berukuran besar.

Selain itu, panitia menyiapkan aplikasi navigasi untuk membantu muktamirin menemukan lokasi penginapan maupun venue persidangan.

Becak Listrik Antar Muktamirin

Hal menarik lainnya adalah penggunaan becak listrik sebagai transportasi internal Muktamar.

Becak listrik akan digunakan untuk membantu mobilitas peserta dari titik registrasi menuju tempat penginapan.

Muktamirin yang tiba di Jombang terlebih dahulu diarahkan menuju Gerbang Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Setelah menjalani skrining di ruang holding, peserta melakukan verifikasi dokumen dan pencetakan kartu identitas. Setelah itu, mereka diantar menuju penginapan.

Selain becak listrik, panitia menyiapkan golf car untuk membantu mobilitas peserta.

Penggunaan kendaraan tersebut diharapkan membuat pergerakan muktamirin di dalam kompleks pesantren lebih praktis sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan bermotor.

Infrastruktur Dikebut

Sementara itu, pekerjaan fisik di kawasan Muktamar masih terus dikebut menjelang kedatangan peserta.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan, pekerjaan yang tersisa terutama berkaitan dengan interior dan kenyamanan ruangan.

Beberapa pekerjaan tersebut meliputi pemasangan pendingin ruangan atau AC serta penataan panggung dan interior venue persidangan.

"Tinggal menata ini saja, venue utama dan juga interior yang ada di sidang pleno," kata Gus Rozaq, Sabtu (22/8/2026).

Sebelumnya, Gus Ipul menyebut progres persiapan Muktamar secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 85 persen.

Panitia pusat dan panitia lokal terus melakukan pengecekan serta penyempurnaan berbagai fasilitas sebelum pembukaan Muktamar pada Kamis (27/8/2026).

Presiden Dijadwalkan Buka Muktamar

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan dibuka pada Kamis malam di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas.

Dalam draf susunan acara, seremoni pembukaan berlangsung pukul 20.00-22.15 WIB.

Rangkaian acara mencakup menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan salawat, sambutan Gubernur Jawa Timur, laporan Ketua Panitia Muktamar, sambutan Ketua Umum PBNU, khutbah iftitah Rais Aam PBNU, hingga amanat Presiden RI.

PBNU telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta kesediaannya membuka langsung Muktamar ke-35 NU.

"Insyaallah PBNU telah berkirim surat kepada Bapak Presiden Prabowo untuk bisa membuka secara langsung Muktamar ke-35 pada 27 Agustus. Mudah-mudahan waktunya cocok dan Presiden berkenan," ujar Gus Ipul.

Muktamar ke-35 NU akan menjadi forum penting untuk menentukan kepemimpinan organisasi untuk masa khidmah 2026–2031.

Berdasarkan draf agenda, tahapan penentuan kepemimpinan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8/2026), meliputi pemilihan dan penetapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), pengesahan Rais Aam, serta pemilihan Ketua Umum PBNU.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Draf Lengkap Jadwal Muktamar ke-35 NU di Jombang, Mulai Pemilihan Rais Aam hingga Ketua Umum 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar