Editor
KOMPAS.com — Doa merupakan bagian dari ibadah sekaligus bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa yang dapat dibaca dalam beragam keadaan, mulai dari bangun tidur, mengenakan pakaian, keluar rumah, makan, bepergian, hingga ketika sedang sakit, sedih, marah, atau tertimpa musibah.
Di tengah banyaknya kumpulan doa yang beredar di masyarakat dengan beragam sumber dan rujukan, umat Islam perlu mengetahui doa-doa yang memiliki landasan dari Al-Qur'an maupun hadis.
Baca juga: 7 Doa Harian Rasulullah yang Pendek dan Mudah Dihafal, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Dikutip dari muhammadiyah.or.id, berikut kumpulan 24 doa harian yang dapat diamalkan umat Islam dalam berbagai aktivitas sehari-hari, lengkap dengan bacaan Arab, Latin, arti, dan sumbernya.
Ketika bangun tidur, Rasulullah SAW mengajarkan doa:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Latin: Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika mengenakan pakaian, umat Islam dapat membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Latin: Alhamdulillaahil ladzii kasaanii haadzats tsauba wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwah.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Ketika mendapatkan dan mengenakan pakaian baru, Rasulullah SAW mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
Latin: Allaahumma lakal hamdu anta kasautaniihi, as-aluka min khairihi wa khairi maa shuni'a lahu, wa a'uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni'a lahu.
Artinya: "Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkaulah yang memberiku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuan dibuatnya, serta berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan dibuatnya." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Baca juga: Kumpulan Doa Harian Pendek yang Wajib Dihafal: Arab, latin, dan Artinya
Ketika melihat seseorang mengenakan pakaian baru, salah satu doa yang diriwayatkan adalah:
الْبَسْ جَدِيدًا، وَعِشْ حَمِيدًا، وَمُتْ شَهِيدًا
Latin: Ilbas jadiidan, wa 'isy hamiidan, wa mut syahiidan.
Artinya: "Kenakanlah yang baru, hiduplah dengan terpuji, dan wafatlah dalam keadaan syahid."
(HR. Ibnu Majah)
Sebelum masuk kamar mandi atau toilet, Rasulullah SAW mengajarkan membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal khubutsi wal khabaa-its.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah keluar dari kamar mandi atau toilet, doa yang dapat dibaca adalah:
غُفْرَانَكَ
Latin: Ghufraanaka.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada-Mu."
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Ketika hendak meninggalkan rumah, Rasulullah SAW mengajarkan:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Bismillaahi tawakkaltu 'alallaahi, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Salah satu doa yang diriwayatkan ketika masuk rumah adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
Latin: Allaahumma innii as-aluka khairal maulaji wa khairal makhraji, bismillaahi walajnaa, wa bismillaahi kharajnaa, wa 'alaa rabbinaa tawakkalnaa.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Tuhan kami bertawakal."
Kemudian mengucapkan salam kepada penghuni rumah.
(HR. Abu Dawud)
Ketika menuju masjid, salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon cahaya kepada Allah SWT:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ يَسَارِي نُورًا، وَفَوْقِي نُورًا، وَتَحْتِي نُورًا، وَأَمَامِي نُورًا، وَخَلْفِي نُورًا، وَعَظِّمْ لِي نُورًا
Latin: Allaahummaj'al fii qalbii nuuran, wa fii basharii nuuran, wa fii sam'ii nuuran, wa 'an yamiinii nuuran, wa 'an yasaarii nuuran, wa fauqii nuuran, wa tahtii nuuran, wa amaamii nuuran, wa khalfii nuuran, wa 'azhzhim lii nuuran.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya pada penglihatanku, cahaya pada pendengaranku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan besarkanlah cahaya untukku."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika memasuki masjid, umat Islam dapat membaca:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Latin: Allaahummaftah lii abwaaba rahmatik.
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."
(HR. Muslim)
Ketika keluar dari masjid, doa yang dapat dibaca adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Latin: Allaahumma innii as-aluka min fadhlik.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karunia-Mu."
(HR. Muslim)
Ketika diliputi kegelisahan dan kesedihan, Rasulullah SAW mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhl, wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang, serta tekanan orang lain."
(HR. Bukhari)
Doa yang dapat dibaca untuk memohon perlindungan dari perbuatan syirik adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa ana a'lamu, wa astaghfiruka limaa laa a'lamu.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui."
(HR. Ahmad)
Ketika berada dalam perut ikan, Nabi Yunus AS berdoa sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Anbiya ayat 87:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya: 87)
Ketika menjenguk orang yang sedang sakit, salah satu ucapan yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah:
لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Laa ba'sa thahuurun insyaa Allah.
Artinya: "Tidak mengapa, semoga sakit ini menjadi penyuci, insya Allah."
(HR. Bukhari)
Ketika mengalami musibah, umat Islam diajarkan membaca:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Latin: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Allaahumma'jurnii fii mushiibatii, wa akhlif lii khairan minhaa.
Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya."
(HR. Muslim)
Ketika mendengar petir, Abdullah bin Zubair RA diriwayatkan membaca:
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Latin: Subhaanalladzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.
Artinya: "Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu pula para malaikat karena takut kepada-Nya."
(Diriwayatkan Imam Malik dalam Al-Muwaththa')
Ketika hujan turun, Rasulullah SAW membaca:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Latin: Allaahumma shayyiban naafi'an.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat."
(HR. Bukhari)
Ketika melakukan perjalanan, Rasulullah SAW mengajarkan doa:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun. Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal birra wat taqwaa, wa minal 'amali maa tardhaa. Allaahumma hawwin 'alainaa safaranaa haadzaa, wathwi 'annaa bu'dahu. Allaahumma antash shaahibu fis safar, wal khaliifatu fil ahli. Allaahumma innii a'uudzu bika min wa'tsaa-is safar, wa ka-aabatil manzhar, wa suu-il munqalabi fil maali wal ahli.
Artinya: "Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah pendamping dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga."
Ketika kembali dari perjalanan, ditambahkan:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Latin: Aayibuuna taa-ibuuna 'aabiduuna lirabbinaa haamiduun.
Artinya: "Kami kembali, kami bertobat, kami beribadah, dan kepada Tuhan kami senantiasa memuji."
(HR. Muslim)
Sebelum makan, Rasulullah SAW mengajarkan membaca:
بِسْمِ اللَّهِ
Latin: Bismillaah.
Artinya: "Dengan nama Allah."
Apabila lupa membacanya pada awal makan, dianjurkan membaca:
بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
Latin: Bismillaahi fii awwalihii wa aakhirih.
Artinya: "Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Setelah selesai makan, salah satu doa yang diajarkan adalah:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Latin: Alhamdulillaahil ladzii ath'amanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwah.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Ketika marah, Rasulullah SAW mengajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan dengan membaca:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika bersin, seorang Muslim dianjurkan mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillaah.
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
Orang yang mendengarnya kemudian menjawab:
يَرْحَمُكَ اللَّهُ
Latin: Yarhamukallaah.
Artinya: "Semoga Allah merahmatimu."
Orang yang bersin kemudian membalas:
يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Latin: Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalakum.
Artinya: "Semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian."
(HR. Bukhari)
Setelah berbuka puasa, doa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhama-u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah."
(HR. Abu Dawud)
Doa-doa tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan seorang Muslim dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain menjadi sarana memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT, berdoa juga mengingatkan bahwa berbagai aktivitas kehidupan, dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan mengingat Allah SWT.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT