Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya

Kompas.com, 4 September 2026, 12:41 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Sumber NU Online

KOMPAS.com — Supangat (51), anggota Provost Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PAC GP Ansor Wonosalam, Jombang, meninggal dunia setelah menuntaskan tugas pengamanan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, Pimpinan Pusat GP Ansor akan menanggung biaya pendidikan anak kedua Supangat hingga jenjang perguruan tinggi.

"Insya Allah pendidikan anak beliau menjadi tanggung jawab kami hingga perguruan tinggi," kata Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin dalam rilisnya, Jumat (4/9/2026).

Menurut Addin, perhatian terhadap keluarga kader yang meninggal setelah menjalankan tugas organisasi merupakan bagian dari tanggung jawab GP Ansor.

Ia berharap anak Supangat tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya setelah kehilangan sang ayah.

Baca juga: Keputusan Fiqih Bisa Ditinjau Kembali, Muktamar NU Sahkan Mekanismenya

Pulang Setelah Bertugas di Muktamar NU

Supangat meninggal dunia pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB ketika beristirahat di rumahnya.

Sebelumnya, ia baru menyelesaikan rangkaian tugas pengamanan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ketua PAC GP Ansor Wonosalam Wawan mengatakan, Supangat telah terlibat dalam pengamanan sejak Apel Siaga Banser hingga menjelang penutupan Muktamar.

Selama kegiatan berlangsung, ia bertugas menjaga sejumlah titik pengamanan bersama anggota Banser lainnya.

Menurut Wawan, Supangat sebenarnya masih ingin berada di lokasi hingga Muktamar selesai. Namun, rekan-rekannya menyarankan ia pulang karena telah memasuki pergantian jadwal tugas.

"Sebenarnya beliau menginginkan menginap sampai hari penutupan Muktamar. Tapi sama sahabat yang lain diajak pulang saja karena sudah pergantian shift," ujar Wawan.

Supangat kemudian pulang dan tiba di rumah menjelang Maghrib.

Meski sudah berada di rumah, ia masih sempat berkomunikasi dengan anggota Banser untuk membicarakan persiapan pengamanan agenda penutupan Muktamar pada hari berikutnya.

Namun, sekitar pukul 02.00 WIB, keluarga mendapati Supangat telah meninggal dunia dalam tidurnya.

Baca juga: Apa Itu Ulama? Ini Definisi yang Dirumuskan Muktamar NU

Pendidikan Anak Ditanggung hingga Perguruan Tinggi

Selain bertakziah, GP Ansor memberikan santunan berupa uang tunai dan paket sembako kepada keluarga Supangat.

Dukungan jangka panjang juga diberikan melalui pembiayaan pendidikan anak kedua Supangat mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

Addin mengatakan, dukungan tersebut diberikan agar anak kader yang telah meninggal tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-citanya.

Bagi GP Ansor, kata dia, pengabdian kader Banser selama Muktamar NU menjadi bagian dari pelayanan terhadap organisasi dan masyarakat.

Karena itu, organisasi juga berupaya hadir bagi keluarga kader yang ditinggalkan.

Sempat Berkeliling untuk Berpamitan

Di lingkungan Banser Wonosalam, Supangat dikenal sebagai pribadi sederhana, humoris, dan mudah bergaul.

Wawan mengatakan, Supangat juga hampir tidak pernah menolak ketika mendapatkan tugas organisasi, termasuk ketika diminta terlibat dalam pengamanan Muktamar Ke-35 NU.

Ada satu peristiwa yang kemudian membekas bagi rekan-rekannya.

Pada hari terakhir menjalankan tugas, Supangat sempat berkeliling ke sejumlah pos pengamanan untuk berpamitan kepada anggota Banser lainnya.

"Ternyata beliau juga berpamitan untuk meninggalkan kami semua," kata Wawan.

Selama bertahun-tahun menjadi bagian dari Banser, Supangat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengamanan kegiatan keagamaan hingga pelayanan masyarakat di Wonosalam.

Muktamar Ke-35 NU sendiri melibatkan kader Banser untuk membantu berbagai kebutuhan selama kegiatan, mulai dari mengatur arus peserta, menjaga lokasi, melayani tamu, hingga mengawal sejumlah agenda Muktamar.

Bagi GP Ansor, dukungan terhadap keluarga Supangat menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian kader sekaligus upaya menjaga solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar