Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JK Ikut Sholat Istisqa, Ingatkan Kekeringan Ancam Petani hingga Picu Kebakaran

Kompas.com, 1 September 2026, 14:17 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengikuti sholat istisqa di Lapangan Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

Sholat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Jusuf Kalla atau JK mengajak masyarakat berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan.

"Kita berdoa bersama kepada Allah SWT agar diberikan rahmat dengan memberikan hujan, air, agar kehidupan berjalan lebih baik," ujar JK dalam rilisnya, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya

Menurut JK, air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup. Ketika ketersediaannya berkurang, dampaknya dapat dirasakan manusia, hewan, maupun tanaman.

"Semua kehidupan membutuhkan air. Begitu air berkurang, maka kehidupan terganggu, baik kehidupan manusia, hewan, maupun tanaman," katanya.

Kekeringan Bisa Picu Kebakaran

JK menyoroti dampak kekeringan setelah hujan tidak turun selama beberapa bulan terakhir. Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko kebakaran.

"Kebakaran itu akibat kekeringan. Karena hujan tidak turun berbulan-bulan, menyebabkan kekeringan, dan kekeringan menyebabkan kebakaran," jelasnya.

Menurut JK, persoalan kekeringan perlu mendapat perhatian karena dampaknya dapat meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Keterbatasan air tidak hanya memengaruhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Baca juga: Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan

JK: Petani Bisa Kehilangan Sumber Kehidupan

JK mengatakan dampak kekeringan dapat berbeda antara masyarakat di perkotaan dan pedesaan.

Menurut dia, masyarakat pedesaan yang menggantungkan penghidupan pada pertanian berpotensi menghadapi dampak lebih berat ketika hujan tidak kunjung turun.

"Di kota mungkin masih bisa kita lihat, tetapi di desa yang tergantung kepada pertanian, kepada padi, kepada jagung, sumber kehidupannya bisa hilang," ungkap JK.

Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan pertanian, termasuk tanaman pangan seperti padi dan jagung. Kekeringan berkepanjangan dapat mengganggu proses produksi hingga berdampak terhadap penghidupan petani.

Karena itu, JK mengapresiasi Masjid Al Azhar yang menggelar salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama menghadapi kekeringan.

Apa Itu Sholat Istisqa?

Sholat istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika terjadi kekeringan atau masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air.

Sholat istisqa umumnya dilaksanakan secara berjemaah dan dapat dilakukan di tempat terbuka. Pelaksanaannya dilanjutkan dengan khutbah dan doa memohon turunnya hujan.

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT serta merendahkan diri di hadapan-Nya.

Salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Ikhtiar melalui doa tersebut dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga, menyediakan, dan mengelola sumber daya air.

Ratusan Siswa Ikuti Sholat Istisqa

Sholatistisqa di Lapangan Masjid Al Azhar diikuti ratusan siswa dan siswi Perguruan Islam Al Azhar.

Guru dan pegawai Yayasan Al Azhar juga mengikuti salat berjemaah untuk memohon turunnya hujan tersebut.

Sholat istisqa dipimpin Imam Masjid Al Azhar Mukhtar Ibnu, sedangkan khutbah disampaikan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Azhar Zahrudin Sulthani.

Melalui sholat istisqa, para peserta bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat dan membantu mengatasi kekeringan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar