JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengikuti sholat istisqa di Lapangan Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).
Sholat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Jusuf Kalla atau JK mengajak masyarakat berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan.
"Kita berdoa bersama kepada Allah SWT agar diberikan rahmat dengan memberikan hujan, air, agar kehidupan berjalan lebih baik," ujar JK dalam rilisnya, Selasa (1/9/2026).
Baca juga: Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Menurut JK, air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup. Ketika ketersediaannya berkurang, dampaknya dapat dirasakan manusia, hewan, maupun tanaman.
"Semua kehidupan membutuhkan air. Begitu air berkurang, maka kehidupan terganggu, baik kehidupan manusia, hewan, maupun tanaman," katanya.
JK menyoroti dampak kekeringan setelah hujan tidak turun selama beberapa bulan terakhir. Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko kebakaran.
"Kebakaran itu akibat kekeringan. Karena hujan tidak turun berbulan-bulan, menyebabkan kekeringan, dan kekeringan menyebabkan kebakaran," jelasnya.
Menurut JK, persoalan kekeringan perlu mendapat perhatian karena dampaknya dapat meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Keterbatasan air tidak hanya memengaruhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Baca juga: Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
JK mengatakan dampak kekeringan dapat berbeda antara masyarakat di perkotaan dan pedesaan.
Menurut dia, masyarakat pedesaan yang menggantungkan penghidupan pada pertanian berpotensi menghadapi dampak lebih berat ketika hujan tidak kunjung turun.
"Di kota mungkin masih bisa kita lihat, tetapi di desa yang tergantung kepada pertanian, kepada padi, kepada jagung, sumber kehidupannya bisa hilang," ungkap JK.
Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan pertanian, termasuk tanaman pangan seperti padi dan jagung. Kekeringan berkepanjangan dapat mengganggu proses produksi hingga berdampak terhadap penghidupan petani.
Karena itu, JK mengapresiasi Masjid Al Azhar yang menggelar salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama menghadapi kekeringan.
Sholat istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika terjadi kekeringan atau masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air.
Sholat istisqa umumnya dilaksanakan secara berjemaah dan dapat dilakukan di tempat terbuka. Pelaksanaannya dilanjutkan dengan khutbah dan doa memohon turunnya hujan.
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT serta merendahkan diri di hadapan-Nya.
Salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Ikhtiar melalui doa tersebut dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga, menyediakan, dan mengelola sumber daya air.
Sholatistisqa di Lapangan Masjid Al Azhar diikuti ratusan siswa dan siswi Perguruan Islam Al Azhar.
Guru dan pegawai Yayasan Al Azhar juga mengikuti salat berjemaah untuk memohon turunnya hujan tersebut.
Sholat istisqa dipimpin Imam Masjid Al Azhar Mukhtar Ibnu, sedangkan khutbah disampaikan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Azhar Zahrudin Sulthani.
Melalui sholat istisqa, para peserta bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat dan membantu mengatasi kekeringan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT