Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesan Alissa Wahid untuk Pemimpin Baru PBNU: Kembalikan Kepercayaan Warga NU

Kompas.com, 30 Agustus 2026, 13:18 WIB
Reni Susanti

Editor

JOMBANG, KOMPAS.com — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Wahid berharap Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang terpilih dalam Muktamar Ke-35 NU mampu mengembalikan kepercayaan warga terhadap organisasi.

Menurut Alissa, kepemimpinan PBNU periode lima tahun mendatang memiliki tugas untuk melakukan transformasi jamiah atau organisasi sekaligus memastikan NU tetap berorientasi kepada jamaah.

"Saya sangat berharap bahwa siapa pun yang nanti terpilih menjadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU benar-benar mampu membawa NU untuk menjalani transformasi jamiahnya," kata Alissa di sela Muktamar Ke-35 NU seperti dikutip dari Tribun Jatim, Minggu (30/8/2026).

Baca juga: Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut mengatakan, transformasi diperlukan agar NU dapat menjalankan tujuan organisasinya.

Tujuan tersebut antara lain menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan bangsa, serta menghadirkan rahmat bagi semesta.

Menurut Alissa, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan organisasi yang kuat dan solid.

Namun, kekuatan organisasi saja dinilai belum cukup. PBNU juga harus mampu memastikan organisasi tetap dekat dengan jamaah dan memperoleh kepercayaan warga NU.

"Yang paling penting, membutuhkan jamiah yang berorientasi kepada jamaah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat, warga NU, kepada Jamiah Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Baca juga: Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua

Berkhidmah untuk Kemaslahatan

Alissa berharap kepercayaan warga terhadap NU dapat menjadi modal bagi organisasi untuk menjalankan khidmah kepada masyarakat secara lebih optimal.

"Sehingga kita bisa berkhidmah dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan bangsa dan kemaslahatan dunia," kata dia.

Menurut Alissa, harapan tersebut berlaku bagi siapa pun yang akhirnya mendapat mandat dari peserta Muktamar untuk menduduki posisi Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU.

Pemimpin baru NU, kata dia, memiliki tantangan untuk menjaga organisasi tetap kuat dan solid sekaligus dekat dengan jamaah serta masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya Muktamar Ke-35 NU yang salah satu agenda utamanya menentukan kepemimpinan PBNU periode 2026–2031.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Dalam Sidang Pleno III, Minggu (30/8/2026), peserta Muktamar telah memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara. Dari 552 suara, sebanyak 401 memilih perubahan mekanisme melalui AHWA, 150 suara memilih mempertahankan sistem one man one vote, sedangkan satu suara dinyatakan tidak sah.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pesan Alissa Wahid Putri Gus Dur untuk Ketum PBNU Terpilih: Kembalikan Kepercayaan Warga NU 

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Terkini Lainnya
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Aktual
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Aktual
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Aktual
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Doa Harian
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
Aktual
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Doa Harian
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Doa dan Niat
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Aktual
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Doa dan Niat
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Doa dan Niat
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa dan Niat
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Aktual
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar