KOMPAS.com - Hari Jumat memiliki keutamaan khusus bagi umat Islam. Salah satunya adalah adanya waktu yang disebut sebagai saat ijabah, waktu ketika doa seorang Muslim memiliki keutamaan untuk dikabulkan Allah SWT.
Salah satu pendapat ulama menyebut waktu tersebut berada pada penghujung hari Jumat, yakni setelah salat Asar hingga matahari terbenam. Waktu ini dapat dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, dan selawat.
Anjuran tersebut memiliki dasar dari hadis Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW menyebut bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu ketika seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikannya.
Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Keutamaannya
Rasulullah SAW bersabda:
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
Yaumul jumu'ati itsnata 'asyarata sa'atan, laa yuujadu fiihaa 'abdun muslimun yas'alullaaha syai'an illaa aataahu iyyaahu, faltaamisuuhaa aakhira saa'atin ba'dal 'ashri
Artinya: “Pada hari Jumat terdapat dua belas jam. Tidaklah seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada waktu tersebut, melainkan Allah akan memberikannya. Maka carilah waktu tersebut pada satu jam terakhir setelah Asar (HR. Abu Dawud No. 1048).
Waktu ijabah pada hari Jumat menjadi pembahasan di kalangan ulama. Salah satu pendapat yang didasarkan pada hadis di atas menyebut waktu tersebut berada pada satu jam terakhir setelah Asar.
Namun, pendapat ini bukan satu-satunya. Terdapat pula riwayat yang menyebut waktu ijabah berada ketika imam duduk di mimbar hingga salat Jumat selesai.
Dikutip dari NU ONline, bahwa kedua pendapat tersebut memiliki dasar hadis masing-masing. Karena itu, umat Islam tidak perlu membatasi waktu berdoa hanya pada penghujung hari Jumat.
Meski demikian, waktu setelah Asar hingga Magrib dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa. Seorang Muslim dapat menyampaikan berbagai permohonan kepada Allah SWT, baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat.
Tidak ada satu bacaan doa yang secara khusus diwajibkan untuk dibaca setelah Asar pada hari Jumat. Doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis dapat dibaca sebagai bagian dari ibadah dan permohonan kepada Allah SWT.
Baca juga: Doa Sujud Tilawah: Arab, Latin, Arti, Niat, dan Tata Caranya
Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan ketika memanfaatkan waktu setelah Asar pada hari Jumat.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa yang terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 201:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
Doa ini mencakup permohonan kebaikan dalam kehidupan dunia sekaligus keselamatan di akhirat. Karena itu, doa tersebut dapat menjadi salah satu bacaan ketika seorang Muslim memperbanyak doa.
Seorang Muslim juga dapat memohon agar hatinya tetap teguh dalam menjalankan agama.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqallibal-quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. (HR. Tirmidzi)
Doa tersebut diriwayatkan dari Ummu Salamah dan termasuk doa yang sering dibaca Rasulullah SAW. Riwayat ini menunjukkan pentingnya memohon kepada Allah SWT agar diberikan keteguhan hati dalam menjalankan agama.
Ada pula doa yang berisi permohonan agar diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima Allah SWT.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allahumma innii as'aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima (HR. Ibnu Majah)
Doa ini memang tidak secara khusus diajarkan untuk dibaca setelah Asar atau pada hari Jumat. Dalam hadis, doa tersebut diriwayatkan dibaca Rasulullah SAW setelah salat Subuh. Namun, kandungannya merupakan permohonan kebaikan sehingga dapat dibaca kapan saja.
Setelah salat Asar pada hari Jumat, umat Islam dapat memanfaatkan waktu hingga Magrib dengan memperbanyak doa. Tidak harus menggunakan doa tertentu, seorang Muslim juga dapat menyampaikan permohonan secara pribadi kepada Allah SWT.
Permohonan tersebut dapat berupa ampunan atas dosa, kesehatan, kemudahan dalam menjalani kehidupan, ilmu yang bermanfaat, rezeki, kebaikan untuk keluarga, maupun keselamatan di dunia dan akhirat.
Selain doa, waktu tersebut dapat diisi dengan memperbanyak zikir dan selawat. Dengan begitu, penghujung hari Jumat tidak hanya dilewati sebagai waktu biasa, tetapi menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Perlu dipahami, istilah waktu mustajab tidak berarti setiap doa pasti dikabulkan dalam bentuk dan waktu yang persis sesuai dengan permintaan seorang hamba. Seorang Muslim tetap dianjurkan berdoa dengan penuh keyakinan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Adanya perbedaan pendapat mengenai waktu ijabah juga menunjukkan bahwa umat Islam memiliki beberapa kesempatan untuk memperbanyak doa pada hari Jumat. Salah satunya adalah waktu setelah Asar hingga menjelang Magrib yang memiliki dasar hadis untuk dicari sebagai waktu ijabah.
Karena itu, jangan sampai penghujung hari Jumat dilewatkan begitu saja. Waktu setelah Asar dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, membaca ayat-ayat Al-Qur'an, berzikir, berselawat, dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Bukan hanya berharap permohonan dikabulkan, berdoa juga menjadi bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT