Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam, Bukan Hanya Datang Bawa Buah

Kompas.com, 27 Agustus 2026, 09:06 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Menjenguk orang sakit kerap dilakukan dengan membawa buah, makanan, atau bingkisan sebagai bentuk perhatian.

Namun, dalam Islam, perhatian kepada orang yang sedang sakit tidak berhenti pada pemberian tersebut.

Ada sejumlah adab yang perlu diperhatikan agar kehadiran orang yang menjenguk memberikan ketenangan dan tidak justru menambah beban bagi pasien yang tengah menjalani masa pemulihan.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam

Menjenguk orang sakit merupakan salah satu hak seorang Muslim atas Muslim lainnya.

Rasulullah SAW menyebut menjenguk orang sakit sebagai salah satu dari lima hak seorang Muslim, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Sahih Bukhari.

“Lima hak seorang Muslim atas Muslim lainnya...” salah satunya adalah menjenguk orang yang sakit.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menjenguk orang sakit bukan sekadar tradisi sosial, tetapi bagian dari hubungan antarsesama Muslim yang memiliki nilai ibadah.

Perhatikan Kondisi Orang yang Sakit

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi orang yang hendak dijenguk. Sebab, tidak semua orang sakit berada dalam keadaan yang sama.

Ada pasien yang masih dapat menerima tamu, tetapi ada pula yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat.

Karena itu, sebaiknya pertimbangkan waktu kunjungan dan hindari memaksakan diri datang ketika pasien membutuhkan istirahat.

Jika memungkinkan, tanyakan terlebih dahulu kepada keluarga atau orang yang merawat pasien mengenai waktu yang tepat untuk berkunjung.

Kehadiran yang dimaksudkan sebagai bentuk perhatian jangan sampai membuat pasien merasa harus melayani tamu.

Baca juga: Muktamar Bukan Arena Menang-Kalah, Kiai Sepuh Ingatkan Adab Bermusyawarah

Tidak Perlu Berlama-lama

Menjenguk orang sakit juga tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Kunjungan singkat justru dapat menjadi pilihan, terutama ketika kondisi pasien sedang lemah.

Pengunjung dapat menanyakan kabar, memberikan semangat, kemudian mendoakan kesembuhan sebelum berpamitan.

Dengan demikian, pasien tetap memperoleh dukungan tanpa kehilangan waktu istirahat yang dibutuhkan untuk pemulihan.

Selain itu, sebaiknya hindari memenuhi ruang pasien apabila sudah terdapat banyak orang yang menjenguk. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk beristirahat juga merupakan bagian dari kepedulian.

Ucapkan Kata-kata yang Menenangkan

Ketika bertemu orang sakit, perkataan juga perlu dijaga. Hindari komentar yang dapat membuat pasien semakin khawatir, termasuk menceritakan pengalaman buruk mengenai penyakit serupa.

Sebaliknya, pengunjung dapat menyampaikan perkataan yang menenangkan sekaligus mendoakan kesembuhan.

Rasulullah SAW pernah mengucapkan kepada orang sakit:

“Laa ba'sa, thahuurun insyaa Allah.”

Artinya, “Tidak mengapa, semoga (sakit ini) menjadi penyuci, insya Allah.”

Ucapan tersebut diriwayatkan dalam Sahih Bukhari. Hal ini menunjukkan bahwa menjenguk orang sakit dapat menjadi kesempatan untuk memberikan penguatan sekaligus menumbuhkan harapan kepada Allah SWT.

Mendoakan Kesembuhan

Doa menjadi salah satu hal penting ketika menjenguk orang sakit. Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk memohon kesembuhan.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW mengajarkan doa:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“As'alullaahal 'azhiima rabbal 'arsyil 'azhiimi an yasyfiyaka.”

Artinya, “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Arasy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.”

Doa tersebut dapat dibaca ketika menjenguk orang sakit sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar orang yang dijenguk diberikan kesembuhan.

Haruskah Membawa Buah?

Membawa buah, makanan, atau bingkisan ketika menjenguk orang sakit dapat menjadi bentuk perhatian. Namun, pemberian tersebut bukanlah inti dari menjenguk.

Hal yang lebih penting adalah memastikan kehadiran kita memberikan manfaat dan tidak membebani orang yang sedang sakit.

Jika ingin membawa makanan, perhatikan pula kondisi kesehatan pasien. Pasien mungkin memiliki pantangan atau pembatasan makanan tertentu sehingga tidak semua jenis makanan dapat dikonsumsi.

Karena itu, tidak membawa buah atau bingkisan bukan berarti kunjungan menjadi kurang bermakna.

Datang dengan niat baik, memberikan semangat, menjaga perkataan, serta mendoakan kesembuhan juga merupakan bentuk kepedulian kepada orang yang sedang sakit.

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Islam memberikan perhatian besar terhadap hubungan sosial antarsesama. Menjenguk orang sakit bukan hanya tentang hadir secara fisik, tetapi juga bagaimana kehadiran tersebut membuat orang yang sedang sakit merasa diperhatikan.

Dalam Sahih Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan menjenguk orang sakit. Orang yang menjenguk saudaranya yang sakit disebut senantiasa berada dalam khurfah surga hingga ia kembali.

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan menjenguk orang sakit dalam Islam.

Karena itu, ketika hendak menjenguk kerabat, teman, atau tetangga yang sedang sakit, buah tangan bukanlah satu-satunya hal yang perlu dipersiapkan.

Waktu kunjungan, kondisi pasien, perkataan, serta doa juga perlu menjadi perhatian.

Sebab, terkadang yang paling dibutuhkan orang sakit bukanlah bingkisan, melainkan kehadiran yang tidak membuatnya lelah, perkataan yang menguatkan, dan doa yang tulus untuk kesembuhannya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Ma'ruf Amin: Politik Uang Tak Pantas di Muktamar NU
Ma'ruf Amin: Politik Uang Tak Pantas di Muktamar NU
Aktual
Muktamar Ke-35 NU, Haedar Nashir Sampaikan Pesan Ukhuwah
Muktamar Ke-35 NU, Haedar Nashir Sampaikan Pesan Ukhuwah
Aktual
Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam, Bukan Hanya Datang Bawa Buah
Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam, Bukan Hanya Datang Bawa Buah
Aktual
Gus Hilmy: Pihak yang Coba Intervensi Muktamar NU Jadi Musuh Bersama
Gus Hilmy: Pihak yang Coba Intervensi Muktamar NU Jadi Musuh Bersama
Aktual
Kiai Sepuh Ingatkan Muktamar NU Bebas Intervensi, Minta Prabowo Tindak Pejabat yang Tak Patut
Kiai Sepuh Ingatkan Muktamar NU Bebas Intervensi, Minta Prabowo Tindak Pejabat yang Tak Patut
Aktual
Niat, Doa, dan Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Niat, Doa, dan Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Doa dan Niat
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Doa dan Niat
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Aktual
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Aktual
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Aktual
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Aktual
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Aktual
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar