Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ikhtiar Pemerataan Pendidikan 3T, Pemerintah Siapkan Listrik untuk 9.544 Sekolah

Kompas.com, 2 September 2026, 11:03 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 9.544 satuan pendidikan di Indonesia belum dapat dilayani jaringan listrik PLN yang tersedia saat ini.

Pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif penyediaan listrik, termasuk tenaga surya berbasis baterai dan sistem off-grid.

Ketersediaan listrik dibutuhkan untuk mendukung Program Digitalisasi Pembelajaran, terutama penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah-sekolah, termasuk yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca juga: Pascagempa NTT, 300 Tempat Ibadah dan 112 Fasilitas Pendidikan Keagamaan Mulai Ditangani

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, penyediaan perangkat digital perlu dibarengi kesiapan infrastruktur pendukung agar dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

“Jangan sampai Papan Interaktif Digital sudah sampai di sekolah, tetapi belum dapat dimanfaatkan karena listrik belum tersedia atau dayanya tidak mencukupi. Di sinilah sinergi Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN menjadi sangat penting,” ujar Fajar dalam rilisnya, Rabu (2/9/2026).

227.365 Sekolah Butuh Dukungan Kelistrikan

Berdasarkan hasil verifikasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 227.365 satuan pendidikan membutuhkan dukungan kelistrikan.

Jumlah tersebut terdiri dari 26.162 satuan pendidikan yang membutuhkan penyambungan baru dan 201.203 satuan pendidikan yang memerlukan penambahan daya.

Pada 2026, kebutuhan Papan Interaktif Digital mencapai sekitar 713.000 unit dengan kebutuhan daya sekitar 2.200 hingga 3.500 VA.

Fajar mengatakan, kondisi tersebut membuat penyediaan listrik menjadi bagian penting dari digitalisasi pembelajaran.

“Pak Menteri Abdul Mu’ti terus mengingatkan agar digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada distribusi perangkat, tetapi benar-benar memperluas akses dan meningkatkan mutu pembelajaran,” kata Fajar.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan seluruh ekosistem pendukung tersedia agar perangkat yang telah dikirim ke sekolah benar-benar dapat digunakan.

Baca juga: Pendidikan dan Jatuh Bangunnya Peradaban, Bagaimana Peran Guru?

Sejalan dengan Semangat Islam

Upaya membuka akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil juga sejalan dengan perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan.

Dalam Surat Al-Mujadilah ayat 11, Allah SWT menyebut akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Semangat tersebut menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh ilmu perlu dibuka seluas mungkin, termasuk bagi anak-anak yang tinggal di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.

Tenaga Surya untuk Sekolah yang Belum Terjangkau PLN

Perhatian khusus diberikan kepada 9.544 satuan pendidikan yang belum dapat dilayani jaringan PLN eksisting.

Untuk sekolah-sekolah tersebut, pemerintah tengah membahas alternatif penyediaan listrik yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Salah satu pilihan yang dipertimbangkan adalah penggunaan tenaga surya berbasis baterai. Pemerintah juga mempertimbangkan sistem off-grid atau kelistrikan yang dapat beroperasi tanpa terhubung dengan jaringan listrik utama.

Kemendikdasmen membahas kebutuhan tersebut bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN.

Disinergikan dengan Program Listrik Desa

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, kebutuhan listrik sekolah dapat disinergikan dengan Program Listrik Desa (Lisdes) Kementerian ESDM.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyambungan listrik ke fasilitas pendidikan sekaligus mengoptimalkan program yang telah berjalan.

“Kita menyinergikan Program Listrik Desa dengan kebutuhan digitalisasi pembelajaran. Sampai 2029 kami menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik,” ujar Yuliot.

Menurut dia, sejumlah fasilitas pendidikan perlu mendapatkan percepatan penyambungan listrik.

“Tentu ada sarana-sarana pendidikan yang perlu mendapat percepatan penyambungan listrik. Dengan sinergi antarkementerian dan lembaga, percepatan yang dibutuhkan Kemendikdasmen dapat kami dukung,” kata Yuliot.

Fajar berharap kerja sama Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN dapat mempercepat penyediaan listrik bagi sekolah yang membutuhkan, terutama di daerah 3T.

Menurut dia, pemerataan infrastruktur diperlukan agar anak-anak yang tinggal di pelosok mendapatkan kesempatan yang sama dalam memanfaatkan transformasi pembelajaran.

“PHTC Presiden Prabowo akan semakin menjangkau pelosok negeri sehingga anak-anak di daerah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati transformasi pembelajaran,” tutur Fajar.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Doa Harian
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Aktual
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa dan Niat
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa dan Niat
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
Aktual
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Aktual
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Aktual
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Aktual
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Aktual
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Aktual
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar