Editor
SIDOARJO, KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh tiket pulang-pergi jemaah umrah PT Annisa Ahmada Travelindo (AAT) telah terbit.
Kepastian tersebut diperoleh setelah kementerian memediasi pihak travel, KBIHU Muslimat NU Jombang, dan perwakilan jemaah.
“Yang utama adalah memastikan jemaah mendapat kepastian. Dengan seluruh tiket pergi dan pulang yang sudah terbit, jemaah dapat berangkat dan kembali sesuai tiket yang telah ditetapkan,” ujar Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin dalam rilisnya, Kamis (3/9/2026).
Mediasi digelar di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo, Senin (31/8/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasubdit Bina Umrah Edayanti dan jajaran Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur.
Baca juga: Ahli Pemerintah: Aturan PPIU Tak Batasi Masyarakat Lakukan Ibadah Umrah Mandiri
Dalam kesepakatan hasil mediasi, AAT berkomitmen memberangkatkan dan memulangkan seluruh jemaah sesuai jadwal yang tercantum dalam tiket.
AAT juga berkewajiban memastikan seluruh layanan dan hak jemaah terpenuhi selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia.
Fauzin mengatakan, penerbitan tiket perlu diikuti dengan pelaksanaan seluruh kesepakatan secara bertanggung jawab.
Menurut dia, pihak travel harus memastikan jemaah memperoleh layanan sejak keberangkatan, selama menjalani ibadah umrah di Arab Saudi, hingga kepulangan ke Tanah Air.
Kasubdit Bina Umrah Edayanti berharap kesepakatan tersebut dapat memberikan kepastian dan rasa aman kepada jemaah. Ia meminta seluruh pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati dalam mediasi.
Baca juga: Kemenhaj Blokir Akses Siskopatuh 3 Travel Umrah, Ini Daftarnya
Kesepakatan tersebut juga mengatur langkah yang dapat ditempuh apabila keberangkatan tidak dapat terlaksana sesuai ketentuan.
Jemaah diberikan tiga pilihan, yakni tetap berangkat dengan jaminan tiket kepulangan, menjadwalkan ulang keberangkatan, atau memperoleh pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan yang telah disepakati.
Kementerian Haji dan Umrah bersama Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur akan mengawal pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan kepastian keberangkatan dan kepulangan serta melindungi hak-hak jemaah umrah.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT